Jika Gejala Hilang, Pasien Covid-19 Hanya Perlu Isolasi 5 Hari

Muhammad Iqbal Mawardi . December 29, 2021

Foto: Shutterstock

Teknologi.id – Orang yang dites positif COVID-19 hanya perlu diisolasi selama lima hari selama gejalanya berhenti, ucap the Centers for Disease Control and Prevention.

Perubahan pedoman isolasi dari sepuluh hari menjadi lima haru didasarkan pada data yang menunjukkan orang dengan COVID-19 paling mungkin menularkan kepada orang lain selama beberapa hari sebelum dan setelah mereka mulai menunjukkan gejala, kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Setelah meninggalkan isolasi, orang harus memakai masker di sekitar orang lain selama lima hari tambahan, kata CDC.

CDC juga mengatakan Senin bahwa orang yang belum menerima dosis booster vaksin COVID-19 tetapi menerima dosis kedua vaksin mRNA enam bulan lalu, atau yang menerima vaksin Johnson & Johnson dua bulan lalu, harus dikarantina selama lima hari jika mereka terpapar COVID-19.

Baca juga: Varian Delta dan Omicron Bergabung Jadi Delmicron, Benarkah?

Itu perubahan dari pedoman sebelumnya, yang mengatakan orang yang divaksinasi lengkap tidak perlu dikarantina jika mereka terpapar dengan seseorang yang sakit penyakit.

Perubahan pedoman isolasi untuk orang yang sakit dengan COVID-19 datang hanya beberapa hari setelah CDC mengatakan bahwa petugas kesehatan hanya perlu mengisolasi selama tujuh hari jika mereka dinyatakan positif virus, selama mereka tidak menunjukkan gejala dan memiliki tes negatif pada hari ketujuh.

Inggris juga mempersingkat masa isolasi yang direkomendasikan menjadi tujuh hari, selama orang memiliki tes negatif pada hari keenam dan ketujuh.

Pedoman baru hari ini dari CDC untuk masyarakat umum di Amerika Serikat tidak termasuk rekomendasi untuk mengikuti tes pada akhir periode isolasi lima hari.

Varian omicron yang sangat menular mendorong lonjakan kasus COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan di banyak tempat, lebih banyak orang yang dites positif terkena virus setiap hari daripada sebelumnya.

Akibatnya, CDC menghadapi tekanan dari berbagai industri, termasuk maskapai penerbangan, untuk mempersingkat masa isolasi guna mengurangi kekurangan staf dari orang-orang yang dinyatakan positif dan hilang sepuluh hari kerja.

Pakar kesehatan masyarakat mengatakan periode isolasi yang lebih pendek didukung oleh penelitian tentang virus. Namun, orang harus benar-benar pulih jika mereka akan kembali ke aktivitas sehari-hari.

“Apa yang saya tidak ingin lihat terjadi adalah ini digunakan sebagai alasan untuk memaksa orang kembali saat mereka tidak sehat,” ucap Megan Ranney, seorang dokter darurat dan dekan di School of Public Health di Brown University.

(MIM)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar