AI dan Pengaruhnya Pada Perilaku Berbelanja Konsumen

Muhammad Iqbal Mawardi . August 19, 2021

Foto: Wallpaper Access

Teknologi.id – Berdasarkan penuturan dari Mcleod dan Schell, kecerdasan buatan merupakan aktivitas penyediaan mesin seperti komputer yang memiliki kemampuan untuk menampilkan perilaku yang dianggap sama cerdasnya dengan manusia.

Itu artinya, AI merupakan sistem komputer yang dapat melakukan pekerjaan yang umumnya membutuhkan kerja manusia atau kecerdasan manusia guna menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Sama halnya dengan manusia, AI merupakan teknologi yang memerlukan data untuk dijadikan referensi. AI membutuhkan pengalaman dan data guna kecerdasannya dapat menjadi lebih baik.

Artificial Intelligence merupakan salah satu cabang dari ilmu komputer yang menekankan untuk penciptaan mesin cerdas yang bisa berpikir atau berperilaku seperti halnya otak manusia.

AI sendiri merupakan bagian yang sangat penting dalam sejarah teknologi dan bagian. AI merupakan algoritma komputer yang diciptakan guna membuat keputusan dan dibuat dengan meniru cara kerja otak manusia.

Poin penting dalam proses AI adalah learning, reasoning dan self-correction. AI harus belajar untuk memperkaya pengetahuannya. Proses belajar AI juga tidak selalu mengandalkan perintah manusia. AI akan belajar dengan sendirinya berdasarkan pengalaman AI saat digunakan oleh manusia.

Baca juga: Manfaat Instagram Sebagai Media Promosi

Hal yang menarik dari AI adalah kemampuannya melakukan self-correction atau mengoreksi diri sendiri. Hal yang lazim diungkapkan mengenai AI di antaranya adalah “Jika aku tidak pernah menang, maka setidaknya aku tidak boleh kalah”.

Perkembangan era digital yang begitu pesat juga berdampak pada sebagian besar kehidupan, termasuk perilaku konsumen dalam berbelanja. Kesesuaian produk saat pemakaian menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk.

Kendati sudah ada contoh foto penggunaan produk, tetap dapat mengecoh konsumen, dan seringkali produk yang dipesan tidak sesuai dengan foto produknya.

Solusi hadir melalui penggunaan AI di industri e-Commerce, khususnya di bidang fashion, AI dapat membantu konsumen bereksperimen, dan mencoba produk sebelum mereka membeli produk tersebut.

Konsumen juga bisa memadukan gaya berpakaian yang cocok. AI akan mengenali gaya pakaian mana yang cocok untuk para konsumen, sehingga mengambil keputusan pembelian yang lebih cepat.

Berdasarkan penuturan eMarketer, terdapat lebih dari 100 juta pengguna aktif smartphone di Indonesia pada 2018. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan Pandemi yang melanda, dimana aktivitas yang dilakukan menggunakan smartphone meningkat drastis.

Oleh karenanya, bukan tak mungkin jika nanti seluruh kegiatan e-Commerce mulai beradaptasi dengan penggunaan AI yang bertujuan untuk membantu konsumen dalam menikmati kegiatan konsumsinya lebih lagi.

Pada akhirnya, AI bertujuan untuk memberikan kemampuan untuk mengolah input dan menjelaskan output pada perangkat lunak. AI akan menyediakan interaksi semirip mungkin dengan manusia menggunakan perangkat lunak dan menawarkan dukungan keputusan untuk tugas tertentu.

(MIM)

Share :