Ilmuwan Prediksi Fitur & Desain Ponsel di Masa Depan, Salah Satunya bisa Self Repair!

Novrizal Rizaldi . December 28, 2023

Foto: The Daily Mail

Teknologi.id - Tidak lama setelah iPhone 15 dirilis, baru-baru ini para ahli sudah mulai membayangkan dan memprediksi desain dan spesifikasi ponsel di masa depan. Dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI), Mobiles.co.uk akan memberitahu kita dan memperkirakan lima kemungkinan perkembangan ponsel cerdas di masa depan dari ponsel yang fleksibel hingga perangkat yang dapat memperbaiki sendiri. 

Menariknya, para ahli mengatakan bahwa teknologi ini mungkin akan segera hadir di beberapa tahun mendatang, meskipun beberapa idenya terdengar seperti alat bantu medis. Dengan menggunakan kombinasi alat AI Midjourney, Dalle3, dan Adobe Firefly, hasilnya para ahli elah mampu membuat gambar seperti apa ponsel di masa depan. Tentunya hasil gambar ini sudah berdasarkan berbagai fitur dan kecanggihan yang mungkin dianggap bisa terealisasi. 

Lalu seperti apa ide dan bentuk ponsel masa depan? Artikel akan membahas bagaimana para Ahli memanfaatkan Teknologi AI untuk memprediksi, desain dan ide unik dari ponsel di masa depan. 

Baca Juga: Resmi Huawei Nova 12 Ultra Diluncurkan di China, Apa Saja Fiturnya?

Prediksi Desain dan Ide Ponsel di Masa Depan

Amrit Chatha, selaku pakar seluler dan Mobiles.co.uk mengatakan bahwa jika melihat masa depan industri telepon seluler, sangat menarik untuk mempertimbangkan kemungkinan ponsel seperti apa di masa depan, baik dari segi kemampuan pengisian daya bertenaga surya, hingga desain ekterior yang lebih kuat dan mudah beradaptasi, smartphone diharapkan dapat berubah secara drastis dalam beberapa tahun ke depan guna memenuhi kebutuhan lingkungan. Berikut ulasannya. 

1. Material yang Fleksibel 

(Foto: Mobiles.co.uk)

Salah satu teknologi yang futuristik yang sedang berkembang saat ini adalah ponsel yang flekbisel. Hal ini bisa dilihat pada ponsel lipat seperti Motorola Razr Plus yang sudah menggunakan beberapa bahan fleksibel untuk membuka dan menutup layar sentuh berukuran besar. 

Namun, fleksiblilitas saat ini masih terbatas pada bagian layar tertentu. Menurut AI, suatu hari ini nanti ponsel di masa depan akan dibuat sepenuhnya fleksibel untuk menciptakan ponsel yang dapat beradaptasi dengan linkungan. 

Baru-baru ini Motorola telah meluncurkan konsep ponsel lipat yang dapat dililitkan di pergelangan tangan penggunanya. Dijuluki sebagai smartphone wearable pertama di dunia, perangkat ini memiliki fitur layar ponsel full HD+ 6,9 inci yang tampak dapat ditekuk menjadi bentuk apapun. 

Dengan adanya hal ini menandakan bahwa teknologi seperti teknologi bahan yang fleksibel akan tersedia secara luas dan beberapa produsen ponsel akan berinvestasi jauh untuk membuat hal ini terealisasi. Selain itu ponsel fleksibel ini akan membuat perangkat jauh lebih kuat, yang berarti perangkat tersebut dapat bertahan lebih lama dibandingkan ponsel pada umumnya. 

2. Pengisian Daya Bertenaga Surya

(Foto: Mobiles.co.uk)

Tidak menutup kemungkinan di masa depan, produsen ponsel pintar akan memberikan kemampuan daya pada ponsel dengan cara yang lebih berbeda. Para ahli mengatakan bahwa suatu hari nanti mungkin dalam mengisi daya akan menggunakan sumber energi yang terbarukan dan tidak menggunakan kabel. Seperti halnya tenaga surya yang tidak terbatas, dan para ahli akan melihat inovasi ini dapat tercipta. 

Sehingga ponsel dengan pengisi daya tenaga surya akan mendukung ponsel selama berhari-hari jauh dari stopkontak. Namun, untuk saat ini para ahli belum bisa memasang panel surya pada ponsel kita seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. 

