Apakah Captcha Benar-benar Bisa Membedakan Robot dan Manusia?

Indah Mutia Ayudita . July 30, 2020

example of what captcha isIlustrasi. Foto: pandasecurity

Teknologi.id - Ketika memasukkan kredensial atau informasi kartu kredit pada suatu website biasanya kamu diminta untuk memasukkan beberapa kata atau penjumlahan matematika untuk melanjutkan ke proses selanjutnya.

Proses ini disebut dengan CAPTCHA (Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart). Dengan kata lain, CAPTCHA merupakan sebuah metode yang mampu membedakan manusia dengan mesin. 

CAPTCHA memanfaatkan kemampuan manusia untuk menentukan simbol berupa huruf dan angka tertentu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga tidak bisa dikenali oleh mesin, namun manusia bisa menganalisis simbol apa yang terbentuk.

Baca juga: 7 Website Menyenangkan yang Bisa Dikunjungi Kala Bosan

Ada beberapa bentuk CAPTCHA yang lazim digunakan, antara lain sebuah gambar dengan huruf-huruf yang terdistorsi, atau memilih beberapa gambar dengan tema tertentu.

Komputer akan sulit memahami perintah tersebut karena dibutuhkan kemampuan bahasa manusia untuk memahami perintah yang aneh tersebut, termasuk dengan bahasa santai yang biasa digunakan manusia.

Beberapa penggunaannya sekarang adalah pada pengadaan polling online untuk menghindari kecurangan. Selain itu, CAPTCHA juga digunakan pada formulir pendaftaran seperti pada Gmail atau akun sosial media lain.

Website yang mengatur ticketing suatu acara besar juga biasanya menggunakan CAPTCHA untuk menghindari pembelian tiket dalam jumlah besar-besaran sekaligus.

CAPTCHA juga bisa digunakan untuk membatasi bot untuk meninggalkan komentar spam pada suatu postingan web atau blog.

Baca juga: 5 Browser untuk Jelajahi Deep Web, Berani Coba?

Istilah CAPTCHA pertama kali digunakan di Universitas Carnegie Mellon pada tahun 2000. Namanya diambil berdasarkan tes yang dilakukan oleh Alan Turing, bapak komputer modern.

Turing melakukan tes untuk melihat apakah mesin bisa berpikir seperti manusia dengan berbasis imitasi. Seorang penanya akan menanyakan dua partisipan (satu manusia dan satu mesin) beberapa pertanyaan.

Para penanya tidak akan mengetahui yang mana partisipan manusia, dan yang mana partisipan mesin. Dari jawaban partisipan, penanya harus menebak yang mana yang merupakan partisipan mesin.

CAPTCHA biasanya menggunakan simbol yang tersimpan dalam bentuk gambar, dimana komputer biasanya lebih lambat dalam mendeteksi teks pada gambar, terlebih jika teksnya terdistorsi.

Selain pola visual, CAPTCHA juga menyediakan format audio untuk orang-orang yang memiliki kekurangan penglihatan.

Mengimplementasikan CAPTCHA untuk menjaga website-mu aman cukup menguntungkan. Meskipun bisa membuat CAPTCHA sendiri, akan lebih aman untuk menggunakan CAPTCHA dari website terpercaya seperti reCAPTCHA dari Google.

(im)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya