HP Lemot? Matikan 7 Pengaturan Android Ini Agar Performa Ponsel Kembali Ngebut

Yasmin Najla Alfarisi . February 13, 2026

Foto: Stuff

Teknologi.id -  Sistem operasi Android dikenal luas karena fleksibilitasnya dalam memberikan berbagai fitur canggih kepada pengguna. Banyak pengaturan di dalamnya menjanjikan efisiensi multitasking serta penghematan baterai. Namun, bagi para pengguna yang mendambakan kecepatan maksimal, kenyataannya tidak selalu sejalan dengan janji tersebut.

Beberapa fitur yang awalnya bertujuan membantu, justru sering kali menjadi beban tersembunyi bagi prosesor dan memori perangkat. Jika tidak disesuaikan dengan pola penggunaan sehari-hari, pengaturan ini justru membuat ponsel terasa berat dan panas. Berikut adalah analisis mengenai tujuh pengaturan Android yang sebaiknya Anda tinjau ulang demi mendapatkan performa yang lebih responsif.

1. Usage & Diagnostic Data

Foto: Tangkapan layar pengaturan Android, Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Fitur ini bertindak sebagai pelapor otomatis yang mengirimkan data penggunaan ponsel ke Google, mulai dari laporan bug, crash, hingga kualitas jaringan. Tujuannya memang baik, yaitu membantu developer menciptakan update sistem yang lebih stabil. Namun, konsekuensinya adalah ponsel Anda harus terus-menerus "mencatat" dan memproses aktivitas sistem di latar belakang.

Pada ponsel flagship terbaru, dampak fitur ini mungkin tidak terasa. Namun, bagi pengguna HP kelas menengah atau model lama, background process ini dapat menghambat kinerja. Mematikan fitur ini akan membuat beban kerja sistem menjadi lebih ringan karena ponsel tidak lagi disibukkan oleh tugas administratif yang sebenarnya lebih menguntungkan pihak developer daripada pengguna.

2. Nearby Device Scanning

Foto: Tangkapan layar pengaturan Android, Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Sesuai namanya, fitur ini membuat ponsel terus "mengendus" keberadaan smart device, aksesori Bluetooth, atau sinyal Wi-Fi di sekitar, bahkan saat koneksi Wi-Fi dan Bluetooth sedang dimatikan. Meski terdengar praktis untuk mempermudah pairing, aktivitas pemindaian tanpa henti ini menjadi pemborosan sumber daya yang signifikan.

Jika Anda bukan tipe pengguna yang sering berganti-ganti perangkat aksesori, fitur ini hanya akan menjadi beban tambahan. Dampaknya, ponsel menjadi sulit masuk ke mode deep sleep, baterai terkuras lebih cepat, dan performa secara keseluruhan terasa lebih berat. Mematikannya akan membuat suhu ponsel lebih terjaga dan stabilitas sistem lebih konsisten.

Baca juga: HP Mati Padahal Baterai Masih Banyak? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Auto Sync Akun

Foto: Tangkapan layar pengaturan Android, Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Android secara otomatis mengaktifkan sinkronisasi latar belakang untuk setiap akun yang Anda masukkan, mulai dari email, layanan cloud, hingga media sosial. Hal ini memang menjamin data selalu teraktualisasi di semua perangkat, namun setiap siklus sinkronisasi akan memaksa ponsel "terbangun", memakan kapasitas RAM, dan memicu aktivitas jaringan.

Jika Anda memiliki banyak akun yang tidak semuanya mendesak untuk diperbarui setiap detik, HP akan lebih sering mengalami stuttering atau panas yang tidak wajar. Dengan mengelola akun secara manual dan mematikan sinkronisasi otomatis, beban kerja CPU akan berkurang drastis, sehingga ponsel terasa jauh lebih "lega."

4. Background App Activity

Foto: Tangkapan layar pengaturan Android, Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Aplikasi media sosial dan belanja online adalah pihak yang paling sering berjalan di latar belakang untuk mengambil konten terbaru atau melacak aktivitas pengguna. Masalah muncul ketika terlalu banyak aplikasi melakukan hal serupa secara bersamaan. Ponsel dipaksa bekerja ekstra keras bahkan saat layarnya mati.

Solusi terbaik adalah membatasi aktivitas latar belakang bagi aplikasi yang jarang digunakan melalui menu pengaturan baterai. Dengan mengunci akses latar belakang tersebut, performa ponsel akan jauh lebih stabil karena sumber daya hanya dialokasikan untuk aplikasi yang sedang Anda gunakan secara aktif.

5. RAM Plus (Virtual RAM)

Foto: Make Use Of

Samsung memperkenalkan fitur RAM Plus yang mengubah sebagian memori internal menjadi RAM virtual. Secara teori, fitur ini membantu multitasking pada perangkat dengan RAM fisik terbatas. Namun, memori internal memiliki kecepatan baca-tulis yang jauh lebih lambat dibandingkan RAM fisik yang sebenarnya.

Ketergantungan sistem pada memori virtual yang lambat ini justru sering memicu lag, animasi yang patah-patah, hingga waktu pemuatan aplikasi yang lebih lama. Jika ponsel Anda sudah memiliki RAM fisik sebesar 8 GB atau lebih, mematikan RAM Plus sangat disarankan agar sistem tidak lagi beralih ke memori internal yang lambat tersebut.

Baca juga: Sia-sia! Mematikan Wi-Fi dan Bluetooth Ternyata Gak Bikin Baterai HP Lebih Awet

6. Optimized Processing Speed

Foto: Make Use Of

Pada perangkat Samsung, kecepatan pemrosesan biasanya diatur pada mode "Optimized" secara bawaan. Mode ini berusaha menyeimbangkan antara performa, suhu, dan ketahanan baterai. Meski terdengar ideal untuk pemakaian ringan, mode ini bisa menjadi penghambat saat ponsel harus menangani aplikasi berat atau gaming.

Ponsel sering kali terasa kurang responsif karena sistem secara agresif membatasi performa demi menjaga suhu. Mengubah pengaturan ini ke mode "High" atau "Maximum" dapat memberikan lonjakan performa yang signifikan, terutama bagi pengguna yang menuntut responsivitas tinggi saat melakukan multitasking berat.

7. Adaptive Battery

Foto: Make Use Of

Fitur dirancang untuk mempelajari kebiasaan pengguna dan membatasi daya bagi aplikasi yang jarang dibuka. Meskipun secara teori memperpanjang umur baterai, fitur ini membawa kompromi pada sisi kecepatan. Pengguna sering kali mengalami notifikasi yang terlambat masuk atau aplikasi yang sering melakukan reload saat dibuka kembali.

Bagi pengguna ponsel dengan kapasitas baterai besar atau dukungan pengisian daya cepat, menonaktifkan fitur ini bisa meningkatkan kenyamanan penggunaan. Tanpa pembatasan dari Adaptive Battery, aplikasi akan tetap berada dalam kondisi siap, sehingga perpindahan antar-aplikasi terasa lebih mulus dan instan.

Optimasi Android terbaik bukanlah tentang mengaktifkan semua fitur pintar yang tersedia, melainkan memahami proses mana yang benar-benar Anda butuhkan dan mana yang hanya menjadi beban bagi perangkat.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(yna/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar