Tips Memasak Nasi Rendah Racun Ala Ilmuwan

Stefanie Tanaki . February 05, 2021

Foto: Fimela

Teknologi.id - Siapa yang tidak pernah makan nasi? Tentunya, mayoritas orang Asia terutama Indonesia, pasti pernah makan nasi. Bahkan, makanan yang berasal dari beras tersebut telah menjadi makanan pokok yang harus dimakan. Banyak orang Indonesia yang merasa tidak kenyang atau tidak puas makan jika tidak ada nasi.

Pada umumnya, beras yang dikonsumsi oleh orang Indonesia adalah beras putih. Meskipun begitu, banyak pula jenis beras lain yang telah beredar di pasaran seperti beras merah, beras shirataki, beras hitam, dan lain sebagainya.

Namun ternyata, berdasarkan beberapa penelitian, beras mengandung kadar arsenik atau racun berbahaya, lho!

Dilansir dari SciTech Daily, pada hari Jumat (5/2), sudah ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa beras ternyata mengandung kadar arsenik. Salah satunya adalah penelitian dari University of Shetfield pada 2020 lalu yang menemukan bahwa setengah dari beras yang dikonsumsi di Inggris melebihi peraturan European Commision terkait kadar arsenik dalam beras yang dapat dikonsumsi bayi atau anak kecil.

Tetapi, jangan khawatir. Beberapa ahli telah menemukan cara memasak beras nasi yang dapat mengurangi kandungan arsenik.

Baca juga: Jarang Bicara, Konten Youtube Liziqi Dapat Miliaran Rupiah

Metode PBA

Foto: SciTech Daily

Sebuah makalah baru yang diterbitkan pada 29 Oktober 2020 di Science of the Total Environment telah menunjukkan bahwa memasak nasi dengan cara tertentu dapat menghilangkan arsenik dalam beras tanpa mengurangi nutrisi.

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa memasak nasi di rumah dengan menggunakan metode PBA (Parboiling with Absorb) dapat menghilangkan banyak kandungan arsenik pada nasi dan menjaga sebagian besar nutrisinya.

Metode PBA adalah merebus beras setengah matang dalam air matang selama lima menit sebelum kemudian ditiriskan dan ditambahkan air bersih. Kemudian memasaknya dengan api kecil untuk menyerap semua air. Berikut cara lengkap memasak nasi dengan metode PBA:

  • Masukkan air bersih ke dalam panci (sekitar empat cup air untuk setiap cup beras)
  • Setelah mendidih, masukkan beras, lalu masak selama 5 menit
  • Tiriskan air beras yang mengandung arsenik
  • Setelah ditiriskan, tambahkan air bersih ke dalam panci yang berisi beras setengah matang tersebut (sekitar dua cup air untuk setiap cup beras. Sesuaikan dengan takaran awal beras)
  • Masak nasi dengan api kecil sampai sedang. Tutup panci dan tunggu sampai airnya terserap

Dengan memasak nasi menggunakan metode PBA, para ahli mengklaim bahwa sebanyak lebih dari 50 persen arsenik alami dalam beras merah, dan 74 persen arsenik alami pada beras putih dapat dihilangkan.

“Bagi warga yang mengonsumsi beras, ini kabar baik. Ada keprihatinan yang tulus tentang makan nasi yang mengandung arsenik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa memasak nasi dengan air berlebih dapat menghilangkan arsenik. Tetapi, metode ini juga menghilangkan nutrisi. Kami sangat merekomendasikan metode ini saat menyiapkan nasi untuk bayi dan anak-anak karena mereka sangat rentan terhadap risiko paparan arsenik,” ujar Environmental Soil Scientist di Universitas Sheffield, Dr. Manoj Menon.

Lantas, mengapa beras dapat mengandung arsenik?

Foto: Desa Kertomulyo

Arsenik merupakan senyawa kimia alami yang dihasilkan dari kerak bumi. Zat ini dapat ditemukan dalam air, tanah, dan udara secara alami. Arsenik sendiri telah diklasifikasikan sebagai karsinogen grup 1 oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker.

Seperti yang diketahui, padi yang merupakan tanaman penghasil beras yang ditanam di sawah dan tergenang air. Arsenik diketahui merupakan zat yang secara alami berada di air. Ditambah, zat ini mudah larut dalam air. Oleh karena itu, beras dapat mengandung arsenik.

Beras diketahui mengakumulasi arsenik sepuluh kali lebih banyak dari sereal lainnya. Dalam butir beras putih, arsenik terkonsentrasi di lapisan luar dedak yang mengelilingi endosperma. Ini berarti beras merah, (beras yang tidak digiling atau tidak diolah yang mempertahankan dedaknya) mengandung lebih banyak arsenik daripada beras putih.

Arsenik sendiri disebut zat beracun karena dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker, diabetes, penyakit paru-paru, mengganggu sistem endokrin, meningkatkan risiko penyakit jantung dan dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Baca juga: Kode Redeem FF 5 Februari 2021, Ada Magic Cube dan Skin Baru

Oleh karena itu, mari ikuti cara memasak nasi ala para ilmuwan ini. Agar kita semua dapat sehat dan terhindar dari penyakit. Selamat mencoba!

(st)


Share :