
Foto: blog.netmanageit.com
Teknologi.id – Raksasa teknologi Microsoft baru saja menghadapi gelombang keluhan dari pengguna Windows 11 menyusul perilisan pembaruan perangkat lunak terbaru yang justru memicu sejumlah gangguan teknis serius. Laporan mengenai kegagalan sistem saat proses mematikan daya hingga fenomena nyala ulang paksa secara mendadak menjadi isu utama yang ramai dibicarakan di berbagai forum teknologi. Menanggapi situasi yang mengganggu produktivitas pengguna ini, Microsoft bergerak cepat dengan mengonfirmasi adanya bug tersebut dan menyiapkan langkah perbai kan darurat guna memulihkan kestabilan sistem operasi andalan mereka.
Bug Setelah Update Windows 11
Masalah ini mulai terdeteksi segera setelah pengguna melakukan instalasi pembaruan rutin yang dirilis Microsoft pada pekan ini. Alih-alih mendapatkan peningkatan performa atau penambalan keamanan, sejumlah pengguna justru mendapati perangkat mereka berperilaku tidak wajar.
Gangguan yang paling dominan adalah kegagalan sistem untuk melakukan proses mematikan daya atau shutdown secara sempurna. Banyak pengguna melaporkan bahwa meskipun layar sudah gelap, komponen perangkat keras seperti kipas dan lampu indikator tetap menyala, sehingga memaksa pengguna untuk melakukan pemutusan daya secara.
Selain kendala saat mematikan perangkat, muncul pula isu nyala ulang atau restart mendadak tanpa peringatan di tengah aktivitas kerja. Gangguan ini menyebabkan banyak pengguna kehilangan data yang belum sempat tersimpan, sehingga memicu rasa frustrasi di kalangan pekerja profesional maupun pelajar.
Baca juga: Keamanan Windows 11 Diuji: XPIA Disebut Mengancam Agentic OS
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa bug ini tidak hanya menyerang satu model perangkat saja, melainkan tersebar di berbagai konfigurasi perangkat keras yang menjalankan Windows 11. Hal ini menunjukkan adanya ketidakcocokan antara instruksi kode pada pembaruan terbaru dengan manajemen daya di inti sistem operasi.
Kejadian ini memaksa Microsoft untuk mengakui adanya cacat pada paket pembaruan tersebut. Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi akar permasalahan yang terletak pada konflik antara layanan sistem tertentu dengan penggerak atau driver manajemen daya.
Situasi ini dianggap cukup mendesak karena berkaitan dengan fungsi dasar pengoperasian komputer. Kecepatan respons Microsoft dalam mendeteksi masalah ini menjadi kunci penting agar jumlah pengguna yang terdampak tidak semakin meluas, mengingat Windows 11 saat ini digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia untuk menunjang kebutuhan harian.
Link Download Update Darurat Microsoft

Foto: tangkapanlayar/microsoft.update.catalog
Untuk mengatasi gangguan pada sistem tersebut, Microsoft telah resmi menggulirkan pembaruan darurat pada 17 Januari 2026. Perbaikan ini ditujukan bagi pengguna Windows 11, Windows Server, hingga Windows 10 yang masih terdaftar dalam program pembaruan keamanan diperpanjang (ESU).
Penting untuk dicatat bahwa pembaruan bersifat out-of-band (OOB) ini tidak akan muncul secara otomatis pada menu Windows Update di pengaturan perangkat. Oleh karena itu, pengguna yang terdampak diwajibkan mengunduh file perbaikan secara manual melalui situs resmi Microsoft Update Catalog agar fungsi komputer kembali normal.
Berikut adalah daftar paket pembaruan penting beserta tautan unduhannya:
- KB5077744 untuk Windows 11 25H2 dan 24H2, memperbaiki masalah Remote Desktop. Ini link download-nya.
- KB5077797 untuk Windows 11 23H2, memperbaiki bug gagal shutdown. Ini link download-nya.
- KB5077793 dan KB5077800 untuk Windows Server 2025 dan 2022, terkait Remote Desktop. Ini link download-nya.
- KB5077796 untuk Windows 11 Enterprise. Ini link download-nya.
Masalah pada Outlook dan File Explorer
Di sisi lain, Microsoft juga mengakui adanya masalah ketiga yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen, yakni aplikasi Outlook Classic yang mengalami crash. Gangguan ini terutama menyerang pengguna dengan akun Post Office Protocol (POP).
Setelah pembaruan Januari 2026 terpasang, aplikasi pengelola email tersebut sering kali tidak bisa dibuka meskipun sistem menunjukkan aplikasi sudah berjalan di latar belakang. Sebagai solusi sementara, pengguna disarankan untuk menghentikan proses aplikasi secara manual melalui Task Manager.
Baca juga: Windows 10 Berakhir, Begini Cara Update Windows 11
Selain masalah pada Outlook, sejumlah laporan pengguna juga menyebutkan munculnya fenomena layar hitam sesaat sebelum desktop tampil, wallpaper yang tiba-tiba berubah warna, serta gangguan pada tampilan berkas di File Explorer. Masalah-masalah tambahan ini belum ditangani secara resmi oleh Microsoft melalui patch darurat yang baru dirilis.
Kecepatan Microsoft dalam merilis perbaikan darurat ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kestabilan ekosistem Windows 11. Namun, para pengguna tetap diimbau untuk teliti dalam menerapkan pembaruan dan selalu melakukan pencadangan data guna mengantisipasi kegagalan sistem yang mungkin terjadi akibat ketidakcocokan perangkat lunak di masa mendatang.
Upaya Pemulihan Stabilitas Sistem Operasi
Perilisan update darurat oleh Microsoft merupakan langkah krusial untuk memulihkan fungsi dasar sistem operasi Windows 11 yang terganggu pasca pembaruan rutin. Fokus pada perbaikan fitur Remote Desktop dan fungsi shutdown diharapkan dapat segera memulihkan produktivitas pengguna, terutama di lingkungan korporasi. Microsoft terus memantau laporan pengguna untuk menyiapkan perbaikan lanjutan bagi masalah teknis lainnya yang masih tersisa dalam sistem operasi mereka.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(AA/ZA)

Tinggalkan Komentar