
JAKARTA, 29 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Kegiatan ini menghadirkan enam program pelatihan unggulan yang menyasar tiga kelompok strategis secara simultan, yaitu guru SMKN 61 Jakarta, masyarakat umum, serta pemuda Karang Taruna.
Langkah ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 melalui pemberdayaan berbasis teknologi dan energi terbarukan.
Acara pembukaan diawali dengan laporan dari Ketua P2M Pendidikan Teknik Elektro UNJ, Drs. Readysal Monantun, M.Pd., yang dilanjutkan dengan sambutan perwakilan Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNJ, Dr. Daryanto, M.T. Turut memberikan sambutan perwakilan Kelurahan Pulau Tidung dan Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, S.Pd. Rangkaian pembukaan ini menunjukkan sinergitas yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Fokus Pelatihan: Literasi Digital hingga Kemandirian Energi Untuk segmen guru, UNJ menghadirkan dua pelatihan spesifik guna meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di SMKN 61 Jakarta. Pelatihan pertama mengangkat tema pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk penulisan karya ilmiah guna memperkuat literasi digital dan produktivitas guru (mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas). Pelatihan kedua berfokus pada pemanfaatan AI dalam pengembangan bahan ajar yang inovatif, membekali guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Bagi masyarakat umum Pulau Tidung, diberikan pelatihan yang berorientasi pada pengembangan ekonomi lokal dan kelestarian lingkungan. Program pertama adalah perawatan sepeda listrik yang dirancang untuk merangsang wirausaha dan menciptakan lapangan kerja produktif (mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Program kedua mengajarkan keterampilan perbaikan alat listrik rumah tangga guna menanggulangi dampak sampah elektronik. Program ini mendorong ekonomi sirkular (mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) sekaligus mencegah pencemaran lingkungan akibat perubahan iklim (mendukung SDG 13).
Sementara itu, khusus bagi pemuda Karang Taruna, UNJ memberikan dua pelatihan teknis yang aplikatif. Pelatihan pertama meliputi pemeliharaan dan penggantian baterai panel surya guna mendukung kemandirian energi bersih di kepulauan (mendukung SDG 7). Pelatihan kedua adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) pada instalasi rumah (Smart Home System). Keahlian ini diharapkan mampu menciptakan hunian cerdas dan hemat energi untuk mendukung perwujudan permukiman yang tangguh dan berkelanjutan (mendukung SDG 11).
Apresiasi dan Harapan Ke Depan Koordinator Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNJ, Mochammad Djaohar, S.T., M.T., menyatakan bahwa pembagian sasaran menjadi tiga kelompok ini dilakukan agar intervensi yang diberikan lebih tepat guna dan berdampak luas.
“Langkah ini kami ambil agar dampaknya menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan melalui guru, penguatan ekonomi kerakyatan melalui masyarakat umum, hingga pembentukan generasi muda yang melek teknologi melalui Karang Taruna,” jelas Mochammad Djaohar.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Kelurahan Pulau Tidung atas inisiatif UNJ yang mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat dan berharap ilmu tersebut dapat memajukan Pulau Tidung secara keseluruhan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, S.Pd., turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas peningkatan kapasitas yang diberikan. “Pelatihan ini sangat esensial bagi para guru, terutama dalam menghadapi era digital yang menuntut pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi,” ungkap Firdaus.
Ketua P2M Pendidikan Teknik Elektro UNJ, Drs. Readysal Monantun, M.Pd., menaruh harapan besar kepada para peserta. “Kami berharap seluruh peserta dari tiga kelompok sasaran dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dan menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan masing-masing, karena kemajuan sebuah bangsa dimulai dari pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput,” tegasnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNJ hadir sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan global melalui aksi nyata di tingkat lokal, sejalan dengan semangat “Think Global, Act Local” dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Sebagai informasi, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UNJ, memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang teknik elektro dan vokasi, dengan fokus pada literasi teknologi, energi terbarukan, dan pemberdayaan masyarakat.

Tinggalkan Komentar