Menariknya pada tahun 2016 lalu, Kyocera pembuat telepon di Jepang mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan telepon yang dapat mengisi daya dibawah sinar matahari. Tentunya perangkat ini bekerja dengan memasang lapisan fotovoltaik di layar yang dapat menghasilkan satu menit waktu panggilan untuk setiap tiga menit dibawah sinar matahari. 

Tentunya inovasi pada baterai dan panel surya ini layak digunakan jika baterai dan panel surya dapat mengisi daya dengan cukup cepat saat terpapar sinar matahari dalam waktu yang singkat. Para ahli berpendapat bahwa akan terjadi peningkatan permintaan energi terbarukan untuk mendorong pengembangan teknologi tenaga surya ke depannya, seiring berjalannya permintaan energi terbarukan ini, penerapan teknologi ini mungkin akan meningkat juga secara proposional.

3. Fitur Teknologi Memperbaiki Sendiri (Self-Repair

(Foto: Mobiles.co.uk)

Pada saat ini kita tahu betapa sakitnya ponsel kita saat terjatuh dan melihat kaca yang dulunya masih asli berubah menjadi sebuah jaring laba-laba yang retak. Daripada kita mengeluarkan uang untuk memperbaiki layar yang rusak, para ahli mengatakan bahwa telepon masa depan munkin dapat memperbaiki dirinya sendiri. Pembuatan perangkat baru dan suku cadang pengganti menggunakan banyak energi dan bahan bakar fosil sehingga perbaikan ponsel sendiri akan menjadi langkah maju yang besar dalam inovasi bidang smartphone, tentunya jika hal ini terealisasi merupakan teknologi paling futuristik untuk sebuah ponsel. 

Namun, teknologi imiah fiksi ini mungkin tidak sejauh yang kita bayangkan. Tahun ini, para ilmuan dari Universitas Stanford mengembangkan kulit sintetis yang dapat menyatu kembali menggunakan panas dan magnet. Kulit ini terbuat dari bahan silikon dan polipropilen glikol yang dapat meregang seperti kulit manusia tanpa robek dan sifat magnetisnya dapat menyelaraskan diri. 

Para ilmuan telah mencapai apa yang mereka bisa, dengan adanya penelitian ini diyakini sebagai bentuk demonstrasi pertama dari sensor film tipis multi layer yang secara otomatis dapat menyelaraskan kembali selama memperbaiki diri dan ini menjadi langkah penting bagaimana teknologi ini dapat meniru sifat kulit manusia, yang memiliki banyak laposan yang semuanya berkumpul kembali dengan benar selama proses memperbaiki diri. Dengan menggunakan teknik semacam ini, suatu hari ini nanti para ilmuwan mungkin dapat membuat bahan telepon yang dapat memperbaiki dirinya sendiri seiring berjalannya waktu. 

4. Material Sustainable

(Foto: Mobiles.co.uk)

Jika teknologi dimana ponsel dapat memulihkan dirinya sendiri merupakan hal yang terlalu lama untuk ditunggu, saat ini para ilmuwan sedang berupaya menuju masa depan yang lebih ramah iklim, dan selain itu ponsel masa depan akan mulai menggunakan sumber daya yang lebih berkelanjutan. 

Smartphone pada saat ini mempunyai dampak yang besar terhadap sumber daya dunia karena ponsel pintar ini telah mengambil sejumlah besar mineral langka seperti kobalt untuk diproduksi. Pengembangan material baru dengan kinerja lingkungan yang lebih baik dapat mengurangi ketergantungan industri pada sumber daya tak terbarukan. Namun, pengembangan material berkelanjutan ini menjadi sulit karena kebutuhan akan material sangat tinggi. 

Baca Juga: Ini Dia Daftar HP Xiaomi yang Akan Dapat HyperOS di Awal 2024

5. Teknologi Grip

(Foto: Mobiles.co.uk)

Terakhir, meskipun ini bukan sebuah inovasi paling menarik, Namun ide ini dapat memecahkan salah satu masalah paling menjengkelkan pada ponsel modern. Dengan bantuan AI, para ahli telah membayangkan suatu hari nanti ponsel akan menampilkan layar unik bergaya kulit ular, untuk cengkraman dan daya tahan yang lebih baik.

Bentuknya sangat sederhana, ponsel tidak akan dibuat terlalu licin sehingga kemungkinan kecil ponsel akan terjatuh, sehingga akan lebih sedikit ponsel yang rusak dan perlu diperbaiki. Hal ini tentunya akan berdampak baik bagi lingkungan tetapi juga akan sangat membantu para penyandang disabilitas yang mungkin akan kesulitan untuk memegang sebuah ponsel.


Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(nr)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar