Waspada Vishing! Ini 8 Ciri Telepon Penipu yang Bisa Bobol HP Lewat Manipulasi Suara

⁠Adimas Herviana . February 09, 2026


Foto: Eraspace

Teknologi.id -  Kejahatan siber terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi. Salah satu metode yang kini marak digunakan adalah vishing, yaitu penipuan melalui panggilan suara. Modus ini memanfaatkan rasa percaya korban terhadap suara manusia yang terdengar meyakinkan. Dengan teknik manipulasi, pelaku berusaha mengelabui korban agar menyerahkan informasi sensitif atau menginstal perangkat lunak berbahaya.

Mengapa Vishing Berbahaya?

Berbeda dengan phishing berbasis email atau pesan teks, vishing menggunakan suara yang terasa lebih personal. Korban sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang ditipu karena pelaku berbicara dengan penuh keyakinan. Dari panggilan sederhana, pelaku bisa mengarahkan korban untuk mengklik tautan, mengunduh file, atau bahkan memberikan akses ke perangkat. Hal ini membuat vishing menjadi salah satu ancaman serius dalam dunia keamanan digital. Tanda-Tanda Telepon Penipu yang Harus Diwaspadai:

1. Mengaku dari Pemerintah atau Perusahaan Besar

Pelaku sering menyamar sebagai perwakilan lembaga resmi atau perusahaan ternama. Mereka menggunakan nama besar seperti Amazon, Apple, atau Microsoft untuk menimbulkan rasa takut dan otoritas.

2. Menawarkan Hadiah atau Kesepakatan

Korban diberi iming-iming hadiah atau keuntungan finansial. Padahal, jika tidak pernah mengikuti undian atau program tertentu, klaim tersebut hampir pasti penipuan.

3. Tidak Menyebut Nama Korban

Penelepon menggunakan sapaan umum tanpa menyebut nama. Lembaga resmi selalu mengetahui identitas orang yang mereka hubungi.

4. Mengklaim Ada Utang yang Belum Dibayar

Taktik intimidasi klasik digunakan dengan menyebut adanya utang. Pelaku lalu mengancam dengan denda atau hukuman penjara agar korban panik.

5. Meminta Informasi Sensitif

Data pribadi seperti nomor KTP, kartu kredit, atau informasi login sering dijadikan target. Memberikan data ini sama saja membuka pintu bagi pencurian identitas.

Baca juga: BSSN Himbau Bahaya Cloning Audio Berbasis AI yang Digunakan Sebagai Metode Penipuan!

6. Mengaku Perangkat Terinfeksi Malware

Pelaku menakut-nakuti korban dengan klaim perangkat terinfeksi. Mereka lalu meminta instalasi aplikasi akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer, yang sebenarnya memberi kendali penuh kepada penipu.

7. Meminta Informasi yang Seharusnya Sudah Diketahui

Perusahaan resmi biasanya sudah memiliki data pelanggan. Jika penelepon meminta verifikasi informasi yang seharusnya mereka tahu, itu tanda kuat penipuan.

8. Ada Jeda Saat Menjawab Telepon

Panggilan otomatis sering digunakan penipu. Jeda sebelum suara terdengar bisa menjadi tanda bahwa panggilan berasal dari sistem otomatis.

Dampak Vishing terhadap Korban

Vishing bukan sekadar panggilan mengganggu, melainkan ancaman serius. Korban bisa kehilangan data pribadi seperti nomor kartu kredit, akses ke aplikasi mobile banking, hingga kendali penuh atas perangkat. Kerugian finansial sering kali terjadi, ditambah risiko pencurian identitas yang dapat digunakan untuk membuat akun palsu atau melakukan tindak kriminal lain. Lebih jauh, perangkat yang terinfeksi malware akibat arahan penipu bisa terus dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh, memperburuk kerugian korban.

Mengapa Vishing Semakin Marak?


Foto: India.com

Maraknya vishing tidak lepas dari meningkatnya penggunaan smartphone dan aplikasi digital. Aktivitas sehari-hari yang bergantung pada perangkat mobile memberi celah besar bagi penipu. Teknologi VoIP memungkinkan mereka menyamarkan nomor telepon sehingga terlihat resmi, membuat korban lebih mudah percaya.

Selain itu, biaya untuk melakukan vishing sangat rendah. Pelaku hanya butuh skenario penipuan yang meyakinkan dan daftar nomor telepon. Dengan sistem panggilan otomatis, ribuan orang bisa dijangkau sekaligus. Rendahnya literasi digital di sebagian masyarakat juga memperbesar peluang keberhasilan, karena banyak orang belum terbiasa memverifikasi informasi atau mengenali tanda-tanda penipuan.

Cara Melindungi Diri dari Vishing Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari jebakan vishing:

  1. Jangan pernah memberikan informasi pribadi melalui telepon.
  2. Tutup panggilan jika merasa ragu, lalu hubungi langsung lembaga resmi.
  3. Gunakan aplikasi keamanan yang dapat memblokir panggilan mencurigakan.
  4. Edukasi keluarga dan teman agar tidak mudah percaya pada panggilan tak dikenal.

Baca juga: Ini Cara Sembunyikan Nomor Mu di GetContact

Peran Edukasi Digital dalam Menghadapi Vishing

Edukasi digital menjadi perisai terkuat melawan vishing. Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua panggilan suara bisa dipercaya. Dengan pengetahuan yang cukup, korban bisa lebih kritis dan tidak mudah terjebak. Kampanye literasi digital dari pemerintah maupun perusahaan teknologi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik.

Waspada Sebelum Menjawab Panggilan

Vishing adalah bentuk penipuan yang memanfaatkan suara untuk menipu korban. Dengan memahami tanda-tanda umum dan meningkatkan kewaspadaan, masyarakat dapat melindungi diri dari ancaman ini. Jangan biarkan suara yang terdengar meyakinkan menguasai logika. Waspada sebelum menjawab panggilan adalah langkah pertama menjaga keamanan digital.



Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(dim/sa)

Share :