
Foto : Freepik
Teknologi.id - Banyak orang baru menyadari borosnya penggunaan listrik ketika tagihan bulanan tiba dan angkanya terasa tak masuk akal. Padahal, lonjakan biaya listrik sering kali bukan dipicu oleh kenaikan tarif, melainkan oleh kebiasaan sehari-hari yang luput dari perhatian. Tanpa disadari, cara menggunakan dan membiarkan perangkat elektronik di rumah dapat membuat konsumsi listrik terus berjalan, meski sebenarnya tidak sedang dibutuhkan. Dengan kebiasaan yang tepat, konsumsi listrik bisa ditekan sehingga tagihan tetap terkendali. Sebaliknya, kebiasaan yang keliru dan dianggap sepele justru dapat membuat listrik boros dan tagihan melonjak dari bulan ke bulan.
Membiarkan Perangkat Menyala Meski Tak Digunakan
Foto : Freepik
Salah satu kebiasaan paling umum yang membuat tagihan listrik membengkak adalah membiarkan perangkat elektronik tetap menyala meski tidak sedang digunakan. Lampu yang lupa dimatikan, televisi yang dibiarkan menyala tanpa ditonton, kipas angin atau AC yang terus bekerja di ruangan kosong semua itu berkontribusi pada pemborosan listrik. Setiap perangkat elektronik membutuhkan daya selama menyala.
Baca juga: Terobosan Baru! Finlandia Kembangkan Teknologi Listrik Tanpa Kabel
Jika kebiasaan ini dilakukan berulang dan dalam waktu lama, akumulasi konsumsi listriknya akan terasa signifikan saat tagihan bulanan datang. Karena itu, mematikan perangkat elektronik ketika tidak digunakan menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menghemat listrik.
Perangkat Tetap Tercolok di Stop Kontak

Foto : Freepik
Selain membiarkan perangkat menyala, kebiasaan lain yang sering diabaikan adalah membiarkan perangkat elektronik tetap terhubung ke stop kontak meski tidak dipakai. Banyak orang memilih membiarkan colokan tetap menancap agar lebih praktis saat ingin digunakan kembali.
Padahal, kebiasaan ini bisa menyebabkan pemborosan listrik tersembunyi. Perangkat elektronik yang tetap tercolok akan tetap menyedot daya meskipun dalam kondisi mati. Fenomena ini dikenal dengan istilah Vampire Energy atau Phantom Electricity, yakni konsumsi listrik yang terjadi tanpa disadari pengguna.
Secara kasat mata, konsumsi listrik dari satu perangkat mungkin terlihat kecil. Namun, jika di rumah terdapat banyak perangkat yang dibiarkan tercolok sepanjang waktu, total energi yang terbuang bisa sangat besar.
Contoh Perangkat Penyedot Listrik Diam-diam
Ada banyak perangkat elektronik di rumah yang sering menjadi “vampire energy”. Beberapa di antaranya adalah pengisi daya ponsel dan laptop, televisi, monitor komputer, microwave, oven, air fryer, printer, scanner, modem internet, mesin cuci, konsol game, jam elektrik, hingga pemutar DVD.
Semua perangkat tersebut tetap mengonsumsi listrik selama terhubung dengan stop kontak, meski tidak sedang digunakan atau dalam kondisi mati. Bahkan, organisasi lingkungan asal Amerika Serikat, Natural Resources Defense Council (NRDC), pernah memperkirakan bahwa kebiasaan membiarkan perangkat elektronik tercolok 24 jam sehari dapat menghabiskan biaya hingga ratusan dolar per tahun.
Baca juga: Jangan Panik! Ini Cara Paling Efektif Mengatasi Masalah Black Screen pada Laptop
Mulai Biasakan Mencabut Perangkat Elektronik
Salah satu langkah paling efektif untuk menekan konsumsi listrik adalah tidak membiarkan peralatan elektronik terus terhubung dengan sumber daya saat sudah selesai dipakai. Banyak perangkat rumah tangga sebenarnya tidak perlu selalu tersambung listrik sepanjang hari. Setelah digunakan, peralatan seperti televisi, komputer, speaker, microwave, mesin cuci, hingga konsol game bisa dilepas dari colokan untuk menghentikan aliran listrik yang tidak diperlukan.
Kebiasaan ini juga berlaku untuk pengisi daya. Charger ponsel atau laptop yang dibiarkan menancap tetap mengonsumsi listrik, meski tidak sedang mengisi daya. Saat baterai perangkat sudah penuh, sebaiknya segera cabut charger untuk menghentikan aliran listrik yang tidak diperlukan.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Menghemat listrik tidak selalu membutuhkan teknologi mahal atau perubahan besar. Langkah sederhana seperti mematikan perangkat saat tidak digunakan dan mencabut colokan dari stop kontak bisa memberikan dampak nyata pada pengeluaran bulanan.
Dengan kebiasaan yang lebih bijak dalam menggunakan perangkat elektronik, tagihan listrik dapat ditekan tanpa mengurangi kenyamanan. Selain lebih hemat, kebiasaan ini juga membantu mengurangi pemborosan energi dan berdampak positif bagi lingkungan.
Pada akhirnya, pengeluaran listrik rumah tangga sangat ditentukan oleh kebiasaan penggunanya sendiri. Dengan kesadaran dan konsistensi, rumah tetap nyaman tanpa harus khawatir tagihan listrik membengkak setiap bulan.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)

Tinggalkan Komentar