Harga Turun, Performa Naik: ChatGPT Pro Kini Lebih Ramah untuk Developer

Algis Akbar . April 13, 2026


Foto: Kompas.com

Teknologi.id – Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI resmi merilis paket langganan baru untuk layanan ChatGPT dengan harga lebih terjangkau. Paket ini menjadi alternatif dari langganan Pro sebelumnya, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas penggunaan agen AI pembantu coding, Codex.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia


Foto: Liputan6

Paket baru ini sudah tersedia bagi pengguna di Indonesia dengan harga Rp 1.889.000 atau sekitar 100 dolar AS per bulan.

Harga tersebut lebih rendah dibandingkan paket Pro sebelumnya yang dibanderol 200 dolar AS atau sekitar Rp3,5 juta per bulan. Dengan kehadiran opsi ini, total paket ChatGPT untuk penggunaan pribadi kini menjadi lima, yakni versi gratis, Go, Plus, serta dua varian Pro.

Baca juga: Gebrakan Baru dari OpenAI! Bisa Belanja di ChatGPT Pakai Fitur Instant Checkout

Peningkatan Kapasitas Codex

Paket Pro terbaru ini menawarkan peningkatan signifikan pada fitur Codex. OpenAI menyebutkan bahwa kapasitas penggunaannya mencapai lima kali lebih banyak dibandingkan dengan paket Plus.

Peningkatan ini ditujukan untuk mendukung aktivitas pemrograman yang lebih kompleks dan berdurasi panjang.

“Paket Plus tetap menjadi penawaran terbaik untuk penggunaan Codex sehari-hari yang stabil, tetapi opsi Pro 100 dolar AS menawarkan peningkatan yang lebih mudah diakses untuk penggunaan harian yang lebih berat,” tulis OpenAI melalui akun resminya di platform X.

Selain peningkatan kapasitas Codex, pengguna juga mendapatkan akses ke model AI terbaru OpenAI serta kesempatan mencoba fitur eksperimental lebih awal sebelum dirilis secara luas.

Baca juga: OpenAI Siapkan Superapp Desktop, Integrasi ChatGPT dan Codex

Strategi Hadapi Persaingan

Peluncuran paket ini juga menjadi bagian dari strategi OpenAI dalam merespons persaingan di sektor asisten coding berbasis AI. Salah satu pesaing utamanya, Anthropic, sebelumnya telah merilis agen coding Claude Code pada Mei 2025, sementara Codex dari OpenAI hadir pada April di tahun yang sama.

Layanan asisten coding berbasis AI sendiri kini semakin diminati di kalangan pengembang perangkat lunak. Teknologi ini memungkinkan otomatisasi berbagai tugas pemrograman, mulai dari penulisan kode hingga perbaikan bug.

Mengutip laporan CNBC, nilai pendapatan tahunan terproyeksi (run-rate revenue) dari layanan coding AI secara global telah melampaui 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp42,7 triliun pada Februari 2026. Angka ini meningkat lebih dari 100 persen sejak awal tahun, mencerminkan pertumbuhan pesat di sektor tersebut.

Langkah OpenAI menghadirkan paket Pro dengan harga lebih rendah ini sekaligus memperluas akses pengguna terhadap fitur coding berbasis AI, di tengah persaingan yang semakin ketat di industri kecerdasan buatan.


Baca berita dan artikel lainnya di Google News



(AA/ZA)

Share :