
Foto: Capcut
Teknologi.id – Perusahaan teknologi raksasa ByteDance kembali memperbarui ekosistem penyuntingan visual mereka. Mereka resmi menanamkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) terbaru ke dalam aplikasi CapCut. Model generasi baru ini diberi nama resmi Dreamina Seedance 2.0.
Sistem pintar ini dirancang secara khusus untuk memproduksi konten video secara otomatis. Pihak pengembang mengklaim hasil videonya kini terlihat jauh lebih mulus. Nuansa visual yang dihasilkan juga diklaim menyerupai kualitas sinematik layar lebar.
Ketersediaan dan Akses Pengguna
Ketersediaan fitur canggih ini masih dilakukan secara bertahap oleh pihak pengembang. Peluncuran awal ini secara eksklusif difokuskan pada lini pengguna berbayar. Pengguna tersebut diwajibkan memiliki status akun CapCut Pro.
Kabar baiknya, pengguna di Indonesia sudah bisa mencicipi teknologi mutakhir ini. Beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara juga masuk dalam daftar peluncuran prioritas ini. Negara tersebut meliputi Filipina, Thailand, Vietnam, serta Malaysia.
Cara mengakses fitur ini di dalam antarmuka aplikasi terbilang sangat ringkas. Pengguna hanya perlu mencari dan membuka menu khusus bernama AI Lab.
Metode Pembuatan dan Spesifikasi Teknis

Foto: Dreamina
Di dalam menu tersebut, sistem menyajikan beberapa opsi metode pembuatan video. Metode pertama menggunakan templat instruksi (prompt template) bawaan yang sudah disediakan. Metode kedua memungkinkan pengguna mengetik teks instruksi murni secara manual. Pengguna juga diizinkan mengunggah gambar pribadi sebagai referensi gaya visual. Bahkan, potongan video mentah juga bisa disisipkan sebagai bahan acuan bagi mesin komputer.
Durasi video artifisial yang dihasilkan memiliki batasan waktu komputasi tertentu. Sistem menawarkan tiga tingkatan pilihan durasi perekaman. Pilihan durasi dasar tersebut mencakup 5 detik dan 10 detik. Batas maksimal durasi video yang bisa diproduksi mesin adalah 15 detik.
Dari segi ketajaman gambar, sistem ini mengusung standar resolusi tersendiri. Resolusi dasar untuk ekspor video dipatok pada kualitas 480p. Sistem mampu melakukan peningkatan resolusi maksimal hingga menyentuh level 720p. Pengguna tinggal menekan tombol eksekusi (generate) sesaat setelah semua pengaturan selesai dipilih.
Baca juga: OpenAI Siapkan Superapp Desktop, Integrasi ChatGPT dan Codex
Fleksibilitas Rasio Aspek
Pengguna diberikan kebebasan penuh dalam mengatur rasio aspek bingkai gambar. Terdapat lima pilihan format rasio bingkai yang disediakan oleh sistem bawaan. Pilihan rasio tersebut mencakup format gambar tegak (portrait) hingga gambar mendatar (landscape).
Angka rasionya secara terperinci terdiri dari 9:16, 3:4, 1:1, 4:3, dan 16:9. Keberagaman dimensi format ini sangat mempermudah kreator dalam mendistribusikan konten. Video berformat tegak bisa langsung diunggah ke platform TikTok tanpa perlu pemotongan gambar secara manual. Format dimensi serupa juga sangat pas untuk kebutuhan fitur Instagram Stories.
Baca juga: Samsung dan AMD Jalin Kemitraan untuk Produksi Cip AI dan Memori HBM4
Peningkatan Audio dan Fitur Koreksi
Model pemrosesan ini tidak hanya unggul dalam menciptakan video dari kanvas kosong. Sistem algoritma ini juga memiliki pemahaman mendalam mengenai hukum fisika gerak nyata. Kelebihan analitis ini sangat cocok untuk memproses konten yang dipenuhi elemen aksi dinamis.
Model generasi kedua ini sudah mendukung sistem sinkronisasi audio tingkat lanjut. Efek suara buatan yang dihasilkan terdengar lebih alami dan menyatu kuat dengan elemen visualnya. Integrasi ini membuat video akhir terasa jauh lebih hidup dan tidak terkesan seperti tempelan semata.
Selain itu, kecerdasan buatan ini bisa difungsikan untuk menyunting video yang sudah jadi. Kreator dapat memasukkan rekaman video mentah (footage) milik mereka sendiri ke dalam sistem. Sistem mesin akan membantu memperbaiki detail visual yang kurang tajam secara otomatis. Kualitas klip video secara keseluruhan dapat ditingkatkan secara drastis dengan bantuan algoritma pintar ini.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)