Anti-Scrolling! 7 Aplikasi Ini Dijamin Bikin Sesi Belajar Kamu Makin Produktif

Yasmin Najla Alfarisi . January 26, 2026

Foto: Freepik

Teknologi.id -  Seiring dengan bertambah majunya dunia teknologi, bidang lain tentunya turut terpengaruh, salah satunya di bidang akademik. Selain mendukung perkembangan fasilitas edukasi, teknologi juga berperan sebagai tantangan berat saat proses pembelajaran. Notifikasi ponsel yang muncul tanpa henti, derasnya informasi media sosial, hingga kebiasaan scrolling yang tak berujung sering kali membuat sesi belajar menjadi tidak maksimal. Padahal, manajemen perhatian adalah kunci utama keberhasilan studi di era digital.

Untungnya, teknologi tidak hanya mengecoh namun juga menawarkan solusi melalui berbagai aplikasi. Dirancang khusus untuk membantu pengguna tetap disiplin dan produktif, aplikasi-aplikasi ini hadir dengan beragam pendekatan, mulai dari metode gamification hingga pemblokiran gangguan yang dapat memecahkan fokus. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tujuh aplikasi terbaik yang wajib dicoba oleh kalangan pelajar dan mahasiswa.

1. Forest

Foto: Google Play Store Forest

Forest menawarkan pendekatan unik yang mengubah kegiatan belajar menjadi sebuah permainan. Saat memulai sesi fokus, pengguna akan "menanam" sebuah benih di dalam aplikasi. Benih ini akan tumbuh menjadi pohon rimbun selama pengguna tidak membuka aplikasi lain. Namun, jika tergoda membuka media sosial, pohon tersebut akan langsung mati.

Efek psikologis ini terbukti ampuh bagi mereka yang sering menunda pekerjaan. Tidak hanya sekadar pohon virtual, koin yang dikumpulkan dari sesi fokus juga bisa digunakan untuk menanam pohon sungguhan di dunia nyata melalui kerja sama dengan organisasi lingkungan. Aplikasi ini tersedia di Android maupun iOS dengan rentang harga pembelian dalam aplikasi mulai dari Rp15.000 hingga Rp600.000.

Baca juga: Viral Aplikasi 'Are You Dead' 2026: Penjaga Digital Bagi Warga yang Tinggal Sendiri

2. Todoist

Foto: Google Play Store Todoist

Bagi mahasiswa yang sering kewalahan dengan jadwal kuliah yang padat, Todoist hadir sebagai pengelola tugas yang andal. Aplikasi ini berfungsi layaknya "otak kedua" untuk mengatur jadwal dan skala prioritas. Cukup mengetik kalimat sederhana seperti "Belajar Biologi besok jam 7 malam," sistem akan otomatis mengatur reminder dan tingkat prioritasnya.

Todoist juga memiliki sistem "Karma" untuk memotivasi pengguna agar tetap konsisten menyelesaikan tugas. Tersedia dalam versi gratis hingga berbayar (mencapai Rp990.000), aplikasi ini dapat diakses secara sinkron melalui smartphone maupun laptop, memudahkan koordinasi tugas pribadi maupun profesional.

3. Tide


Foto: Google Play Store Tide

Tide sangat cocok bagi mereka yang menyukai suasana tenang saat bekerja. Aplikasi ini menggabungkan teknik Pomodoro (25 menit kerja, 5 menit istirahat) yang dibalut suara alam seperti hutan, hujan, atau suasana kafe. Terinspirasi dari meditasi, Tide membantu otak tetap tenang dan mengurangi stres.

Selain untuk fokus, Tide juga menyediakan fitur meditasi dan pemantau kualitas tidur agar istirahat pengguna tetap terjaga. Dengan pembayaran dalam aplikasi yang bervariasi (hingga Rp2,8 juta untuk fitur premium), Tide menjadi paket lengkap untuk merawat fisik dan mental pengguna.

Baca juga: Foto Terganggu Objek? Ini Cara Hapus Benda dan Orang di Foto Tanpa Aplikasi!

4. Notion


Foto: Google Play Store Notion

Notion telah berkembang menjadi aplikasi produktivitas "serba bisa". Pengguna dapat menyimpan catatan kuliah, jadwal tugas, hingga tracker Pomodoro dalam satu tempat terstruktur. Di versi terbarunya, Notion menggunakan teknologi AI yang mampu merangkum materi kuliah secara otomatis, membuat proses belajar menjadi lebih efisien.

Notion sangat fleksibel untuk penggunaan pribadi maupun kolaborasi. Meski fitur dasarnya gratis, tersedia pilihan langganan hingga Rp3,4 juta bagi pengguna profesional. Kemampuannya untuk dikustomisasi secara visual menjadikannya favorit di kalangan mahasiswa yang menyukai kerapian digital.

5. Engross

Foto: Google Play Store Engross

Khusus bagi pengguna Android, Engross menawarkan fitur unik berupa habit tracker. Aplikasi ini mencatat aplikasi apa saja yang sering Anda buka saat belajar, kemudian menyajikannya dalam bentuk grafik. Data ini sangat berguna untuk memperbaiki pola belajar dan meningkatkan efisiensi.

Dilengkapi dengan pengatur rutin dan target harian, Engross juga diklaim membantu individu yang memiliki ADD atau ADHD (Attention Deficit Disorder atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) agar tetap teratur. Harganya pun sangat terjangkau, berkisar antara Rp6.000 hingga Rp58.000 saja.

6. Focus To-Do


Foto: Google Play Store Focus To-Do

Focus To-Do adalah aplikasi berbasis sains yang menggabungkan manajemen tugas dengan timer Pomodoro secara langsung. Pengguna dapat memecah tugas besar menjadi tugas yang lebih kecil dan terukur. Keunggulan utamanya adalah kemampuan sinkronisasi otomatis di seluruh perangkat, mulai dari ponsel, tablet, hingga komputer (Windows dan Mac). Laporan produktivitas yang mendalam membantu pengguna menganalisis kapan waktu belajar paling efisien.

Baca juga: Memori HP Penuh? Hapus Deretan Aplikasi Ini Agar Ponsel Kencang di Tahun Baru!

7. Freedom

Foto: Google Play Store Freedom

Jika disiplin diri terasa sulit, Freedom adalah solusi untuk menjaga fokus. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengunci akses ke situs web dan aplikasi tertentu seperti TikTok, Instagram, atau YouTube selama jam belajar. Hebatnya, pemblokiran ini berlaku lintas perangkat; jika Anda memblokir Instagram di HP, maka akses di laptop pun akan ikut tertutup.

Telah digunakan oleh lebih dari 3 juta orang, Freedom juga memiliki fitur khusus untuk mendukung penyandang ADHD. Mengingat fungsinya yang sangat kuat, aplikasi ini dibanderol dengan harga premium mulai dari Rp590.000 hingga Rp3 jutaan untuk akses penuh.

Pada akhirnya, produktivitas bukanlah soal menambah waktu, melainkan bagaimana kita mengelola perhatian secara bijak. Dengan bantuan teknologi yang tepat, sesi belajar yang tadinya berat bisa terasa lebih ringan dan terarah.


Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.


(yna/sa)




author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar