Susul Indosat dan Tri, XL Axiata Merger dengan Smartfren?

Fabian Pratama Kusumah . September 19, 2021

Foto: Tribunnews

Teknologi.id – Dua operator seluler di Indonesia, Indosat Ooredoo (PT Indosat Tbk) dan Tri (PT Hutchison 3 Indonesia/H3I), resmi melakukan penggabungan usaha alias merger.

Perkawinan ini juga berpotensi mendorong merger operator lain di industri telekomunikasi, karena hanya akan sehat kalau jumlahnya tiga pemain.

Hanya saja, kalau operator telekomunikasi gabungan dianggap bisa mengalahkan Telkomsel yang kini memimpin pasar, maka tidak semudah itu pula dan jalannya pun masih panjang.

"Telkomsel begitu kuat menguasai separuh bisnis seluler di Tanah Air," kata pengamat telekomunikasi Heru Sutadi.

Ia lalu menyebut nama XL Axiata yang bakal menjadi pesaing Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchinson di Indonesia.

Menurutnya, kalau ingin sehat dan mampu bersaing dengan Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchinson, XL Axiata harus mempertimbangkan merger dengan Smartfren.

Baca juga: Indosat dan Tri Merger, Pelanggan Untung atau Rugi?

"Tapi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda ke arah sana," paparnya. Dengan persetujuan pemegang saham Indosat Ooredoo, Vikram Sinha akan menjadi kepala eksekutif dan Nicky Lee sebagai kepala keuangan Indosat Ooredoo Hutchison.

Sementara Ahmad Al-Neama tetap menjadi direktur utama dan kepala eksekutif Indosat Ooredoo, serta Cliff Woo sebagai kepala eksekutif Tri Indonesia hingga proses merger selesai.

Mereka akan memiliki skala, kemampuan keuangan, dan keahlian untuk bersaing dengan lebih efektif.

Grup Ooredoo memiliki 65 persen saham di Indosat lewat Ooredoo Asia, yang menjadikan mereka operator telekomunikasi terbesar ketiga di Indonesia dengan pangsa pasar 13 persen pada 2018.

Sedangkan Tri Indonesia, merupakan operator telekomunikasi yang menguasai 7 persen pangsa pasar di Tanah Air.

(fpk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar