Penjualan Tes Swab Antigen Murah Akan Dilarang di Tokopedia

Deandra Salsabila . June 29, 2021


Tidak dapat dipungkiri jika kasus Covid-19 di Indonesia sedang melonjak. Berbagai alat untuk mengetahui apakah seseorang terkena Covid-19 atau tidak pun sudah dapat ditemui di berbagai tempat. Namun, ada beberapa oknum yang menjual alat tes swab yang terlalu murah. Hal ini pun ditindaklanjuti oleh Tokopedia yang mengklaim akan melarang untuk menayangkan produk yang menjual alat tes swab antigen guna mendeteksi Covid-19 terlalu murah di platform e-commerce milik mereka.

"Saat ini, Tokopedia telah menindaklanjuti laporan dengan melarang tayang produk dan/atau toko yang melanggar," jelas External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya.

Meskipun Tokopedia bersifat User Generated Content (UGC), yang berarti setiap penjual dapat mengunggah produk secara mandiri, mereka tetap akan melakukan aksi kooperatif untuk menjaga aktivitas dalam platform agar sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Tokopedia memiliki kebijakan produk apa saja yang bisa diperjualbelikan di aturan penggunaan platform Tokopedia," ujarnya.


Tokopedia juga memiliki fitur Pelaporan Penyalahgunaan. Maka dari itu, masyarakat dapat melaporkan produk yang melanggar aturan penggunaan Tokopedia atau hukum yang berlaku di Indonesia.

Sebelumnya, terdapat banyak penjualan alat tes swab antigen Covid-19 dengan harga yang sangat murah, yaitu Rp40 ribu. Penjualan alat tes itu dapat ditemui di platform Tokopedia dan Shopee. Di Tokopedia, pernah ada penjual yang membanderol alat tes ini seharga Rp850 ribu untuk satu boks, berisi 25 alat. Artinya, satu alat itu dihargai hanya sebesar Rp34 ribu. 

Penjual tersebut menuliskan jika alat tes antigen yang dijajakan merupakan produksi Hangzhou Clongene Biotech.co Ltd China. Disebutkan juga dalam keterangan, produk ini sudah terdaftar dan memiliki No Izin edar kemenkes RI AKL 20303028055. 

Meski terdapat penggunaan alat tes antigen yang mudah dan murah, hal tersebut tak bisa dilakukan sembarang orang. Dokter spesialis paru, Erlang Samoedro mengatakan sebaiknya tes antigen dilakukan petugas terlatih dan mengenakan alat pelindung diri. Menurutnya, swab mandiri tanpa dilakukan oleh petugas kesehatan dapat menimbulkan resiko penularan virus corona hingga ancaman kematian.

(DS)

Share :