Samsung Perkenalkan OLED “Crease-Free” di CES 2026, Terobosan Besar Ponsel Lipat

Wildan Nur Alif Kurniawan . January 07, 2026


Foto: Sammobile.com

Teknologi.id – Di tengah gemerlap pameran teknologi terbesar dunia, Consumer Electronics Show (CES) 2026, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, kembali menegaskan dominasinya sebagai pemimpin pasar display global. Inovasi yang paling menyedot perhatian bukan hanya televisi raksasa atau perangkat AI rumah tangga, melainkan sebuah panel kecil yang dipamerkan di sudut booth Samsung Display. Di sana, Samsung memamerkan teknologi "Crease-Free OLED" atau layar lipat yang benar-benar bersih dari garis lipatan—sebuah pencapaian yang selama ini dianggap sebagai "Cawan Suci" (Holy Grail) dalam industri ponsel lipat.

Area pameran yang diberi tajuk "Crease Test" tersebut menjadi magnet bagi para jurnalis teknologi, termasuk tim detikInet yang melaporkan langsung dari lokasi. Selama bertahun-tahun, keluhan utama pengguna ponsel lipat adalah visibilitas garis lipatan yang muncul di bagian tengah layar. Garis ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga terkadang mendistorsi tampilan konten dan mengganggu pengalaman pengguna saat menyentuh layar. Dengan hadirnya teknologi terbaru ini, Samsung siap mengakhiri era "layar berkerut" dan memulai babak baru ponsel lipat yang mulus layaknya layar konvensional.

Mengintip Masa Depan: Galaxy Z Fold8 dan iPhone Fold

Spekulasi yang beredar kencang di lantai pameran menunjukkan bahwa teknologi layar tanpa bekas lipatan ini sudah disiapkan untuk diproduksi massal dalam waktu dekat. Para analis industri memprediksi bahwa Samsung Galaxy Z Fold8 yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun 2026 akan menjadi perangkat pertama di dunia yang mengadopsi panel revolusioner ini. Kehadiran layar mulus pada Fold8 diharapkan dapat mendongkrak angka penjualan Samsung yang mulai menghadapi persaingan ketat dari produsen asal China.

Namun, yang lebih menarik adalah keterkaitan teknologi ini dengan iPhone Fold milik Apple. Rahasia umum di industri teknologi menyebutkan bahwa Apple selama ini menunda perilisan ponsel lipat mereka karena belum puas dengan kualitas layar yang tersedia di pasar, terutama masalah garis lipatan yang dianggap mengganggu standar kesempurnaan produk mereka. Dengan keberhasilan Samsung Display menciptakan panel OLED yang nyaris tanpa cela ini, hambatan terbesar Apple pun tersingkir. Banyak pihak meyakini bahwa tahun 2026 akan menjadi saksi sejarah rilisnya iPhone lipat pertama yang menggunakan panel besutan Samsung ini.

Baca juga: Samsung Pamer Robot Vacuum Super Kuat di CES 2026, Daya Isapnya Tembus 10 Kg

Keajaiban Teknik di Balik Layar "Crease-Free"

Mengapa layar ini bisa tidak berbekas? Rahasianya terletak pada kombinasi material baru dan teknik rekayasa yang sangat presisi. Berdasarkan data teknis yang dihimpun dari Sammobile dan laporan lapangan, Samsung Display menggunakan struktur pelat pendukung metal yang sangat tipis di bawah panel OLED. Uniknya, pelat ini tidak solid secara merata, melainkan memiliki ribuan lubang mikro yang dibor menggunakan teknologi laser canggih.

Fungsi dari pengeboran laser ini adalah untuk menciptakan tingkat fleksibilitas yang berbeda pada area lipatan. Saat ponsel ditutup, pelat metal tersebut akan mendispersikan atau menyebarkan tegangan fisik secara merata ke seluruh permukaan layar, alih-alih memfokuskan tekanan pada satu titik garis tengah. Struktur ini mencegah pembentukan bekas lipatan permanen atau "kerutan" yang biasanya muncul setelah ribuan kali penggunaan.

Mitra strategis Samsung, Fine M-Tec, dikabarkan menjadi perusahaan yang memasok pelat metal canggih ini. Menariknya, Fine M-Tec juga disebut-sebut telah masuk ke dalam daftar rantai pasok resmi Apple. Sinergi antara desain layar Samsung dan komponen dari Fine M-Tec menciptakan sebuah sistem display yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki durabilitas yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Pengalaman Visual yang Berubah Total

Saat mencoba langsung panel ini di CES 2026, tim detikInet mencatat bahwa transisi gambar di area lipatan terasa sangat halus. Teks yang melintasi bagian tengah layar tidak lagi tampak "patah" atau melengkung. Bagi pengguna yang sering menggunakan ponsel lipat untuk membaca dokumen atau menonton video layar penuh, perbedaan ini akan sangat terasa.

Samsung mengklaim bahwa pengalaman ini adalah bentuk nyata dari "seamless text across the fold". Dengan hilangnya distorsi visual, batas antara ponsel lipat dan ponsel layar datar biasa semakin menipis. Pengguna kini mendapatkan keuntungan dari layar besar tanpa harus mengorbankan kualitas visual yang selama ini menjadi kelemahan perangkat foldable.


Foto: Geeky Gadgets

Strategi Samsung Menghadapi Persaingan Global

Langkah Samsung memamerkan teknologi ini di awal 2026 bukan tanpa alasan. Pasar ponsel lipat saat ini sedang berada di titik jenuh inovasi. Produsen seperti Huawei dan Honor telah merilis perangkat yang sangat tipis, namun masalah durabilitas dan bekas lipatan tetap menjadi tantangan. Dengan menghadirkan solusi konkret untuk masalah garis lipatan, Samsung ingin menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi raja inovasi di sektor display.

Selain itu, dengan menjadi pemasok utama bagi Apple, Samsung Display akan mendapatkan keuntungan finansial yang sangat besar, terlepas dari persaingan antara unit ponsel Samsung (MX Business) dengan iPhone. Ini adalah strategi cerdik di mana Samsung tetap memimpin pasar sebagai produsen perangkat sekaligus sebagai penyedia teknologi inti bagi kompetitor terbesarnya.

Baca juga: Samsung Pamer TV Micro RGB 130 Inci di CES 2026, Standar Baru TV Premium Dunia

Menuju Normalitas Baru

Pameran layar "Crease-Free" di CES 2026 menandai berakhirnya masa transisi ponsel lipat. Jika sebelumnya perangkat ini dianggap sebagai gadget futuristik yang penuh kompromi, di tahun 2026 nanti ponsel lipat akan dianggap sebagai perangkat yang "matang" dan siap digunakan oleh masyarakat luas. Dengan hilangnya garis lipatan, Samsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Fold diprediksi akan menjadi standar baru ponsel flagship dunia, menggantikan dominasi ponsel layar statis yang telah bertahan selama hampir dua dekade.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(WN/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar