Teknologi di Belakang Bola Piala Dunia 2018

Foto: Core77.

Banyak orang yang masih berpikir bahwa bola yang digunakan di Piala Dunia 1990, Etrusca Unico, berada di suatu tempat di orbit. Ketika itu bola sepakan dari Chris Waddle, pemain tengah Inggris yang gagal mengeksekusi penalti di babak adu penalti dan kalah di semifinal dari Jerman Barat, melambung tinggi di atas mistar gawang dan bahkan terlihat sampai ke langit.

Berselang tiga dekade setelah itu, bola yang dibuat Adidas untuk Piala Dunia 2018 di Rusia mengambil inspirasi dari sesuatu yang ada di orbit, yaitu satelit Telstar 1962. Jika ditilik lebih dalam, wajah bola bernama ‘Telstar 18’ itu memang tampak menyerupai bentuk dari satelit tersebut

Satelit Telstar 1962 sendiri adalah satelit pertama di dunia yang digunakan untuk komunikasi dan merupakan satelit yang diciptakan dari ventura gabungan NASA serta Bell Telephone Labs (sekarang AT&T).

Sebelumnya, bola Telstar orisinal pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970 di Meksiko dan ditendang oleh legenda Brazil, Pele. Bola yang digunakan di Piala Dunia 2018 Rusia ini memiliki arti yang berbeda.
Satelit Telstar dibuat khusus untuk membantu dunia dalam berkomunikasi, lalu sempat tidak aktif dikarenakan Perang Dingin, terutama karena radiasi dari bom nuklir yang diuji oleh AS dan Uni Soviet kala itu.
Akibatnya, satelit itu sempat benar-benar kehilangan transmisi pada 1963, tapi kemudian satelit itu berhasil kembali menghubungkan ratusan panggilan telepon dan telegram. Oleh karenanya, komunikasi menjadi kunci di bola Piala Dunia yang baru.
Dirasa sesuai dengan sesuatu yang terinspirasi dari satelit, bola Telstar 18 disematkan teknologi komunikasi. Ada cip NFC (Near-field communication) yang ditanamkan di bola ini dan bahkan ada simbol Wi-Fi kecil. Meskipun begitu, menyematkan tipe teknologi seperti ini bukanlah pertama kalinya bagi Adidas. Sebelumnya, Adidas pernah menambahkan teknologi di bola miCoach Smart Ball, yang dirancang untuk para pelatih dalam memantau performa anak asuhnya.

Bola yang menghubungkan 32 tim Piala Dunia 2018

Teknologi yang terdapat dalam bola Telstar 18 bukan soal melacak kekuatan tendangan atau mengukur kecepatan bola, melainkan untuk memberikan informasi mengenai Piala Dunia yang mengajak masyarakat untuk mengikuti berbagai kompetisi di dalamnya. Jadi, teknologi di bola ini bukan soal melacak sesuatu tapi berinteraksi dengannya, teknologi ini dapat bekerja baik untuk perangkat Android maupun iOS. Tapi, untuk pengguna iOS memerlukan aplikasi pihak ketiga untuk mengaksesnya.
Foto: SoccerBible.
“Telstar orisinal adalah salah satu bola sepak paling ikonik sepanjang masa, dan mengubah desain bola sepak selamanya. Jadi, mengembangkan Telstar 18 tetap menjunjung model orisinalnya yang menjadi tantangan menyenangkan bagi kami,” ujar Roland Rommler, Category Director of Football Hardware dari Adidas, dilansir TechRadar.
“Struktur panel baru dan ditambahkannya cip NFC memberikan inovasi dan desain bola ini ke dalam tingkat yang baru, juga menawarkan baik konsumen maupun pemain sebuah pengalaman yang baru,” lanjutnya.
FIFA berharap inovasi ini dapat menambah keindahan permainan olah bola yang sedang berlangsung ini. Untuk memastikan Telstar 18 sesuai dengan apa yang telah dirancang, maka bola ini diuji oleh sejumlah tim nasional dan juga klub besar, seperti Argentina, Kolombia, Meksiko, Manchester United, Juventus, Real Madrid, dan Ajax.
Telstar 18 mungkin seperti bola biasa pada umumnya, namun sebenarnya arti bola ini menjadi simbol untuk sesuatu yang lebih bermakna, yakni menjadi objek penghubung dari 32 tim nasional yang berlaga di Piala Dunia 2018. nks

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *