Waspada! Ada Penipu Berkedok Jasa Sadap Chat WhatsApp Orang Lain

Teknologi.id . May 13, 2022

How to enable dark mode on WhatsApp Web - ITP Live
Foto: Twitter/gadget360

Teknologi.id - WhatsApp sebagai salah satu aplikasi perpesanan terbesar di dunia memiliki fitur enkripsi end-to-end yang menjamin keamanan pesan dan data pribadi yang dimiliki penggunanya.

Meski begitu, masih ada saja sebagian pengguna yang ingin menyadap chat WhatsApp orang lain dengan maksud tertentu, misalnya untuk mengetahui isi obrolan pesaing bisnis, mantan pacar, atau pasangannya yang mencurigakan.

Layaknya hukum ekonomi, ada permintaan tentunya ada penawaran. Keinginan sebagian orang ini akhirnya dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab yang mengaku mampu membobol chat Whatsapp orang lain.

Penipu yang menggunakan nama akun Twitter @jasasadapchat mengiklankan dirinya mampu menyadap WhatsApp, Facebook, Instagram dan Twitter dengan kemampuan super dan terpercaya seperti tanpa menyentuh HP target, tanpa diketahui oleh target, serta privasi aman dan terpercaya.

Namun, bukannya bisa mendapatkan layanan sadap chat WhatsApp yang dimaksud, justru orang-orang yang berniat menggunakan jasa tersebut malah menjadi korban penipuan dan pemerasan dengan berbagai rekayasa sosial.

Pelaku yang mengaku hacker dan ahli menyadap WhatsApp atau media sosial lainnya tersebut mengancam korban agar membayarkan sejumlah uang, jika tidak maka aksi penyadapan ini akan dilaporkan kepada pemilik nomor yang akan disadap.

Baca juga: Cara Menggunakan Reactions Emoji di WhatsApp

Aplikasi Sadap WA Terbaik, Viral di Tiktok - REVIEW1ST.COM
Foto: 4Gconnect

Menurut Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, pelaku mengeluarkan segala macam bualan untuk bisa memperdaya korbannya sehingga percaya untuk menggunakan jasa abal-abal tersebut.

"Cukup dengan biaya Rp 500.000, semua pesan dan panggilan akan tersadap, begitu klaim penipu," ungkap Alfons.

Jika dilihat dari banyaknya posting Twitter yang menginformasikan aksi penipuan dan pemerasan ini, diperkirakan jumlah korbannya pun cukup banyak dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Ketika beraksi, pelaku menggunakan istilah-istilah IT yang jarang diketahui orang awam sehingga masyarakat mudah tergiur dengan tipu daya pelaku.

"Teknik yang digunakan sebenarnya simpel, menggunakan keawaman korbannya, penipu menggunakan istilah IT seperti Two Factor Authentication, scan sidik jari dan beberapa capture yang terlihat seakan proses penyadapan sudah berhasil dan berjalan di depan mata," ujar Alfons memaparkan.

Ketika beraksi, pelaku secara sistematis akan mengiming-imingi korbannya dengan tampilan keberhasilan, namun selalu ada langkah terakhir yang membutuhkan dana tambahan dan setiap kali dana tambahan dikirimkan, maka akan muncul lagi masalah lainnya yang membutuhkan dana tambahan lagi.

"Hal ini akan dilakukan berulang-ulang dan tanpa sadar korbannya akan makin ngebet untuk mendapatkan hasil sadapan ini dan mengirimkan kembali dana yang diminta," tutur Alfons.

Hingga akhirnya sampai di titik para korban tidak bersedia mengirimkan uang yang diminta lagi, maka aksi penipuan ini berganti menjadi aksi pemerasan dan teror.

"Jika korban tidak mengirimkan uang yang diminta, maka pemilik nomor yang ingin disadap akan diberitahu bahwa korban ingin menyadap nomor tersebut," ucap Alfons menambahkan.

Baca juga: Cara Menggunakan Filter Nangis yang Viral di TikTok dan Instagram

Saat ini akun Twitter penipu @jasasadapchat sudah dilaporkan dan diblokir oleh Twitter, meskipun begitu rekening atas nama Listrian Despriana dengan akun BCA Digital dan CIMB atas nama Gopay Rizki Ramadhan yang digunakan penipu, terpantau masih aktif dan belum diblokir.

Pun begitu, masih ada beberapa akun jasa sadap serupa seperti: @JasaSadap @jasasadap_trust @Jasasadap2022 @JASASADAP_REAL, yang masih aktif di platform Twitter hingga kini.

Masyarakat pun dihimbau agar lebih berhati-hati dan jangan mudah percaya dengan segala macam klaim di dunia maya.

"Menyadap Whatsapp mungkin masih memungkinkan secara teknis, tetapi membaca pesan Whatsapp yang dienkripsi sangat sulit dan agak mustahil kalau hanya dengan uang beberapa juta rupiah bisa menyadap dan membaca pesan Whatsapp orang lain. Jangan sampai kamu ingin menyadap, akhirnya malah jadi diperas," ujarnya.

Sebagai informasi, WhatsApp menerapkan enkripsi end-to-end yang unik untuk setiap percakapan demi menjaga privasi penggunanya, di mana yang memiliki kunci membuka percakapan terenkripsi hanyalah perangkat pengguna WhatsApp yang bersangkutan.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar