
Teknologi.id – Anthony Leong resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 di Sekretariat BPP HIPMI. Langkah ini menjadi bagian awal menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI yang akan digelar pada Juni 2026 mendatang.
Namun, momen ini bukan sekadar proses administratif. Anthony memanfaatkannya untuk menegaskan visinya tentang peran strategis HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.
“HIPMI bukan sekadar organisasi, tapi harus menjadi bagian dari implementasi Pasal 33, di mana ekonomi dibangun sebagai usaha bersama untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Dorong Ekonomi Berbasis Kebersamaan

Anthony menilai, struktur ekonomi Indonesia saat ini sangat bergantung pada peran pengusaha, khususnya sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian.
Meski demikian, ia menyoroti masih adanya kesenjangan dalam akses terhadap pasar, pembiayaan, dan jaringan bisnis. Menurutnya, tidak semua pelaku usaha memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
“Kita punya jutaan pelaku usaha, tapi tidak semuanya punya akses yang setara. Di sinilah HIPMI harus hadir, membuka akses dan memperkuat kolaborasi,” jelasnya.
HIPMI Jadi Jembatan Pengusaha dan Negara
Anthony menegaskan bahwa nilai-nilai dalam Pasal 33 UUD 1945, seperti kebersamaan dan keadilan ekonomi, masih sangat relevan di tengah dinamika ekonomi modern saat ini.
Karena itu, ia ingin HIPMI berperan sebagai jembatan antara kepentingan pengusaha dan arah pembangunan nasional. Menurutnya, organisasi ini harus menjadi ruang kolaborasi bagi pengusaha muda untuk tumbuh bersama.
“Pengusaha tidak bisa berjalan sendiri. HIPMI harus jadi wadah untuk saling menguatkan dan berkembang bersama,” tegasnya.
Baca juga: Anthony Leong Fokus Dorong Kredit UMKM Lewat Kolaborasi HIPMI dan Perbankan
Fokus ke Sektor Strategis
Ke depan, Anthony juga mendorong pengusaha muda untuk tidak hanya fokus pada sektor konsumsi, tetapi mulai masuk ke sektor strategis seperti energi, pangan, dan industri.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia di masa depan, sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pengusaha muda harus berani masuk ke sektor strategis. Ini bagian dari tanggung jawab kita dalam membangun bangsa,” ujarnya.
Serap Aspirasi dari Seluruh Indonesia
Ia berharap HIPMI ke depan bisa menjadi gerakan kolektif yang membawa perubahan nyata, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.
“Ini bukan tentang satu orang, tapi tentang gerakan bersama. HIPMI harus jadi penggerak ekonomi yang berdampak luas,” tutupnya.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(dwk)