
Dari tanggal 6 Juli hingga 23 Agustus, Paris akan menjadi tuan rumah serangkaian turnamen dengan total hadiah sebesar $75 juta untuk menentukan organisasi esports terkuat di dunia. Esports World Cup akan menampilkan kejuaraan di 24 cabang esports, serta kompetisi catur. Sebanyak 40 tim dari Eropa, Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Amerika Utara akan bersaing memperebutkan gelar juara. Dalam ulasan 1xBet telah menyusun daftar pendek para pesaing teratas.
Tim Falcons
Skuad Saudi telah memenangkan dua edisi terakhir Esports World Cup dan memiliki peluang besar untuk meraih gelar ketiga berturut-turut. Falcons telah lolos ke lebih banyak ajang Esports World Cup dibandingkan tim mana pun, dengan total 21 kali penampilan. Setelah merekrut Finn “karrigan” Andersen, skuad Counter-Strike 2 mereka berhasil menjuarai Cologne Major dengan mengalahkan Team Vitality dan Team Spirit. Mereka juga naik ke puncak peringkat Valve.
Team Falcons merupakan rumah bagi Anders “Vejrgang” Vejrgang, pemain esports EA FC 26 terbaik. Ia memenangkan eChampions League 2026 dan menjadi favorit utama untuk meraih kemenangan di Paris. Organisasi asal Arab Saudi ini juga masuk dalam 10 besar dunia untuk Dota 2 serta 15 besar untuk PUBG dan Overwatch.
Team Falcons berpotensi mengejutkan dengan transfer pemain ternama di kategori kompetisi apa pun. Pada Esports World Cup sebelumnya, mereka meraih medali perak dan perunggu di cabang catur berkat kerja sama dengan grandmaster Alireza Firouzja dan Hikaru Nakamura.
Tim Vitality
Skuad Saudi telah memenangkan dua edisi terakhir Esports World Cup dan memiliki peluang besar untuk meraih gelar ketiga berturut-turut. Falcons telah lolos ke lebih banyak ajang Esports World Cup dibandingkan tim mana pun, dengan total 21 kali penampilan. Setelah merekrut Finn “karrigan” Andersen, skuad Counter-Strike 2 mereka berhasil menjuarai Cologne Major dengan mengalahkan Team Vitality dan Team Spirit. Mereka juga naik ke puncak peringkat Valve.
Team Falcons merupakan rumah bagi Anders “Vejrgang” Vejrgang, pemain esports EA FC 26 terbaik. Ia memenangkan eChampions League 2026 dan menjadi favorit utama untuk meraih kemenangan di Paris. Organisasi asal Arab Saudi ini juga masuk dalam 10 besar dunia untuk Dota 2 serta 15 besar untuk PUBG dan Overwatch.
Team Falcons berpotensi mengejutkan dengan transfer pemain ternama di kategori kompetisi apa pun. Pada Esports World Cup sebelumnya, mereka meraih medali perak dan perunggu di cabang catur berkat kerja sama dengan grandmaster Alireza Firouzja dan Hikaru Nakamura.
Tim Liquid
Team Liquid selalu menjadi panutan dalam pendekatan multi-game di dunia esports, dan hal itu membantu mereka finis sebagai runner-up tahun lalu. Mereka hanya lolos ke 8 kompetisi di Piala Dunia Esports 2026, dan menempati peringkat ke-11 di antara semua organisasi. Meski demikian, mereka memiliki peluang besar untuk memenangkan hampir setiap gelar.
Tahun lalu, juara dunia Magnus Carlsen bermain untuk Team Liquid dalam turnamen catur. Manuel “ManuBachoore” Bachoore dan Levi “Levi de Weerd” de Weerd memimpin tim ini meraih performa dominan di EA FC 25, dengan finis di peringkat pertama dan ketiga. The Stallions juga termasuk di antara 10 tim Dota 2 terbaik di dunia.
AG.AL
Organisasi-organisasi Asia juga termasuk di antara favorit utama untuk meraih medali emas di Piala Dunia Esports 2026. Organisasi asal Tiongkok ini telah lolos ke 16 turnamen dan memiliki peluang yang sangat baik di Honor of Kings, League of Legends, serta beberapa cabang esports seluler. Tahun lalu, AG.AL menempati peringkat ke-6 secara keseluruhan. Tahun ini, dengan tim-timnya yang berkompetisi di berbagai judul game, organisasi ini berpotensi ikut bersaing dalam perebutan gelar juara.
Gen.G
Organisasi asal Korea Selatan ini menonjol berkat susunan pemainnya yang seimbang di berbagai game. Meskipun tidak memiliki bintang-bintang ternama seperti Mathieu “ZywOo” Herbaut dari Team Vitality, Michał “Nisha” Jankowski dari Team Liquid, atau Anders ‘Vejrgang’ Vejrgang dan Ilya “m0NESY” Osipov dari Team Falcons. Namun, organisasi ini secara konsisten meraih poin di berbagai judul game. Gen.G menempati peringkat ke-7 secara keseluruhan tahun lalu. Tahun ini, berkat dominasinya di League of Legends serta skuad PUBG dan Valorant yang kuat, organisasi asal Korea Selatan ini memiliki peluang nyata untuk bersaing memperebutkan gelar juara.