Tahukah Kamu? Inilah Fakta Kalimantan, Pulau yang Aman dari Gempa

Foto: Kerusakan akibat gempa. (The Economist).

Teknologi – Indonesia tengah sering dilanda bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami hingga gunung meletus. Usai Lombok, gempa bumi dan tsunami pun melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu.

Letak Indonesia yang berada di kawasan cincin pasifik yang aktif karena pertemuan empat lempeng tektonik yakni Asia, Australia, Samudera Hindia dan Pasifik, membuat potensi bencana pun diperkirakan terjadi di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Lalu bagaimana dengan Kalimantan?

Danny Hilman, selaku peneliti Geologi Kegempaan mengungkap Kalimantan relatif lebih aman dibandingkan dengan pulau lainnya di Indonesia. Pasalnya, pulau tersebut terletak cukup jauh dari batas lempeng.

“Gempa bumi biasanya dekat dengan atau pada batas lempeng atau memang ada sesar [patahan] aktif di sana. Kalimantan itu kan jauh dari batas lempeng, tidak ada sesar aktif yang besar,” ujar Danny pada CNNIndonesia.com, Kamis (4/10).

Letak geografis Pulau Kalimantan berbeda dari Pulau Sulawesi yang memiliki empat sesar aktif, yakni Sesar Palu-Koro; Sesar Saddang; Sesar Gorontalo; dan Sesar Matano.

Menurutnya, Sesar Palu-Koro adalah penyebab gempa Sulteng selain yang paling aktif dari seluruh sesar di Indonesia. Kekuatannya, tiga kali lipat dibandingkan dengan pergerakan sesar lainnya.

Foto: Kerusakan akibat gempa di Palu. (VOAIndonesia).

Meski begitu, menurut Danny, pada dasarnya masyarakat dan pemerintah Kalimantan juga lebih waspada akan bencana alam. Pasalnya Kalimantan juga pernah dilanda gempa bumi di Tarakan, Kalimantan Utara berkekuatan 6,1 SR pada 2015 lalu.

Sesar Aktif di Kalimantan

Terdapat setidaknya tiga sesar aktif di Kalimantan, berdasarkan buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Bumi Indonesia 2017 yang dirilis oleh Pusat Studi Gempa Nasional Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Terdapat tiga zona sesar utama yang teridentifikasi di Pulau Kalimantan, yakni Sesar Tarakan, Sesar Mangkalihat dan Sesar Meratus. Setiap sesar tersebut memiliki panjang lebih dari 100 km yang berpotensi menimbulkan gempa 7 SR.

Danny juga mengungkap sebelumnya terdapat gempa di Sabah, Malaysia berkekuatan 6 SR pada 2015, yang berlokasi dekat dari Kalimantan Utara. Gempa tersebut mengakibatkan longsoran di Gunung Kinibalu dan kerusakan infrastruktur di Kota Ranau.

Namun, dilihat dari jejak gempa yang terjadi di daerah Kalimantan, Danny menyimpulkan bahwa Pulau Kalimantan sebenarnya tidak aman. Jikalau ada daerah yang bisa disebut relatif aman, itu adalah Kalimantan Tengah, Timur dan Barat yang bebas dari gempa dan Tsunami.

“Meskipun aman 100 persen juga tidak, tidak aman juga. Gempa bumi bisa terjadi juga di mana pun. Masih ada kaitan jalurnya sesar dari Palu-Koro dan di Kalimantan Utara. Kalau di Kalimantan Tengah, Barat, dan Selatan, mungkin relatif dan dibilang aman dibandingkan sama wilayah lain,” ujarnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *