Gantikan Blackwell, Nvidia Rilis Vera Rubin di CES 2026 Jadi Otak Superkomputer AI!

⁠Adimas Herviana . January 08, 2026

Foto: techpowerup

Teknologi.id - Pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Nvidia memperkenalkan arsitektur chip AI terbaru bernama Vera Rubin. Kehadiran Rubin menjadi tonggak penting dalam strategi perusahaan semikonduktor ini, sekaligus menggantikan arsitektur Blackwell yang sebelumnya menjadi fondasi utama komputasi AI. Jensen Huang, CEO Nvidia, menyampaikan bahwa Rubin dirancang untuk menghadapi lonjakan kebutuhan komputasi yang semakin besar, baik untuk pelatihan model maupun inferensi. 

Nama Rubin diambil dari astronom Vera Florence Cooper Rubin, sosok yang dikenal atas penelitian mengenai materi gelap. Pemilihan nama ini mencerminkan penghargaan terhadap kontribusi ilmiah sekaligus simbol ambisi Nvidia dalam memperluas teknologi komputasi.

Perubahan yang Terukur Dari Blackwell ke Rubin

Arsitektur Blackwell yang diumumkan pada 2025 sempat menjadi standar utama pusat data AI. Rubin hadir dengan pendekatan berbeda. Alih-alih hanya berfokus pada GPU, Rubin merupakan platform terintegrasi yang terdiri atas enam chip utama: Vera CPU, Rubin GPU, NVLink 6 Switch, ConnectX-9 SuperNIC, BlueField-4 DPU, dan Spectrum-6 Ethernet Switch. 

Pendekatan ini disebut sebagai “extreme codesign”, yang memungkinkan sistem bekerja layaknya satu superkomputer AI. Dengan bandwidth hingga 260 terabyte per detik, Rubin menghadirkan kecepatan komunikasi antarchip yang jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.

Baca Juga: Trump Bolehkan Ekspor Chip Nvidia ke China, Kok Bisa?

Vera CPU, Inovasi untuk Agentic AI

Salah satu pembaruan paling menonjol adalah Vera CPU, CPU pertama Nvidia yang dirancang khusus untuk agentic reasoning. Agentic AI merujuk pada kemampuan sistem untuk berpikir, merencanakan, dan bertindak secara mandiri dalam jangka panjang. 

CPU ini dibangun dengan 88 core Olympus berbasis Armv9.2 serta konektivitas NVLink-C2C berkecepatan tinggi. Kombinasi tersebut memungkinkan CPU menangani beragam beban kerja pusat data dengan efisiensi daya yang lebih baik.

Rubin GPU dan NVLink 6, Mesin Kecepatan Tinggi

Foto: Nvidia Newsroom

Rubin GPU hadir dengan Transformer Engine generasi ketiga, mendukung kompresi adaptif berbasis perangkat keras, serta mampu mencapai performa hingga 50 petaflops NVFP4 untuk inferensi AI.

Sementara itu, NVLink generasi keenam menghadirkan bandwidth 3,6 TB per detik per GPU. Dengan NVLink, satu rak Rubin NVL72 mampu mencapai 260 TB per detik, menjadikan Rubin sebagai platform yang sangat stabil untuk beban kerja AI berskala besar.

Perlindungan Data dan Keandalan Sistem

Rubin tidak hanya berfokus pada performa. Nvidia menghadirkan Confidential Computing generasi ketiga yang memberikan perlindungan menyeluruh di level CPU, GPU, hingga NVLink. Hal ini penting untuk menjaga keamanan model AI bernilai tinggi.

Selain itu, Rubin dilengkapi RAS Engine generasi kedua yang menghadirkan pemantauan kesehatan real-time, toleransi kesalahan, serta perawatan proaktif. Sistem ini memastikan produktivitas tetap terjaga meski menghadapi gangguan teknis.

Efisiensi Energi sebagai Prioritas

Nvidia menekankan bahwa Rubin mampu menghadirkan delapan kali lebih banyak komputasi inferensi per watt dibanding Blackwell. Efisiensi energi ini menjadi krusial di tengah meningkatnya konsumsi listrik pusat data AI global. 

Dengan performa pelatihan 3,5 kali lebih cepat dan inferensi 5 kali lebih cepat, Rubin tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga menekan biaya operasional secara signifikan.

Baca Juga: Alexa+ Hadir sebagai Asisten AI, Apa Bedanya Dengan Yang Lain?

Ekosistem dan Adopsi Global

Rubin akan segera diadopsi oleh penyedia cloud besar seperti Amazon Web Services, Google Cloud, Microsoft Azure, dan Oracle Cloud Infrastructure mulai paruh kedua 2026. Selain itu, Rubin juga akan digunakan dalam proyek superkomputer besar, termasuk Blue Lion milik HPE dan Doudna di Lawrence Berkeley National Laboratory. 

Ekosistem pendukung Rubin mencakup perusahaan AI ternama seperti OpenAI, Anthropic, Meta, Perplexity, hingga xAI. Hal ini menunjukkan bahwa Rubin bukan sekadar produk, melainkan fondasi baru bagi ekosistem AI global.

Persaingan Infrastruktur AI dan Proyeksi Investasi

Peluncuran Rubin terjadi di tengah persaingan sengit pembangunan infrastruktur AI. Jensen Huang memperkirakan belanja infrastruktur AI dunia akan mencapai 3 hingga 4 triliun dolar AS dalam lima tahun ke depan. Angka ini mencerminkan besarnya peran AI dalam membentuk masa depan industri teknologi.

Peluncuran Vera Rubin menandai era baru dalam komputasi AI. Dengan kombinasi CPU dan GPU yang dirancang khusus, bandwidth tinggi, perlindungan data tingkat lanjut, serta efisiensi energi yang luar biasa, Rubin diposisikan sebagai tulang punggung infrastruktur AI global.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(dim/sa)



author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar