ASUS Rilis Update BIOS: Motherboard Intel 800 Series Kini Dukung Core Ultra 200S Plus

Yasmin Najla Alfarisi . April 07, 2026

Foto: Freepik/ xb100

Teknologi.id -  Raksasa teknologi asal Taiwan, ASUS, secara resmi mengumumkan kesiapan infrastruktur mereka untuk menyambut era baru komputasi desktop. ASUS kini memberikan dukungan penuh bagi prosesor terbaru Intel Core Ultra 200S Plus Series di seluruh jajaran motherboard berbasis chipset Intel 800 series, mulai dari kelas workstation hingga penggunaan umum.

Dukungan komprehensif ini mencakup lini chipset W880, Z890, Q870, B860, hingga H810. Langkah ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi para pengguna, baik gamer, kreator konten, maupun profesional, untuk merakit atau meningkatkan sistem mereka ke platform desktop Intel terbaru dengan jaminan stabilitas dan performa optimal.

Baca juga: ASUS ROG Strix G16 dan G18 2026 Hadir dengan RTX 5080 dan Intel Core Ultra 9

Pembaruan BIOS untuk Stabilitas dan Performa Maksimal

Integrasi prosesor Intel generasi terbaru ini dihadirkan melalui rilis pembaruan BIOS terbaru. Pembaruan ini tidak hanya sekadar memberikan kompatibilitas fisik, tetapi juga membawa peningkatan signifikan pada sisi stabilitas sistem serta kemampuan penyesuaian (tuning) performa yang lebih presisi.

Cakupan pembaruan ini menyentuh seluruh segmen produk ASUS tanpa terkecuali. Pengguna motherboard seri Pro WS untuk kebutuhan profesional, lini ROG dan ROG Strix bagi para peminat, TUF Gaming yang dikenal tangguh, ProArt khusus untuk para kreator, hingga seri ASUS Prime yang andal, kini dapat memanfaatkan inovasi terbaru Intel dengan mudah.

"Dengan prosesor Intel Core Ultra 200S Plus terbaru, Intel bangga mengambil langkah pertama di era performa enthusiast baru. Bersama motherboard ASUS chipset 800 series, pengguna akan mendapatkan keuntungan dari reduksi latensi yang maksimal serta performa headroom yang apik," ujar Robert Hallock, VP Enthusiast Channel Segment Intel.

Dominasi ROG Maximus Z890 Apex di Kancah Overclocking


Foto: Tangkapan Layar/ Asus

Bersamaan dengan pengumuman dukungan ini, ASUS kembali memamerkan taringnya di dunia overclocking ekstrem melalui motherboard flagship mereka, ROG Maximus Z890 Apex. Overclocking sendiri merupakan teknik meningkatkan kecepatan kerja komponen (seperti prosesor atau memori) di atas spesifikasi standar pabrikan guna mendapatkan performa perangkat keras yang lebih ekstrem dan responsif. Motherboard ini membuktikan kualitas engineering ASUS dengan mencetak serangkaian rekor dunia baru saat dipasangkan dengan prosesor Intel terbaru.

Melalui tangan dingin overclocker kelas dunia seperti Elmor dan CENS, platform ini berhasil memecahkan rekor frekuensi CPU-Z tertinggi untuk arsitektur Arrow Lake di angka 7.647 MHz. Tidak hanya itu, kombinasi ROG Maximus Z890 Apex dengan prosesor Intel Core Ultra 7 270K Plus dan memori G.SKILL Trident Z DDR5 sukses menyabet berbagai penghargaan prestisius, di antaranya:

  1. 4 Rekor Dunia pada kategori 3DMark CPU Profile (1T, 2T, 4T, dan 8T).
  2. 1 Global First Place pada benchmark XTU.
  3. 7 Hardware First Places di berbagai pengujian populer seperti Cinebench (R11.5 hingga R2024), GeekBench 3, dan 7Zip.

Pencapaian ini mempertegas posisi ROG Maximus Z890 Apex sebagai standar tertinggi dalam desain penyaluran daya dan optimasi memori bagi para pengguna yang ingin mengejar performa ekstrem.

Baca juga: ASUS VM640 Hadir, PC All-in-One AI dengan NPU & WiFi 7 untuk Produktivitas

Sinergi Intel dan ASUS untuk Efisiensi Masa Depan

Platform Intel 800 series sendiri membawa perubahan fundamental yang berfokus pada efisiensi daya dan responsivitas sistem. Jonson Lee, Head of Motherboard Research & Development ASUS, menyatakan bahwa kolaborasi erat dengan Intel memungkinkan ASUS untuk menghadirkan pengalaman komputasi yang lebih lancar dengan latensi yang lebih rendah.

"ASUS mendukung para gamer, kreator, dan profesional untuk menjajal inovasi platform terbaru dengan percaya diri. Kami menyediakan headroom tuning yang lebih luas bagi mereka yang ingin memaksimalkan potensi perangkat kerasnya," kata Jonson Lee.

Dengan ekosistem firmware dan perangkat keras yang sudah matang, para rakitan PC kini memiliki beragam opsi konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan beban kerja mereka. Kehadiran prosesor Core Ultra 200S Plus Series ini diharapkan menjadi tolok ukur baru dalam pencapaian rasio performa berbanding harga yang kompetitif, baik untuk skenario bermain game kompetitif maupun pengolahan data berat.



Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(yna/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar