Waspada Penipuan QR Code, Kenali Modus Brushing yang Bisa Kuras Rekening Digital

⁠Adimas Herviana . February 06, 2026


Foto: Firts Media

Teknologi.Id - QR code yang awalnya diciptakan untuk memudahkan industri kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari pembayaran digital, menu restoran, hingga tiket perjalanan, kode ini seolah menjadi jembatan praktis antara dunia fisik dan digital. Tetapi dibalik kemudahan itu, ada ancaman yang semakin nyata. Penjahat siber memanfaatkan kepercayaan publik terhadap QR code untuk menyebarkan tautan berbahaya, mencuri data pribadi, bahkan menguras rekening.

QR Code, Dari Inovasi ke Senjata Siber

QR code pertama kali ditemukan pada tahun 1994 oleh Masahiro Hara dan timnya di Denso Wave, Jepang. Awalnya digunakan untuk melacak suku cadang otomotif, tetapi kemudian berkembang pesat ke berbagai sektor seperti pemasaran, pembayaran, tiket, hingga otentikasi. Popularitasnya melonjak pada 2010-an dan semakin masif saat pandemi COVID-19 karena mendukung interaksi tanpa kontak.

Keputusan Denso Wave untuk tidak menegakkan hak paten membuat QR code diadopsi secara luas. Sayangnya, keterbukaan ini juga memberi peluang bagi pihak yang berniat jahat untuk menyalahgunakannya.

Brushing, Modus Penipuan yang Mengelabui Rasa Penasaran

Salah satu teknik penipuan yang kini marak adalah brushing. Pelaku mengirimkan paket ke rumah korban dengan QR code palsu tanpa identitas pengirim. Korban yang penasaran lalu memindai kode tersebut, berharap mengetahui siapa pengirimnya. Alih-alih mendapat jawaban, mereka justru membagikan data pribadi yang bisa digunakan untuk pencurian uang atau penipuan digital.

Penelitian NordVPN menunjukkan lebih dari 26 juta orang mungkin telah diarahkan ke situs berbahaya melalui QR code palsu. Kepala teknologi NordVPN, Marijus Briedis, menyebut QR code sebagai “gerbang tersembunyi bagi penjahat siber” karena berbeda dengan email phishing yang sudah lebih mudah dikenali tanda-tandanya.

Baca juga: Open AI Sedang Rancang Media Sosial Bebas Bot, Apa Akan Diterima di Ruang Publik?

Mengapa QR Code Palsu Sulit Dikenali?

Berbeda dengan tautan email yang bisa diperiksa lebih teliti, QR code fisik sering kali terlihat sah. Banyak orang percaya bahwa kode yang ditempel di restoran, paket, atau iklan pasti aman. Padahal, QR code bisa dengan mudah dimodifikasi untuk mengarahkan pengguna ke situs berbahaya. Kepercayaan visual inilah yang membuat QR code menjadi alat efektif bagi penjahat siber.

Ancaman Nyata bagi Data dan Rekening

Memindai QR code palsu dapat membuka akses ke data pribadi, termasuk informasi login, detail rekening, hingga dompet digital. Risiko ini tidak hanya mengancam individu, tetapi juga perusahaan yang menggunakan QR code untuk transaksi atau autentikasi. Serangan semacam ini bisa berujung pada kerugian finansial besar dan pencurian identitas.

Empat Cara Melindungi Diri dari QR Code Palsu

Foto: CyberHub Indonesia

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pengguna untuk menghindari jebakan QR code palsu.

  1. Periksa sumber QR code - Pastikan kode berasal dari pihak yang terpercaya. Jika tidak yakin, jangan memindainya.
  2. Gunakan fitur preview tautan - Sebagian besar ponsel memungkinkan melihat tautan sebelum dibuka. Jika terlihat mencurigakan, hentikan proses.
  3. Perbarui perangkat lunak keamanan - Pastikan antivirus dan sistem operasi selalu diperbarui. Gunakan VPN untuk menambah lapisan keamanan.
  4. Bagikan pengetahuan ini - Edukasi teman dan keluarga, terutama yang kurang akrab dengan teknologi, agar tidak mudah terjebak.

Baca juga: Artificial Generate Intelligence Semakin Marak di Internet, Kenapa Bisa Begitu?

Edukasi Digital, Perisai Terkuat Melawan Penipuan

Ancaman QR code palsu menunjukkan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Pengetahuan tentang cara kerja QR code, risiko yang menyertainya, dan langkah pencegahan harus disebarkan secara luas. Edukasi ini bukan hanya untuk generasi muda yang akrab dengan teknologi, tetapi juga untuk masyarakat yang masih awam. Penipu sering menargetkan orang-orang yang tidak mengetahui trik ini, sehingga berbagi informasi adalah bentuk perlindungan sosial.

Bagaimana QR Code Di Pandang?

QR code tidak akan hilang dari kehidupan kita. Justru penggunaannya akan semakin meluas seiring digitalisasi layanan publik dan komersial. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan keamanan. Perusahaan teknologi dituntut menghadirkan sistem verifikasi yang lebih kuat, sementara pengguna harus tetap kritis sebelum memindai. Masa depan QR code bergantung pada kolaborasi antara inovasi teknologi dan kesadaran masyarakat.

Waspada Sebelum Memindai

QR code memang memudahkan hidup, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk bagi ancaman siber. Dengan meningkatnya kasus brushing dan penipuan QR code, pengguna harus lebih kritis sebelum memindai. Perlakukan setiap QR code yang tidak terduga dengan kehati-hatian yang sama seperti tautan dari pengirim tak dikenal. Privasi dan keamanan digital bergantung pada kewaspadaan kita.



Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(dim/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar