Masa Depan Asia Tenggara: Peluang Layanan Perbankan Digital

pexels.com

Perkembangan digital telah merubah perilaku hidup masyarakat, adapun perubahan tersebut dimulai dari cara masyarakat berbelanja, berkomunikasi, melakukan perjalanan atau transportasi dan keuangan. Transformasi tersebut tidak dapat kita hindari tetapi perlu di tanggapi dengan bijak. Salah satu yang menjadi sorotan adalah perubahan terhadap bidang ekonomi atau perbankan, jasa keuangan digital telah menerobos hambatan-hambatan infrastruktur.

Dengan adanya jasa keuangan digital, masyarakat tidak perlu repot ke ATM, kantor cabang ataupun POS untuk melakukan transaksi. Dari sisi bank sendiri, teknologi mengurangi biaya operasional yaitu biaya dalam melayani pelanggan yang dikarenakan turunnya biaya tenaga kerja dan infrastruktur fisik. Namun disamping keuntungan tersebut tantangan utama adalah bagaimana cara memanfaatkan data online dan offline untuk mendukung pelanggan potensial.

Berdasarkan hal terebut, Asian Development Bank telah mengidentifikasi bahwa Indonesia dan Philipina merupakan peluang paling besar di bidang bisnis layanan pembayaran, tabungan dan kredit perbankan digital. Seperti pada grafik di bawah, perpindahan uang tunai ke pembayaran digital dapat mencapai $53 Milyar dan $7 Milyar di Philipina. Sedangkan ada sektor tabungan dan kredit, dana yang dapat berpindah ke digital di Indonesia mencapai $24,4 Milyar dan di Philipina $12 Milyar.

Tantangan Layanan Keuangan Digital

Seperti yang telah dipaparkan oleh data dari Asian Development Bank, layanan keuangan digital merupakan peluang bagi bank untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan namun adapun pertimbangan yang perlu diperhatikan. Pertimbangan tersebut meliputi tantangan-tantangan yang muncul, seperti:

Ekosistem dan Kesiapan Teknologi yang Belum Berkembang

Saat ini level kesiapan bank ASEAN berada pada level yang beragam, dengan bank Singapura yang memimpin dan Bank Philipina dan Thailand yang masih tertinggal dalam infrastruktur perbankan digital. Perlunya pemerataan pembangunan infrastruktur perbankan digital di setiap negara agar layanan perbankan di lingkup ASEAN dapat berlajan dengan lancar.

Keterlibatan Pemerintah

Tanpa peran dari pemerintah, baik dalam hal regulasi maupun pengadaan infrastruktur perbankan digital perkembangan teknologi di bidang perbankan ini tidak akan dapat termanfaatkan dengan baik. Untuk itu segala perkembangan yang ada perlu adanya dukungan dari pemerintah.

Artikel ini pertama kali tayang di pwc.com, baca artikel sumber.

Baca Juga: Inilah Uang Elektronik Terpopuler di Indonesia Sepanjang Tahun 2017

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *