chatgpt edu
Sumber: Andrew Neel/ Pexels.com


Teknologi.id - Pada 30 Mei 2024, OpenAI mengumumkan peluncuran ChatGPT Edu, versi khusus dari ChatGPT yang dirancang untuk universitas. Tujuan utama dari versi ini adalah membantu mahasiswa, dosen, peneliti, dan operasional kampus dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab. 

Didukung oleh model bahasa besar terbaru, Chat GPT-4o, ChatGPT Edu menawarkan berbagi fitur yang dirancang untuk meningkatkan kegiatan pendidikan dan operasional di kampus. 

Teknologi Canggih di Balik ChatGPT Edu


chatgpt edu
Sumber: Matheus Bertelli/ Pexels.com


ChatGPT-4o merupakan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) terbaru dan tercanggih dari OpenAI. Model ini mendukung input teks dan vision serta dilengkapi dengan berbagai tools seperti analisis data, penjelajahan web, dan peringkasan dokumen. 

Dengan kemampuan tersebut, ChatGPT Edu tidak hanya unggul dalam interpretasi teks, pengkodean, dan matematika, tetapi juga menawarkan solusi yang lebih komprehensif untuk kebutuhan pendidikan tinggi. 

Penawaran ChatGPT Edu juga mencakup keamanan dan kontrol tingkat perusahaan yang terjangkau untuk institusi pendidikan. Dengan demikian, universitas dapat memastikan bahwa penggunaan AI dilakukan dengan aman dan sesuai dengan kebijakan privasi yang ketat.

Percakapan dan data yang digunakan dalam ChatGPT Edu tidak akan digunakan untuk melatih model OpenAI, menjamin privasi dan keamanan data pengguna. 

Manfaat ChatGPT Edu Bagi Kampus


chatgpt edu
Sumber: Fauxels/ Pexels.com


OpenAI mengungkapkan bahwa ChatGPT Edu dapat membantu berbagai tugas operasional kampus. Beberapa contoh penggunaan yang diungkapkan antara lain: 

  • Bimbingan belajar yang dipersonalisasi untuk mahasiswa: ChatGPT dapat memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan individual setiap mahasiswa. 
  • Peninjauan resume mahasiswa: ChatGPT dapat membantu mahasiswa dalam menyusun dan meninjau resume mereka agar lebih kompetitid di pasar kerja. 
  • Bantuan dalam penulisan permohonan hibah pendanaan: Peneliti dapat memanfaatkan ChatGPT untuk menulis dan mengedit proposal hibah dengan lebih efisien. 
  • Penilaian dan masukan untuk fakultas: Dosen dapat menggunakan ChatGPT untuk membantu dalam proses penilaian tugas mahasiswa dan memberikan masukan yang konstruktif. 

Selain itu, fitur-fitur utama dari ChatGPT Edu meliputi: 

  • Akses ke GPT-4o
  • Analisis data, penjelajahan web, dan ringkasan dokumen
  • Dapat dipersonalisasi atau disesuaikan
  • Batas pesan tinggi
  • Dukungan multibahasa lebih dari 50 bahasa dengan peningkatan kualitas dan kecepatan
  • Keamanan dan privasi yang kuat

Baca juga: Sam Altman Kembangkan OpenAI ChatGPT-5, Otak Virtual Bisa Berpikir Seperti Manusia

Inspirasi dari Implementasi Sukses di Universitas Ternama


chatgpt edu
Sumber: Lina Kivaka/ Pexels.com


Pengembangan ChatGPT edu terinspirasi dari keberhasilan implementasi ChatGPT Enterprise di beberapa universitas ternama seperti University of Oxford, Wharton School of University of Pennsylvania, University of Texas di Austin, Arizona State University, dan Columbia University di City of New York.

Institusi-institusi ini telah memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman pendidikan dan efisiensi operasional, membuka jalan bagi adopsi AI yang lebih luas di dunia akademis.

Contoh konkret dari implementasi ini adalah proyek yang dipimpin oleh Profesor Nabila El-Bassel di Columbia University. El-Bassel dan timnya mengembangkan GPT yang dapat dengan cepat menganalisis dan mensintesis kumpulan data besar.

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi kematian akibat overdosis dengan memungkinkan intervensi yang lebih tepat waktu dan efektif. Dengan kemampuan AI untuk mengubah penelitian berminggu-minggu menjadi hitungan detik, para peneliti dapat lebih cepat mengambil tindakan yang diperlukan.

Di Wharton School, mahasiswa sarjana dan MBA dalam mata kuliah Profesor Ethan Mollick menggunakan ChatGPT untuk menyelesaikan tugas refleksi akhir. Dengan terlibat dalam diskusi dengan GPT yang dilatih mengenai materi kursus, siswa melaporkan wawasan yang lebih mendalam tentang pembelajaran mereka.

Ini menunjukkan bagaimana AI dapat memperkaya proses pembelajaran dengan menyediakan umpan balik yang cepat dan relevan.

Di Arizona State University, Asisten Profesor Christiane Reves sedang mengerjakan GPT "Language Buddies" (Teman Bahasa) khusus agar siswanya dapat berlatih bahasa Jerman. AI ini memberikan percakapan dan masukan yang dipersonalisasi, membantu siswa meningkatkan keterampilan bahasa mereka sekaligus menghemat waktu pengajar dalam penilaian.

Dengan demikian, ChatGPT edu tidak hanya mendukung pengajaran bahasa tetapi juga meningkatkan efisiensi pengajaran secara keseluruhan.

Dengan diluncurkannya ChatGPT edu, OpenAI membuka peluang bagi institusi pendidikan untuk mengadopsi teknologi AI yang canggih dan aman. Universitas dapat mengandalkan ChatGPT edu untuk mendukung kegiatan akademik dan operasional mereka, membuka jalan bagi masa depan pendidikan yang lebih terintegrasi dengan teknologi AI.

Baca Berita dan Artikel lain di Google News

(bmm)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar