Instagram Uji Fitur Baru Premium, Pengguna Bisa Lihat Story Secara Anonim

Irmanon Riandina . April 01, 2026


Foto: Teknologi.id/ Irmanon Riandina 

Teknologi.id - Perubahan besar kembali menghampiri Instagram. Platform milik Meta ini dikabarkan tengah menguji fitur baru yang cukup menarik perhatian: pengguna bisa melihat Instagram Story orang lain tanpa diketahui. Fitur ini bukan hadir untuk semua orang, melainkan menjadi bagian dari layanan berlangganan premium yang sedang diuji coba di sejumlah negara.

Langkah ini menandai arah baru Instagram yang mulai serius mengembangkan model bisnis berbasis langganan, di luar iklan yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan mereka.

Fitur Anonim Jadi Sorotan Utama

Dalam uji coba tersebut, Meta memperkenalkan paket bernama “Instagram Plus”. Layanan ini dirancang untuk memberikan pengalaman lebih bagi pengguna sehari-hari, bukan hanya kreator atau pebisnis. Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah kemampuan untuk melihat Story secara anonim. Artinya, pengguna bisa mengintip Story tanpa nama mereka muncul di daftar penonton.

Bagi sebagian orang, fitur ini mungkin terdengar kontroversial. Selama ini, transparansi siapa saja yang melihat Story menjadi salah satu ciri khas Instagram. Dengan adanya fitur ini, interaksi di platform bisa berubah karena pengguna tidak lagi sepenuhnya mengetahui siapa yang memperhatikan konten mereka.

Baca juga: Instagram Hadirkan Fitur Belanja di Reels, Kini Bisa Checkout Tanpa Keluar Aplikasi

Insight Lebih Dalam untuk Story

Tak hanya itu, Instagram Plus juga membawa fitur lain yang tak kalah menarik. Pengguna premium bisa melihat berapa banyak orang yang menonton ulang Story mereka. Informasi ini sebelumnya tidak tersedia secara detail, sehingga fitur ini berpotensi membantu pengguna memahami performa konten mereka secara lebih mendalam. 

Kontrol Audiens Lebih Fleksibel

Selain dari sisi analitik, Meta juga memberikan fleksibilitas lebih dalam pengaturan audiens. Jika sebelumnya pengguna hanya memiliki opsi Story publik atau Close Friends, kini mereka bisa membuat kategori audiens yang lebih spesifik. Misalnya, membagi penonton berdasarkan teman kantor, keluarga, atau komunitas tertentu.

Fitur ini membuka peluang baru dalam cara pengguna berbagi konten. Story bisa menjadi lebih personal dan tersegmentasi, tanpa harus membuat akun terpisah atau menggunakan trik tertentu.

Durasi Story Lebih Panjang dan Lebih Menonjol

Dari sisi durasi, Instagram juga bereksperimen dengan memperpanjang masa tayang Story. Jika biasanya Story hanya bertahan 24 jam, pengguna premium dapat memperpanjangnya lebih lama. Bahkan, mereka bisa menyorot Story tertentu agar muncul lebih menonjol di bagian depan selama periode tertentu, sehingga meningkatkan visibilitas.

Interaksi Baru dengan Superlike dan Pencarian Viewer

Interaksi pun dibuat lebih ekspresif dengan hadirnya fitur “Superlike” dalam bentuk animasi. Fitur ini memberikan cara baru bagi pengguna untuk menunjukkan apresiasi terhadap Story orang lain, di luar sekadar reaksi biasa.

Kemudahan juga ditingkatkan melalui fitur pencarian penonton Story. Pengguna tidak perlu lagi menggulir panjang daftar viewer untuk menemukan seseorang, karena kini tersedia fitur pencarian yang lebih praktis.

Harga Langganan dan Negara Uji Coba

Uji coba layanan ini dilaporkan sudah berlangsung di beberapa negara, termasuk Meksiko, Jepang, dan Filipina. Harga langganannya pun relatif terjangkau, mulai dari sekitar satu hingga dua dolar AS per bulan, tergantung wilayah.

Menariknya, layanan ini berbeda dari Meta Verified yang lebih fokus pada kreator dan bisnis. Instagram Plus justru menyasar pengguna umum yang ingin mendapatkan pengalaman lebih saat menggunakan platform tersebut.

Baca juga: Bikin Heboh! Bos Instagram Sebut Main IG 16 Jam Bukan Kecanduan, Kok Bisa?

Respons Pengguna dan Tantangan Model Berlangganan

Namun, tidak semua respons terhadap fitur ini bersifat positif. Sebagian pengguna mengaku mulai lelah dengan semakin banyaknya layanan digital yang beralih ke sistem berlangganan. Kekhawatiran akan “subscription fatigue” pun mulai muncul, terutama jika fitur-fitur dasar perlahan dipindahkan ke layanan berbayar.

Meski begitu, tren ini sebenarnya bukan hal baru di industri media sosial. Platform seperti Snapchat dan X sebelumnya telah lebih dulu sukses dengan model langganan. Snapchat+, misalnya, telah mengumpulkan puluhan juta pelanggan sejak diluncurkan.

Arah Baru Instagram ke Depan

Melihat perkembangan ini, langkah Meta bisa jadi merupakan upaya untuk mengejar peluang serupa sekaligus mendiversifikasi sumber pendapatan mereka. Tinggal bagaimana respon pengguna ke depannya apakah fitur-fitur eksklusif ini cukup menarik untuk membuat mereka bersedia membayar.

Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin fitur melihat Story tanpa ketahuan akan segera hadir secara global. Dan saat itu terjadi, cara kita berinteraksi di Instagram mungkin akan berubah selamanya.



Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(yna/sa)

Share :