Elon Musk Beri Kritik Soal Israel-Hamas: Membunuh Hamas Justru Menambah Jumlah Mereka

Lutfiyah Fathiyani . November 14, 2023

Foto: WNWO

Teknologi.id - Tindakan Genosida yang dilakukan oleh Israel pada Palestina sudah memasuki bulan kedua yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel Selatan yang menewaskan 1.400 orang dan 5.400 lainnya luka-luka.

Namun hal itu tidak sebanding dengan jumlah warga Palestina yang tewas karena serangan brutal dari Israel.

“Jumlah warga Palestina yang tewas dalam kejadian ini telah meningkat menjadi lebih dari 10.800 orang, 26.905 lainnya luka-luka dan masih terus bertambah. Diantaranya merupakan anak-anak dan perempuan”, ujar pihak berwajib perwakilan dari Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza. 

Krisis di Palestina hingga ini tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perdamaian di antara kedua belah pihak. Suasana kian memanas dan hal ini tentu menyita perhatian seluruh dunia, terutama saat Israel memutus jaringan internet di Gaza.

Seorang miliader teknologi sekaligus pemilik platform media sosial X (sebelumnya bernama Twitter) ikut menyatakan bahwa ia akan mendukung Palestina dengan membantu dengan satelit miliknya. Hal ini tentu memicu kemarahan Israel dan mereka berusaha untuk menghentikan bantuan dari Elon Musk.

Selain itu, Elon Musk juga menyuarakan pendapatnya mengenai krisis di Palestina. Dalam wawancaranya dengan Lex Freidman di kanal Youtube Lex Clips.

Tonton disini

Dalam podcast tersebut, Elon Musk mengatakan, “Hamas adalah sebuah ide, dan ide itu tidak pernah mati. Jika Anda akan melakukan genosida, sesuatu yang seharusnya tidak diterima oleh siapa pun, Anda akan meninggalkan banyak lingkungan yang pada dasarnya membenci Israel. Pertanyaan sebenarnya di sini adalah, sebagai gantinya membunuh seorang anggota Hamas, Berapa banyak anggota Hamas baru yang akan Anda ciptakan? Jika Anda menciptakan lebih banyak anggota Hamas baru daripada yang Anda bunuh, maka Anda belum berhasil. Jika Anda membunuh anak seseorang di Gaza, setidaknya Anda telah menciptakan banyak anggota Hamas yang bersedia mati hanya untuk membunuh seorang Israel."

 

Menurut CEO Tesla ini, menghabisi Hamas bukan berarti benar-benar menghabisi jumlah mereka. Hal itu justru menambahnya jumlah Hamas itu sendiri. Israel tidak pernah berpikir bahwa membunuh mereka sama dengan menciptakan lebih banyak Hamas, menciptakan orang-orang yang berada di sisi mereka, serta menambah kebencian pada Israel. Ia pikir Israel gagal dalam menaklukan pejuang Hamas karena tindakannya sendiri.

"Dapat dikatakan bahwa jika Anda membunuh seorang anak di Gaza, Anda telah menghasilkan setidaknya beberapa anggota Hamas yang rela mati hanya untuk membunuh seorang Israel,” tambahnya dalam podcast di kanal YouTube milik Lex Freid.

Alih-alih mendukung gerakan genosida yang dilakukan oleh pihak Israel terhadap warga Gaza seperti sejumlah tokoh Barat, Elon Musk justru lebih memilih untuk berada di sisi Palestina. Ia juga  menyarankan jalan damai berupa "conspicuous acts of kindness."

Baca juga: Elon Musk Justru Sarankan Israel Agar Berbuat Baik Pada Warga Gaza, Ini Alasannya

"Hal yang berlawanan dengan intuisi yang harus dilakukan di sini, meskipun sangat sulit, saya menyarankan Israel untuk melakukan tindakan kebaikan yang paling mencolok," kata Musk kepada Fridman dalam wawancara podcast.

Hal ini tentu dapat disimpulkan bahwa menurut Elon, ide Israel dalam melakukan pendekatan Hamas adalah salah. Ia pikir melakukan pendekatan dengan menyerang Hamas bukanlah tindakan yang tepat.Membunuh Hamas sama sekiali bukan solusi, justru akan menambah pasukan yang akan menyerang mereka. Elon menambahkan bahwa Israel bisa saja melakukan tindakan baik yang menonjol jika ingin menggagalkan hamas.

Menyediakan layanan kesehatan, makanan, dan bantuan lainnya untuk  warga sipil sambil tetap menargetkan para pemimpin dan anggota Hamas, akan menggagalkan tujuan kelompok tersebut dan pada akhirnya akan melawan kekuatan kebencian yang lebih luas di wilayah tersebut," tambah sang miliarder.

Dilansir dari REBUBLIKA.CO.ID, Bos Tesla dan SpaceX ini berpendapat bahwa tujuan kelompok pejuang militan Hamas Palestina adalah untuk "memprovokasi reaksi berlebihan" dari Israel. Yakni dengan melakukan serangan dan kemudian "memanfaatkan respon agresif Israel, sehingga bisa menggalang Muslim di seluruh dunia, demi Gaza dan Palestina, dan hal itu telah cukup berhasil."

Postingan wawancara yang diuggah di YouTube  pada 14/11/2023 ini menjadi viral dan ramai ditonton oleh netizen sedunia. Pernyataan Elon Musk juga mendapatkan banyak respon setuju mengingat tindakan Israel mendapat banyak kecaman dari seluruh penjuru dunia.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(LF)

Share :