
Foto: ChatGPT/Teknologi.id
Teknologi.id - Di era digital seperti sekarang, simbol @ menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari alamat email. Hampir setiap hari miliaran orang mengetik simbol ini untuk mengirim pesan, mendaftar akun media sosial, hingga bekerja secara online. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa simbol sederhana tersebut ternyata sudah ada sejak ratusan tahun lalu, bahkan jauh sebelum internet ditemukan.
Menurut catatan sejarah yang dilaporkan oleh Smithsonian Magazine, simbol @ pertama kali tercatat pada tahun 1536 dalam sebuah surat milik pedagang asal Florence, Italia. Pada masa itu, simbol tersebut digunakan bukan untuk teknologi, melainkan sebagai penanda satuan perdagangan anggur.
Bermula dari Perdagangan Anggur
Dalam surat kuno tersebut, seorang pedagang menggunakan simbol @ untuk menunjukkan jumlah anggur yang dikirim menggunakan guci tanah liat besar. Simbol itu diyakini menjadi singkatan praktis dalam pencatatan perdagangan agar proses menulis lebih cepat dan efisien. Seiring berkembangnya penelitian sejarah, banyak ahli percaya bahwa simbol @ berasal dari kata Latin “ad” yang berarti “kepada” atau “menuju”.
Pada abad pertengahan, para juru tulis sering menyingkat kata-kata tertentu untuk menghemat waktu saat menyalin dokumen secara manual. Dari sinilah bentuk @ diduga mulai muncul. Beberapa manuskrip kuno bahkan memperlihatkan penggunaan simbol serupa sebagai pengganti huruf tertentu. Meski demikian, para sejarawan belum menemukan bukti mutlak yang benar-benar memastikan asal usul pasti simbol tersebut.
Baca juga: Kenapa Salah Ketik Disebut Typo? Ini Sejarah dan Penjelasan Ilmiahnya
Populer di Dunia Akuntansi
Memasuki abad ke-19, simbol @ mulai banyak digunakan dalam dunia bisnis dan akuntansi. Kala itu, simbol ini dipakai untuk mencatat harga satuan barang dalam transaksi perdagangan.
Sebagai contoh, tulisan “10 barang @ USD 5” berarti setiap barang dijual dengan harga 5 dolar AS. Penggunaan tersebut membuat simbol @ semakin dikenal luas, terutama setelah akhirnya diadopsi ke dalam mesin tik modern.
Kehadiran simbol @ pada keyboard mesin tik menjadi langkah penting yang membuatnya bertahan hingga memasuki era komputer. Meski begitu, pada masa itu belum ada yang menyangka bahwa simbol ini kelak akan menjadi ikon komunikasi digital dunia.
Ray Tomlinson dan Lahirnya Email Modern
Perjalanan simbol @ berubah drastis pada tahun 1971 ketika ilmuwan komputer Ray Tomlinson mencari cara untuk menghubungkan pengguna komputer melalui jaringan. Saat itu, komputer masih bekerja secara terpisah. Setiap programmer biasanya hanya terhubung ke satu mesin mainframe tertentu melalui sambungan telepon dan mesin teletype. Pemerintah Amerika Serikat kemudian mengembangkan jaringan bernama Arpanet, yang kini dikenal sebagai cikal bakal internet.
Tomlinson, yang bekerja di BBN Technologies, mendapat tantangan untuk menciptakan sistem pengiriman pesan antar komputer berbeda melalui Arpanet. Ia membutuhkan format alamat yang dapat membedakan nama pengguna dan nama komputer tujuan. Simbol pemisah yang dipilih juga tidak boleh terlalu sering digunakan dalam sistem komputer agar tidak menimbulkan kebingungan.
Baca juga: Mengenal Popcorn Brain: Alasan Kenapa Gen Z Sulit Fokus dan Cara Mengatasinya
Mengapa Memilih Simbol @?
Pilihan Tomlinson akhirnya jatuh pada simbol @ yang berada di atas huruf “P” pada keyboard mesin teletype miliknya. Menurutnya, simbol tersebut jarang digunakan sehingga cocok dijadikan pemisah alamat email. Dalam berbagai wawancara, Tomlinson pernah mengatakan bahwa ia sengaja mencari simbol yang tidak umum dipakai. Ia mempertimbangkan beberapa tanda baca lain, tetapi merasa simbol @ paling masuk akal.
Setelah menentukan format tersebut, Tomlinson mengirim email pertama dalam sejarah kepada dirinya sendiri menggunakan dua mesin teletype yang terhubung melalui Arpanet. Sayangnya, ia mengaku tidak lagi mengingat isi pesan pertama yang dikirimnya. Meski sederhana, percobaan itu menjadi awal revolusi komunikasi digital dunia. Simbol @ yang dulunya hanya dipakai dalam perdagangan dan akuntansi berubah menjadi identitas utama email modern.
Dari Simbol Kuno Menjadi Ikon Digital
Kini, simbol @ bukan hanya digunakan pada email. Media sosial juga memanfaatkannya untuk menandai akun pengguna atau melakukan mention dalam percakapan digital. Perjalanan panjang simbol @ menunjukkan bahwa sebuah tanda kecil dapat memiliki sejarah yang sangat besar. Dari surat pedagang anggur di Italia abad ke-16 hingga menjadi simbol utama internet modern, @ telah melewati transformasi luar biasa selama hampir lima abad. Tanpa simbol tersebut, mungkin cara manusia berkomunikasi di dunia digital akan terlihat sangat berbeda dibandingkan sekarang.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(ir/sa)

Tinggalkan Komentar