Telegram Menghilang dari Rusia Guna Lindungi Data Ukraina

Muhammad Iqbal Mawardi . March 09, 2022

Foto: Unsplash

Teknologi.id – Konflik antara Rusia ke Ukraina menarik perhatian bos aplikasi Telegram, Pavel Durov. Durov mengingat masa kelam ketika ia kehilangan perusahaan dan rumah kala bekerja melindungi data pengguna di Ukraina.

Durov mengatakan, di tengah memanasnya Rusia vs Ukraina, ia pun tak ragu untuk mengulangi hal tersebut karena ia sangat mendukung Ukraina.

"9 tahun yang lalu saya melindungi data pribadi Ukraina dari pemerintah Rusia - dan kehilangan perusahaan dan rumah saya. Saya akan melakukannya lagi tanpa ragu-ragu," ucapnya dalam sebuah unggahan di Twitter.

Durov mengatakan bagaimana ia melakukan hal tersebut. Durov mengatakan beberapa orang meragukan keamanan Telegram untuk warga Ukraina karena ia pernah tinggal di Rusia.

Baca juga: Ukraina Tidak Lagi Ngotot Masuk NATO, Ikuti Kemauan Rusia?

Durov mengatakan dirinya lebih condong ke sisi ibunya yang memiliki nama Ukraina, yakni Ivanenko. Dan saat ini pun ia memiliki banyak kerabat di Ukraina, sehingga konflik antara Rusia dan Ukraina merupakan hal yang sangat personal baginya.

Kemudian ia juga berusaha menunjukkan keberpihakannya pada Ukraina dengan menceritakan bagaiamana karirnya di Rusia berakhir 9 tahun lalu.

Sembilan tahun lalu, Durov adalah CEO VKontakte yang merupakan jejaring sosial terbesar di Rusia dan Ukraina.

Pada 2013, badan keamanan Rusia, FSB, meminta Durov memberi mereka data pribadi pengguna VK Ukraina yang memprotes Presiden pro-Rusia.

Terkait permintaan tersebut, Durov menolak karena hal tersebut berarti pengkhianatan atas pengguna Ukraina di platformnya.

"Setelah itu, saya dipecat dari perusahaan yang saya dirikan dan terpaksa meninggalkan Rusia," ucap Durov.

Meski Durov kehilangan perusahaan dan rumahnya, tetapi dia mengatakan akan melakukan hal itu lagi tanpa keraguan.

"Bertahun-tahun telah berlalu sejak itu. Banyak hal berubah: Saya tidak lagi tinggal di Rusia, tidak lagi memiliki perusahaan atau karyawan di sana," tulisnya.

"Tapi satu hal tetap sama - saya mendukung pengguna kami apa pun yang terjadi. Hak privasi mereka adalah sesuatu yang sakral," tutupnya.

(MIM)

author1
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

1 Komentar