Foto: tidbitspro.com

Teknologi.id – Implementasi jaringan 5G di Indonesia sudah mulai dioperasikan sejak 2021 lalu. Namun tercatat hingga saat ini penggunaannya belum mencapai tahap masif. Apa kabar dengan perkembangannya di tanah air?


Dilansir dari detikinet Jumat (25/08), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan penyebab situasi ini. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (DIrjen SDPPI) Kominfo, Ismail, mengatakan salah satu penyebab utamanya adalah tidak adanya killer content yang mendorong pengguna meninggalkan layanan 4G.


Ismail menyebutkan lewat Leaders Forum ‘Arah Industri Telekomunikasi Indonesia’, dahulu layanan 4G menerapkan terobosan di mana penggunanya bisa menonton video yang tidak bisa didukung layanan 3G. Sedangkan sejauh ini, layanan 5G hanya menawarkan tambahan kecepatan saja dibandingkan 4G.


Sebelumnya pada Jumat (05/05) lalu, sudah pernah ada pernyataan lain mengenai situasi 5G di Indonesia dari Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini. Secara buka-bukaan, Dian menyebutkan jaringan 5G di RI belum bisa dikembangkan dan masih terasa tak ada beda dengan 4G.


“Spektrumnya masih belum ada. The real 5G services itu belum bisa dikembangkan. Yang ada sekarang kan 5G rasa 4G kan memang spektrum yang dipakai masih spektrum 4G,” ujar Dian dikutip dari CNBC Indonesia. Dian kemudian menerangkan lagi, saat ini dan ke depannya 5G akan lebih banyak digunakan untuk bisnis. Untuk konsumen umum, layanannya masih akan mirip dengan 4G, sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu dengan menambah kecepatan download dan upload.


Baca Juga: Keunggulan Teknologi 5G Terbaru 


Kilas balik lebih jauh sejenak, jaringan 5G di Indonesia mulai beroperasi secara komersial sejak Senin, 24 Mei 2021 lalu. Sebelum Kementerian Kominfo dan beberapa badan telekomunikasi resmi meluncurkannya, jaringan 5G sudah melalui 12 kali uji coba sejak 2017 hingga 2020.


Pada tahun 2017, XL Axiata menggelar uji coba indoor dengan pita frekuensi 15 GHz dan Telkomsel dengan 72 GHz. Salah satu uji coba juga dilaksanakan saat Asian Games pada 2018, di mana operator seluler Telkomsel melakukan uji coba indoor dan outdoor pita frekuensi 28 GHz.


Menteri Kominfo yang menjabat saat itu, Johnny G Plate, dalam rapat dengan komisi I DPR RI di awal April 2021, mengatakan ada lima aspek kebijakan yang penting diimplementasikan dalam pengembangan 5G di tanah air.


Aspek satu adalah regulasi. Aspek dua adalah spektrum frekuensi radio. Aspak tiga adalah model bisnis. Aspek empat adalah infrastruktur. Sedangkan aspek kelima adalah perangkat, ekosistem, dan talenta digital.


Dalam rapat tersebut, implementasi penyebaran jaringan 5G direncanakan rampung pada 2024 di 13 wilayah utama (ibu kota negara atau IKN, enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa, enam destinasi wisata superprioritas, dan satu wilayah industri manufaktur).


Tercatat pada 2023 hingga April lalu, jaringan 5G baru bisa dirasakan di daerah Jabodetabek, Bandung, Batam, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Surakarta, Denpasar, dan Medan.

Kolaborasi Pemerintah dengan Provider

Selain itu, ada perkembangan apa lagi di Indonesia terkait jaringan 5G? Pada Selasa (04/06) lalu, Kementerian Kominfo meluncurkan siaran pers mengenai percepatan implementasi 5G untuk tingkatkan PDB Nasional. Dalam siaran tersebut, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Wayan Toni Supriyanto mengatakan pemerintah berkolaborasi dengan pihak penyelenggara layanan telekomunikasi berupaya aktif menggencarkan implementasi use case teknologi 5G untuk mendukung pembangunan kota cerdas atau smart city.


Dirjen Wayan Toni mengatakan dalam Seminar Journey to 5G Smart City di Surakarta, perkembangan jaringan 5G di Indonesia berpotensi berkontribusi lebih dari Rp2.000 Triliun, yaitu setara 9,5% dari total PDB (Produk Domestik Bruto) pada tahun 2030. Jaringan 5G digadang-gadang punya potensi besar untuk dimanfaatkan dalam mempercepat transformasi digital Indonesia, baik itu dari sektor industri, kesehatan, transportasi, pariwisata, pertambangan, dan segala macamnya.


Di Kota Solo sendiri baru-baru ini pada Selasa (22/08), mengutip Solopos, perusahaan teknologi Huawei Indonesia resmi mulai bekerjasama dengan Pemkot Solo dalam membangun Showcase F5G Giga City lewat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan memorandum of agreement (MoA) di Solo Technopark. Melalui program ini, Solo ditargetkan menjadi kota dengan jaringan internet 5G tercepat di Indonesia.


Penerapan jaringan 5G masih terus berkembang di Indonesia. Diharapkan implementasi ini tak hanya sebatas untuk melengkapi potensi bisnis, tetapi juga konsumen umum secara lebih menyeluruh.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.


(nar)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar