Jumlah Transaksi NFT di Dunia sedang Turun, Apa Sebabnya?

Fabian Pratama Kusumah . March 11, 2022

Foto: gHacks

Teknologi.id – Penjualan Non Fungible Token (NFT) minggu lalu mengalami penurunan, dibandingkan selama beberapa minggu terakhir.

Di 14 blockchain yang mendukung NFT, penjualan turun 29,46 persen lebih rendah dari minggu sebelumnya.

Menurut firma riset pasar DappRadar, volume perdagangan NFT di OpenSea turun 30 persen dalam seminggu terakhir. Salah satu faktornya adalah karena perang Rusia dan Ukraina yang meletus pada 24 Februari lalu.

“Jadi, sementara kami melihat volume yang lebih sedikit, ada lebih banyak aktivitas, meskipun konflik Ukraina jelas mengalihkan perhatian dari perdagangan NFT," kata Pedro Herrera, analis data senior di DappRadar, dikutip dar Kompas.

Selain itu, transaksi NFT di OpenSea diperkirakan merosot usai terjadi serangan phishing yang membuat para trader kehilangan sekitar US$ 3 juta atau sekitar Rp43 miliar.

Baca juga: Survei: Orang Punya Aset Kripto dan NFT Lebih Gampang Dapat Pacar

Keamanan trader menjadi salah satu alasan penurunan volume transaksi belakangan ini. Pihak OpenSea memastikan aktivitas pencuri sudah tidak terlihat lagi di platformnya.

Volume perdagangan harian sempat membaik pada 11-12 Februari 2022. Saat itu, besaran transaksi harian mencapai masing-masing 215 juta dollar AS (sekitar Rp 3 triliun) dan 207 juta dollar AS (sekitar Rp 2,9 triliun).

Selanjutnya, volume penjualan harian NFT mayoritas hanya berkisar di angka 100 juta dollar AS (kira-kira Rp 1,4 triliun) ke bawah.

Tak hanya volume penjualan yang menurun, harga jual rata-rata aset NFT juga dilaporkan merosot belakangan ini.

Menurut data pelacak pasar kripto NonFungible, kini harga rata-rata aset NFT dilaporkan berkisar di bawah 2.000 dollar AS (sekitar Rp28,4 juta).

(fpk)

Share :