
Foto: freepik
Teknologi.id - Di tengah aktivitas harian yang semakin padat, earphone telah menjadi “teman setia” bagi banyak orang. Penggunaan earphone atau headphone kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Mulai dari mendengarkan musik, menonton video, hingga bekerja, perangkat ini hampir tak pernah lepas dari keseharian banyak orang. Namun, sebuah investigasi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: di balik kenyamanannya, earphone ternyata menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Penelitian yang dilakukan oleh proyek ToxFree LIFE for All menemukan bahwa seluruh headphone yang diuji mengandung bahan kimia berbahaya. Studi ini melibatkan 81 produk headphone yang dijual di berbagai negara Eropa seperti Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia, dan Austria. Produk juga dibeli dari platform daring populer seperti Shein dan Temu.
Yang mengejutkan, bahkan merek ternama seperti Bose, Panasonic, Samsung, dan Sennheiser juga ditemukan menggunakan bahan yang berpotensi berbahaya dalam produk mereka.
Baca juga: TWS Mulai Ditinggalkan? Alasan Earphone Kabel Jadi Tren Lagi
Kandungan Kimia yang Mengkhawatirkan
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa hampir semua sampel mengandung Bisfenol A (BPA), dengan tingkat kemunculan mencapai 98 persen. Selain itu, ditemukan pula Bisfenol S (BPS), zat pengganti BPA, dalam lebih dari 75 persen produk.
BPA dan BPS dikenal sebagai pengganggu hormon yang dapat meniru hormon estrogen dalam tubuh manusia. Dampaknya tidak bisa dianggap sepele, mulai dari gangguan perkembangan saraf, pubertas dini pada anak perempuan, hingga risiko kanker dan feminisasi pada laki-laki.
Para peneliti menyoroti bahwa penggunaan earphone yang menempel langsung di kulit dalam waktu lama membuka peluang paparan zat kimia ini melalui kulit. Hal ini menjadi semakin berisiko ketika digunakan saat berolahraga, karena panas dan keringat dapat mempercepat perpindahan zat berbahaya tersebut ke dalam tubuh.
Efek Jangka Panjang yang Perlu Diwaspadai
Meski paparan dari satu produk mungkin tergolong kecil, risiko sebenarnya terletak pada akumulasi paparan dari berbagai sumber dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena di mana kombinasi berbagai bahan kimia dapat memicu dampak kesehatan yang lebih serius.
Selain BPA dan BPS, penelitian juga menemukan ftalat, yaitu zat kimia yang dapat mengganggu sistem reproduksi dan menurunkan kesuburan. Ada pula parafin yang dapat beresiko merusak hati dan ginjal.
Salah satu peneliti, Karolína Brabcová, menegaskan bahwa tidak ada tingkat aman untuk bahan kimia yang mengganggu hormon. Artinya, bahkan paparan dalam jumlah kecil sekalipun tetap bisa memberikan dampak negatif jika terjadi secara terus-menerus.
Siapa yang Paling Berisiko?
Kelompok yang paling rentan terhadap dampak ini adalah remaja dan anak-anak. Pada fase pertumbuhan, sistem hormon masih berkembang sehingga lebih sensitif terhadap gangguan dari luar. Paparan jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan fisik maupun fungsi reproduksi di masa depan.
Selain itu, pengguna aktif yang memakai earphone dalam waktu lama setiap hari seperti pekerja, pelajar, atau penggemar musik juga memiliki risiko lebih tinggi.
Baca juga: Mana yang Lebih Aman Digunakan? Headphone atau Earphone
Apa yang Bisa Dilakukan?
Meski temuan ini terdengar mengkhawatirkan, bukan berarti Anda harus berhenti menggunakan earphone sepenuhnya. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko:
- Batasi durasi penggunaan earphone setiap hari
- Hindari penggunaan saat berkeringat berlebihan
- Pilih produk dengan bahan yang lebih aman atau bersertifikasi
- Bersihkan earphone secara rutin
- Gunakan headphone over-ear untuk mengurangi kontak langsung dengan kulit
Investigasi ini menjadi pengingat penting bahwa produk sehari-hari tidak selalu sepenuhnya aman. Kesadaran dan kehati-hatian dalam memilih serta menggunakan perangkat teknologi menjadi kunci untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap isu ini, diharapkan produsen dapat lebih transparan dan bertanggung jawab dalam penggunaan bahan kimia, sehingga konsumen dapat merasa lebih aman saat menggunakan produk yang mereka andalkan setiap hari.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)

Tinggalkan Komentar