Jenderal Iran: Panjang Terowongan Hamas Mencapai Lebih dari 400 km

Silviya Zukhruf Aini . November 02, 2023

terowongan

Foto: Reuters

Teknologi.id - Pasukan Hamas di Gaza memiliki terowongan yang sulit dideteksi oleh pasukan Israel dan mereka menjadikannya sebagai alat pertahanan.

Belum diketahui secara pasti panjang dari terowongan tersebut. Dilansir dari Al Arabiya, menurut Jenderal Mohammad Baqeri, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, terowongan bawah tanah yang dibangun Hamas panjangnya lebih dari 400km di utara Gaza. Ia mengingatkan bahwa Israel akan mengalami kekalahan dengan adanya terowongan tersebut.

Baqeri juga menjelaskan bahwa terowongan tersebut dapat dilewati kendaraan dan sepeda motor. Terowongan tersebut memiliki pintu masuk di Jalur Gaza, sementara ujung lainnya berada belakang pembatas dan pasukan Israel. Hal ini mengindikasikan bahwa Hamas memiliki kesiapan untuk melakukan serangan darat ke Israel.

Pernyataan Baqeri tersebut cukup sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh salah satu pemimpin Hamas di Gaza, Yihyah Sinwar. Di tahun 2021, ia mengklaim bahwa panjang terowongan di Gaza mencapai 500km. Ketika itu, Israel mengklaim telah menghancurkan terowongan Hamas sepanjang 100km.

Baca juga: Pasukan Cyber Hamas Bobol Keamanan Israel Lewat Malware di Video Porno 

Dilansir dari Reuters, salah satu warga Israel yang disandera dan kini telah dibebaskan, Yocheved Lifshitz (85), mengatakan bahwa terowongan tersebut seperti jaring laba-laba, sebab ada banyak sekali terowongan. Ia juga menambahkan bahwa ia dan sandera lainnya berjalan berkilo-kilometer di bawah tanah.

Seorang Juru Bicara Militer Israel mengatakan bahwa ia tidak akan secara rinci menyebutkan berapa panjang terowongan tersebut. Ia hanya menyebutkan bahwa terowongan tersebut sangat panjang dan dibangun di bawah sekolah dan kawasan pemukiman.

Strategi Terowongan

Strategi perang yang menggunakan terowongan dianggap menjadi hal yang paling sulit dijalani oleh tentara. Sebab, di dalam terowongan hanya memiliki ruang gerak yang terbatas dan penyergapan dapat dilakukan kapan pun.

Ariel Bernstein, mantan Tentara Israel yang pernah ikut berperang di tahun 2014, memberikan kesaksian tentang bagaimana pertempuran di utara Gaza merupakan gabungan antara penyergapan, jebakan, tempat persembunyian dan penembak jitu.

Menurutnya, terowongan tersebut dapat memberikan efek yang membingungkan dan tidak nyata, serta menciptakan titik buta ketika para pejuang Hamas siap menyerang dari arah yang tak terduga.

Baca juga: Hamas Punya Terowongan Rahasia yang Diprediksi Bisa Kalahkan Teknologi Israel 

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Force/IDF) di tahun 2013 menemukan terowongan yang mengarah dari Jalur Gaza menuju sepetak lahan di dekat permukiman Israel. Diketahui panjang terowongan tersebut sepanjang 1,6km dengan kedalaman mencapai 18 meter.

Diyakini terowongan di Gaza berada di kedalaman 30 meter di bawah permukaan tanah. Terowongan tersebut, menurut pakar perang bawah tanah yang mengajar di Universitas Reichman di Israel, Daphne Richemond-Barak, cenderung sederhana, bahkan hampir tidak ada fortifikasi. Terowongan ini digali hanya bertujuan untuk menyerang wilayah Israel.

Menurut Richemond, tidak realistis bagi pemerintah Israel dan masyarakat umum mempercayai IDF dapat menghancurkan seluruh jaringan terowongan Hamas di Gaza, sementara ratusan ribu tentara sedang berkumpul di sekitarnya bersiap untuk melakukan operasi darat.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa akan menimbulkan banyak korban jiwa bagi pasukan Israel di lapangan, warga sipil Palestina, maupun para sandera, apabila menghancurkan terowongan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(sza)

Share :