Geger! Bos OpenAI Sebut Latih AI Setara Makan 20 Tahun, Ini Faktanya

Wildan Nur Alif Kurniawan . February 24, 2026


Foto: Mashable

Teknologi.id – Isu krisis lingkungan yang dipicu oleh konsumsi listrik dan air masif dari pusat data (data center) kecerdasan buatan (AI) kian memanas. Di tengah sorotan tajam tersebut, CEO OpenAI, Sam Altman, justru melontarkan pernyataan pembelaan yang memicu kontroversi luas. Ia menyetarakan tingkat konsumsi energi untuk melatih sebuah model AI dengan total energi dari makanan yang dikonsumsi oleh seorang manusia selama 20 tahun.

Pernyataan kontroversial ini disampaikan Altman saat hadir sebagai pembicara dalam acara Express Adda di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) India-AI Impact 2026 di New Delhi. Bukannya meredakan kritik terkait isu lingkungan, analogi yang dilontarkan bos pembuat ChatGPT tersebut justru memicu gelombang protes dan hitungan matematis telak dari kalangan pakar teknologi.

Analogi Kontroversial "Makanan 20 Tahun"

Dalam forum tersebut, Altman berargumen bahwa diskursus publik mengenai konsumsi energi ChatGPT kerap kali tidak adil. Menurutnya, publik dan pengamat lingkungan hanya menyoroti besarnya pasokan listrik yang dibutuhkan untuk melatih model AI, tanpa memperhitungkan seberapa besar "biaya energi" yang dihabiskan untuk mencetak satu manusia yang cerdas.

"Butuh banyak energi juga untuk melatih manusia. Butuh waktu hidup 20 tahun dan semua makanan yang Anda makan selama waktu itu sebelum Anda menjadi pintar," dalih Altman di hadapan peserta KTT.

Dengan logika tersebut, Altman meyakini bahwa jika diukur murni dari tingkat efisiensi energi untuk menjawab satu pertanyaan atau memproses informasi spesifik, AI kemungkinan besar sudah mengejar atau bahkan melampaui tingkat efisiensi otak manusia.

Bantah Isu Boros Listrik dan Sebut Kuras Air "Berita Palsu"


Foto: HME

Memanfaatkan panggung yang sama, Altman juga menepis berbagai laporan negatif mengenai jejak ekologis ChatGPT. Ia secara tegas membantah rumor yang menyebut bahwa satu kueri pencarian di ChatGPT menguras pasokan energi setara dengan 1,5 kali pengisian daya baterai iPhone. "Tidak mungkin sebanyak itu," tampiknya.

Lebih lanjut, Altman menyoroti isu konsumsi air. Ia menyebut klaim yang beredar bahwa satu kueri ChatGPT membutuhkan hingga 17 galon air untuk mendinginkan server pusat data adalah murni kebohongan belaka.

"Itu sama sekali tidak benar," tegas Altman, menyebut isu tersebut sebagai "berita palsu". Ia mengklaim kesalahpahaman ini muncul karena ketidaktahuan publik bahwa infrastruktur pusat data modern saat ini sudah mulai bermigrasi dan meninggalkan sistem pendingin evaporasi yang rakus air. Untuk solusi jangka panjang, ia mendesak industri teknologi agar segera beralih dan berinvestasi pada sumber energi bersih seperti nuklir, angin, maupun surya.

Hitungan Matematis Netizen Patahkan Klaim Altman

Alih-alih mendapat simpati, analogi perbandingan manusia dan AI dari Altman justru menjadi bumerang fatal di media sosial X (dahulu Twitter). Sejumlah pakar dan praktisi teknologi secara terbuka mengkritik pernyataan tersebut dengan melampirkan hitungan matematis.

Berdasarkan paparan seorang praktisi di platform X, rata-rata manusia mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari. Jika diakumulasikan secara penuh selama 20 tahun berturut-turut, total energi makanan yang dibakar oleh manusia hanya berada di kisaran 17 Megawatt-jam (MWh) atau setara 17.000 kWh.

Sebagai perbandingan absolut, proses pelatihan untuk satu model bahasa berskala besar seperti GPT-4 diperkirakan menyedot aliran listrik hingga 50 Gigawatt-jam (GWh). Angka raksasa tersebut setara dengan total energi "pelatihan" atau konsumsi makanan dari 3.000 manusia untuk satu kali siklus pemodelan AI saja. "Membandingkan perkembangan manusia dengan pelatihan model AI adalah pernyataan yang buta nada dan secara strategis sangat sembrono," kritik tajam salah satu pengembang AI merespons Altman.

Baca juga: Heboh! 73 Ribu Orang Daftar Jadi "Budak" AI, Dibayar Kripto

Sindir Ambisi Pusat Data Luar Angkasa Elon Musk

Yang tak kalah menarik perhatian, di tengah paparannya mengenai efisiensi pusat data, Altman juga menyempatkan diri untuk melontarkan sindiran keras terhadap ambisi pesaing utamanya, Elon Musk. Musk sebelumnya sempat melontarkan wacana untuk membangun infrastruktur pusat data AI di luar angkasa demi mengatasi krisis energi dan panas di Bumi.

Altman menilai wacana tersebut sangat tidak masuk akal untuk direalisasikan pada dekade ini. Menurutnya, ide tersebut "konyol" mengingat astronomisnya biaya peluncuran roket kargo ke orbit, serta tingkat kesulitan teknis yang sangat tinggi untuk memperbaiki cip semikonduktor atau GPU yang rentan rusak di luar angkasa.



Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(wn/sa)

Share :