Apakah Kamu Seorang Manusia atau Sebuah Android?

THOYYIB HASONANGAN. S . May 28, 2024

image via saintvespaluus.com

Teknologi.id - Tentu pernah dengar serial "Westworld" di HBO, kan? Ya, itu yang bikin kepala kita pusing dan hati berdebar. Kisah yang bertemakan masa depan ala Wild West yang dipenuhi robot mirip manusia. Di sana, kamu bisa menghidupkan segala fantasi, dari kisah romantis dengan robo-cowgirls sampai jadi penjahat yang bikin kehebohan.

Tapi, di balik cerita seru itu, ada cerita yang lebih dalam. Beberapa robot di sana mulai "lupa" kalau mereka hanyalah mesin dan ingin bebas dari perlakuan kasar para tamu manusia. Bikin kita bertanya-tanya, kan? Jika robot bisa berpikir, tertawa, sakit, dan mencintai seperti manusia, di mana batas antara kita dan mereka?

Menonton serial seperti "Westworld," "Ex Machina," atau "Her" bisa bikin kita terhanyut dalam tumpukan pemikiran. Mungkin kita sebenarnya robot tapi tak sadar? Memang serem kalau dipikir!

David Atkinson, seorang peneliti senior di Florida Institute for Human & Machine Cognition, punya pandangan menarik soal ini. Dia bilang,

"Machines will someday behave as if they are conscious. They may even claim to be self-aware. How could we prove them wrong?"

Latar belakangnya yang pernah kerja di Jet Propulsion Lab milik NASA untuk riset AI dan robotika membuatnya memiliki sudut pandang unik. Baginya, otak manusia hanyalah komputer super canggih yang belum sepenuhnya kita pahami.

Kita seringkali mengaitkan kesadaran diri dengan kemanusiaan kita. Ingat kutipan terkenal Descartes, "I think, therefore I am"? Tapi bagaimana kalau "pikiran" itu hanyalah kumpulan sinyal listrik di otak kita? Jeff Clune, yang memimpin Evolving Artificial Intelligence Lab di University of Wyoming, mengungkapkan, "Otakmu punya 100 miliar neuron. Cara mereka terhubung menentukan segalanya tentangmu, mulai dari rasa es krim favoritmu sampai siapa yang kamu cintai. Semuanya ada di tumpukan neuron yang rumit ini."

BACA JUGA : Peneliti MIT: Sistem AI Semakin Baik dalam Mengelabui Manusia

Clune yakin bahwa suatu hari nanti kita akan menciptakan kecerdasan buatan yang sepadan dengan kecerdasan manusia. Kita sudah melihat mesin yang bisa belajar sendiri, seperti anak-anak yang belajar dari pengalaman. Bahkan, laboratoriumnya berhasil membuat jaringan saraf tiruan yang bisa melihat gambar acak dan membuat seni sendiri. Teknologi Deep Dream Generator milik Google juga menggunakan teknologi serupa.

"Jika kita punya cukup neuron virtual dan menghubungkannya dengan benar, kita akan punya kecerdasan buatan yang sebanding dengan manusia," kata Clune. Di titik itu, perbedaan antara otak kita dan komputer hanya akan jadi perbedaan kata-kata.

Ingat adegan di "Westworld" di mana Maeve, robot, menghadapi Felix, teknisi lab manusia? Felix mencoba menjelaskan bahwa segala sesuatu yang dia lakukan diprogram. Dia bilang, "The processing power in here [menyentuh kepalanya] jauh melampaui yang kita miliki [manusia]. It's got one drawback, though."

"Apakah itu?" tanya Maeve.

"You're under our control."

Bagian itu membuat Clune ragu. Bukan bahwa kita bisa membangun robot seperti Maeve, tapi bahwa kita bisa mengendalikannya jika dia secerdas atau lebih cerdas dari kita. "Riset AI saat ini tentang menciptakan algoritma pembelajaran yang memungkinkan entitas ini belajar sendiri. Tapi kita tidak mengendalikan apa yang mereka pelajari atau bagaimana mereka berpikir," kata Clune.

Dan ide bahwa mesin bisa lupa bahwa dia mesin? Atkinson bertanya, "Kenapa mesin harus lupa bahwa dia mesin lebih dari seseorang yang lupa bahwa dia manusia? Mereka akan memiliki pengalaman mesin, bukan pengalaman manusia. Mereka akan berbeda, tapi kita akan baik-baik saja."

Jadi, meskipun mungkin kita akan melihat robot super pintar dalam hidup kita, kemungkinan besar kamu tidak menjadi salah satunya. 

Baca Berita dan Artikel lain di Google News

(TH)

Share :