WhatsApp Siapkan Fitur Iklan dan Sistem Berlangganan di Channels

Silviya Zukhruf Aini . November 10, 2023


Foto: Realtime Analytics

Teknologi.id - Baru-baru ini dalam sebuah wawancara dengan media Brasil, CEO WhatsApp, Will Cathcart, mengatakan bahwa perusahaannya sedang menyiapkan iklan dan sistem berlangganan yang akan ditampilkan di Status WA dan Channel (saluran). Kedua fitur tersebut nantinya berada dalam tab "Updates" atau "Pembaruan".

Berita tersebut muncul seminggu setelah Meta mengumumkan paket bebas iklan bagi pengguna Facebook dan Instagram di Uni Eropa.

Kepada media Brasil, Cathcart mengatakan iklan yang ditampilkan di inbox atau kotak masuk pesan, bukanlah sebuah model yang tepat.

Cathcart juga menambahkan bahwa Channels mungkin akan membebankan tarif berlangganan (subscribe) kepada pengguna, sehingga nantinya pengguna akan mendapatkan konten yang eksklusif dalam saluran tersebut. Juga, pemilik Channel dapat memiliki opsi untuk menampilkan di dalam Channels, sebagaimana dikutip dari Android Police.

Baca juga: WhatsApp Bakal Tambahkan Email Sebagai Opsi Lain untuk Log In Akun 

Mengenai iklan dan fitur subscribe channel, Cathcart tidak mengungkapkan kapan kedua fitur tersebut akan diperkenalkan ke pengguna WhatsApp.

Ini bukan kali pertama Meta mempertimbangkan untuk menampilkan iklan di dalam WhatsApp. Rencana untuk menampilkan iklan dalam WhatsApp telah berlangsung sejak tahun 2018. Kemudian di tahun 2019 dalam acara Facebook Marketing Summit yang diselenggarakan di Jerman, Facebook (kini rebranding menjadi Meta) mengumumkan wacana monetisasi WhatsApp.

Ketika itu, WhatsApp merencanakan akan memunculkan iklan dalam platformnya di tahun 2020. Matt Navara, seorang pengulas aplikasi, melalui akun Twitternya (kini platform X), membagikan tampilan iklan yang muncul dalam aplikasi WhatsApp.

Mirip seperti fitur lama Instagram Stories, di sisi bawah iklan tersebut akan muncul ikon "swipe-up" yang akan mengarahkan pengguna ke situs pengiklan. Tampilan perusahaan yang beriklan di WhatsApp Status namanya akan muncul seperti halnya nama kontak.

Rencana memonetisasi WhatsApp pun ditangguhkan oleh CEO Facebook Inc., Mark Zuckerberg, ditangguhkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Para petinggi Facebook khawatir jika kebijakan tersebut menjadi bumerang bagi mereka. Mereka tidak ingin pengguna WhatsApp menghapus akun Facebooknya demi menghindari iklan dan alasan keamanan data.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(sza)


Share :