Google Veo 3.1 Manjakan Kreator, Ubah Foto Jadi Video Vertikal AI

Yasmin Najla Alfarisi . January 15, 2026

Foto: Google Blog.

Teknologi.id -  Dunia konten digital kembali diguncang oleh inovasi terbaru dari Google. Raksasa teknologi ini resmi meluncurkan update besar, Veo 3.1, yang membawa lonjakan signifikan dalam kualitas visual, resolusi, dan fleksibilitas format. Update ini bukan hanya soal kualitas gambar yang lebih tajam, namun juga tentang bagaimana AI memahami keinginan kreator untuk menciptakan video yang lebih dinamis, terutama untuk handphone.

Ricky Wong, Lead Product Manager di Google DeepMind, menegaskan bahwa update ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan semua orang, mulai dari pengguna media sosial biasa hingga pembuat film profesional.

"Veo kini menjadi lebih ekspresif. Kami membantu Anda membuat video yang lebih menyenangkan, kreatif, dan berkualitas tinggi hanya berdasarkan gambar bahan (ingredient images)," jelasnya.

Memaksimalkan Fitur "Ingredients to Video"

Video: YouTube Google DeepMind.

Fitur utama update ini adalah Ingredients to Video. Berbeda dengan model AI video biasa yang hanya mengandalkan teks, fitur ini memungkinkan pengguna mengunggah hingga tiga gambar referensi sebagai "bahan dasar". Gambar ini bisa berupa karakter, latar belakang, atau tekstur yang ingin dijadikan panduan utama oleh AI.

Pada versi 3.1, kemampuan AI dalam menginterpretasikan gambar meningkat drastis. Gerakan objek atau manusia dalam video tidak lagi terasa kaku atau robotik, melainkan lebih luwes dan natural. Bahkan dengan prompt sederhana, Veo 3.1 mampu menghasilkan alur cerita yang lebih kaya dan dialog yang lebih ekspresif. Video yang dihasilkan kini terasa lebih "hidup" dan sinematik.

Baca juga: Resmi! Apple Gandeng Google, Gemini Bakal Jadi Otak AI Baru Siri

Mengatasi Inkonsistensi Karakter

Video: YouTube Google DeepMind.

Salah satu tantangan terbesar dalam pembuatan video AI selama ini adalah masalah konsistensi karakter (character drift), di mana wajah atau pakaian karakter bisa berubah sedikit demi sedikit di setiap adegan. Veo 3.1 memberikan solusi untuk masalah ini dengan meningkatkan Identity Consistency.

Dengan fitur ini, karakter yang Anda buat akan tetap terlihat sama meskipun latar belakang, pencahayaan, atau sudut kamera berubah total. Tidak hanya manusia, konsistensi ini juga berlaku untuk objek dan lingkungan. Kreator bisa menggunakan kembali latar belakang atau tekstur yang sama di berbagai klip yang berbeda. Hal ini sangat penting bagi mereka yang ingin membangun sebuah narasi cerita panjang (film pendek atau iklan), di mana konsistensi visual pemain utamanya.

Format Video Vertikal dan Resolusi 4K

Video: YouTube Google DeepMind.

Menyadari banyaknya konten dengan format vertikal di platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, Google kini menghadirkan ouput video vertikal (rasio 9:16). Sebelumnya, pengguna sering kali harus memotong (crop) video lanskap secara manual, menyebabkan hilangnya detail atau komposisi yang tidak pas. Sekarang, Veo 3.1 bisa langsung menghasilkan video portrait dengan komposisi ideal sejak awal.

Untuk ketajaman visual, Google juga memperkenalkan teknologi upscaling canggih. Meskipun proses generatif dilakukan pada kualitas 1080p, pengguna kini memiliki pilihan untuk meningkatkan resolusinya ke 4K. Hasilnya adalah video dengan tekstur mendetail dan jernih, sehingga sangat layak digunakan untuk kebutuhan produksi profesional maupun bioskop.

Audio Terintegrasi dan Tools Profesional

Video: YouTube Google DeepMind.

Veo 3.1 bukan hanya soal visual, namun juga pengalaman audio. Model ini dilengkapi dengan pembuat audio asli, di mana suara yang dihasilkan akan menyesuaikan dengan gerakan dalam video. Misalnya, jika ada karakter yang berjalan di atas kayu, suara langkah kakinya akan terdengar realistis sesuai dengan gerakannya.

Bagi yang membutuhkan hasil cepat, tersedia juga versi Veo 3 Fast. Versi ini dioptimalkan untuk pembuatan cepat dengan biaya lebih rendah, cocok bagi developer aplikasi yang memproduksi banyak iklan atau konten media sosial. Sementara untuk alur kerja profesional, fitur ini juga tersedia di Vertex AI, Gemini API, Google Vids, dan Flow.

Baca juga: YouTube Uji AI Gemini 3 untuk Bikin Game Tanpa Coding Lewat Playables Builder

Keamanan dengan Watermark SynthID

Dengan semakin realistisnya video buatan AI, transparansi menjadi perhatian utama. Semua video yang dihasilkan Veo 3.1 secara otomatis akan ditanamkan SynthID, sebuah watermark digital tidak terlihat yang menunjukkan konten tersebut dibuat menggunakan AI. Watermark ini tetap akan terbaca meskipun video tersebut telah melalui proses edit, crop, atau penyesuaian.

Video: YouTube Google DeepMind.

Selain itu, Gemini kini memiliki fitur verifikasi di mana pengguna bisa mengirim video dan bertanya jika video tersebut dibuat menggunakan AI Google atau bukan. Ini merupakan  langkah penting bagi Google untuk membangun ekosistem digital yang tepercaya dan transparan di tengah maraknya konten buatan.

Cara Mengakses Veo 3.1

Update ini sudah mulai diluncurkan secara luas. Pengguna bisa langsung mencobanya melalui aplikasi Gemini, dan mengakses langsung di YouTube Shorts melalui aplikasi YouTube Create. Bagi para profesional dan kantoran, fitur-fitur canggih ini bisa diakses melalui Vertex AI. Dengan Veo 3.1, batasan antara imajinasi dan realita menjadi semakin tipis hanya dalam hitungan detik.


Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.


(yna/sa)


Share :