Pemerintah Rencanakan Bangun BTS 4G untuk Indonesia Merdeka Internet

Luthfiana Mifta . August 04, 2020


Foto: Fajar Cirebon


Teknologi.id - Seperti yang kita ketahui, pembangunan infrastruktur di Indonesia belum merata, salah satunya pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Saat ini, tercatat ada sekitar 12.548 desa/kelurahan di seluruh Indonesia yang belum tersentuh akses internet 4G. Dari 12.548 desa/kelurahan, jika dirinci terdapat 9.113 desa/kelurahan yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) dan 3.435 desa/kelurahan yang berada di wilayah non-3T.

Pemerintahpun mencari cara untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah-wilayah tersebut, salah satunya dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: 5 Perbedaan Antara Modem dan Router


Foto: Warta Ekonomi


Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Latief, menjelaskan bahwa Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika, berkeinginan untuk mencari pendanaan baru guna membangun Base Transceiver Station (BTS) yang bersumber dari APBN. Akhir tahun lalu, Johnny G. Plate menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan BTS sebanyak 4.000 unit di tahun 2020. 

Dikutip dari Detik.com, Anang menjelaskan bahwa upaya pendanaan 3T akan diupayakan melalui APBN karena USO (Universal Service Obligation) telah habis. Bagi kalian yang belum tahu, USO adalah program yang dijalankan oleh Bakti Kominfo yang berasal dari 1,25% pendapatan kotor tiap operator seluler. Target program USO itu berada di daerah terpencil, perbatasan, atau pelosok yang belum mendapatkan akses jaringan telekomunikasi.

Baca juga: Penyebab Munculnya Tanda Seru di Ikon WiFi dan Cara Mengatasinya

Dana USO dari operator seluler tersebut dinilai tidak mencukupi program untuk memeratakan akses internet di Indonesia, mulai dari pembangunan BTS, Palapa Ring, hingga Satelit Republik Indonesia (Satria) yang direncanakan akan meluncur pada 2023 mendatang.

Melihat iuran USO yang hanya 1,25% dari operator seluler tersebut, jelas tidak mencukupi untuk menambah pembangunan BTS baru. Sementara di sisi lain, masih ada sekitar 12.548 desa/kelurahan yang belum mendapatkan akses internet. Anang menjelaskan bahwa Johnny G. Plate sudah mendiskusikan rencana tersebut dengan Presiden dan Menteri Keuangan, dimana ada sebagian APBN yang selama ini belum pernah dikucurkan untuk proyek infrastruktur telekomunikasi.

Rencana pembangunan BTS 4G di wilayah 3T dengan 9.113 desa/kelurahan akan dilakukan sampai akhir tahun 2022. Dengan begitu, pembangunan BTS 4G banyak dilakukan di tahun 2021.

Baca juga: Biar Tetap Aman, Ini Cara Memantau Media Sosial Anak di Android

(lm)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar