Atasi Kecanduan Internet, Mahasiswa UI Ciptakan Nettox

kecanduan internet
Penampakan Nettox. Foto: Antara/REUTERS

Teknologi.id – Tiga mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) berhasil menciptakan alat yang berguna untuk mengatasi masalah ketergantungan akan internet yang saat ini tengah berkembang di generasi milenial, bernama Nettox.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Irfan Budi Satria (Teknik Elektro 2016), Nabila Ayu Budianti (Biologi 2016) dan Alhuda Reza Mahara (Teknik Komputer 2016) dibawah bimbingan dosen FTUI Dr.Eng Arief Udhiarto S.T., M.T.

Foto: ui.ac.id

Nettox adalah singkatan dari internet detox atau detoksifikasi daring, dimana para mahasiswa butuh waktu tiga bulan untuk menyelesaikan Nettox.

Nettox dapat mendeteksi tingkat penurunan variabilitas detak jantung dan mencatat waktu aktivitas internet pengguna secara real-time sehingga dapat memunculkan peringatan akan penurunan kesehatan akibat penggunaan internet berlebihan.

Uji coba penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa bernama Tyas Sisianindita yang menghabiskan hampir delapan jam sehari dengan gadget miliknya. Sisianindita biasa menggunakan smartphone-nya hingga lima jam pada malam hari menjelang tidur.

“Saya sadar bahwa saya kecanduan,” kata Sisianindita seperti dilansir Reuters, Rabu (6/11).

Baca juga: Kini Pengguna WhatsApp Bisa Batasi Kontak yang Boleh Mengundang ke Grup Obrolan

Nettox bentuknya mirip jam tangan, dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Di Nettox dipasang sensor pengukur kandungan oksigen pada sel darah merah (hemoglobin oxygen levels) dan pengukur detak jantung (heart rate variability/ HRV).

Cara kerja Nettox adalah mengukur HRV pengguna. Jika kadar HRV di bawah normal, Nettox memperingatkan pengguna gadget.

Penelitian telah menemukan bahwa penggunaan ponsel dalam waktu lama memiliki efek penurunan spesifik pada level HRV. Perangkat Nettox mengeluarkan suara ketika HRV dan kadar oksigen darah berada dalam kisaran ini, yang mengingatkan pengguna untuk berhenti menggunakan telepon mereka.

Untuk orang berusia antara 18 dan 25, HRV idealnya harus tetap di atas 60, menurut American Psychological Association, kata Satria.

Pada uji coba baru-baru ini, pembacaan HRV Sisianindita adalah 44.

Baca juga: Mulai Bulan Depan OVO Kenakan Biaya Transfer ke Bank Rp 2.500

Tim Satria sedang mengerjakan personalisasi Nettox dan meningkatkan akurasinya karena pembacaan HRV dapat bervariasi tergantung pada bentuk tubuh, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan seseorang.

Mereka bertujuan untuk mengajukan paten untuk penemuan mereka dengan universitas pada tahun depan.

“Tujuan kami adalah membantu yang sadar kesehatan. Untuk membantu orang yang ingin membebaskan diri dari kecanduan internet,” kata Satria.

(dwk)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending