8 Startup Keren yang Mendigitalkan Pertanian Indonesia

Photo by Anaya Katlego on Unsplash.

Kehadiran bisnis startup di Indonesia ini ternyata banyak membantu masyarakat.

Apa itu start up? Startup adalah sebuah perusahaan rintisan, umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Kebanyakan perusahaan startup adalah sebuah usaha yang baru didirikan dan masih mencari pasar yang tepat bagi mereka untuk beroperasi.

Istilah startup memang tepat digunakan karena ini adalah awal perjalanan di dunia perusahaan. Kebanyakan perusahaan start up memanfaatkan media digital untuk melakukan kegiatan perusahaannya.

Perkembangan startup di Indonesia tergolong bagus, setiap tahunnya terus bermunculan startup baru yang semakin beragam jenis dan manfaatnya. Hal ini didukung pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, ada sekitar 1.500 start up lokal yang ada di Indonesia. Startup di Indonesia sendiri memiliki tiga klasifikasi, yaitu start up game, edukasi, dan perdagangan.

Kehadiran bisnis startup di Indonesia ini ternyata banyak membantu masyarakat untuk memulai berbisnis dengan gaya baru di dunia digital. Mengingat Indonesia adalah negara agraris, beberapa developer atau pengusaha startup memanfaatkan peluang ini dan menciptakan bisnis startup di bidang pertanian.

Apa saja inovasi startup di bidang pertanian Indonesia? Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (4/10), ini dia delapan startup bidang pertanian di Indonesia.

1. SiKumis.

Foto: sikumis.com.

SiKumis merupakan startup dengan fitur menjual barang-barang perlengkapan untuk bercocok tanam. Bukan hanya itu, SiKumis juga menjual beberapa bibit tanaman, pupuk, dan produk hasil tani. Perusahaan yang didirikan Edward S Siagian dan Chintya Fransisca ini telah berkembang menjadi perusahaan sosial dengan ribuan pelanggan dan nilai transaksi mencapai miliaran rupiah sejak didirikan tiga tahun silam.

2. iGrow.

Foto: igrow.asia.

iGrow didirikan Muhaimin Iqbal, Andreas Senjaya, dan Jim Oklahoma pada 2014. Perusahaan ini memberatkan fokus pada tiga unsur elemen yaitu modal, pasar dan kemampuan budidaya. iGrow menghubungkan antara investor, petani, pembudidaya, maupun pemilik lahan. iGrow membuka kesempatan bagi orang-orang yang ingin berinvestasi di bidang pertanian.

3. CROWDE.

Foto: crowde.com

Crowde adalah sebuah platform untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai modal kerja petani. Dengan metode crowd-lending, CROWDE bergerak sebagai platform permodalan yang mengelola dana masyarakat yang disalurkan pada proyek petani. Startup yang dirikan tahun 2015 oleh Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad Ganis ini hadir untuk membantu petani sekaligus menjadi platform edukasi untuk permodalan.

4. Limakilo.

Foto: limakilo.id

Limakilo adalah sebuah startup yang terfokus pada tata niaga jual beli bawang merah dan menjadi platform bertemunya petani dan pembeli secara langsung. Limakilo pertama beroperasi di Jakarta, hingga saat ini sudah merambah kota-kota lain seperti Yogyakarta, Bandung, Brebes dan Cirebon. Keberadaan Limakilo membantu para petani bawang merah untuk menjual hasil tani dengan lebih transparan.

Untuk mengetahui lebih lengkapĀ startupĀ nomor 5 sampai nomor 8, baca selengkapnya di sini.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *