Saham Twitter Jatuh Hampir 7 Persen, Diduga Alami Peretasan

saham twitter jatuh hampir 7 persen, diduga alami peretasan

Teknologi.id – Lalu lintas (traffic) yang tidak biasa yang diperkirakan berasal dari peretasan telah menyebabkan saham Twitter jatuh hampir 7 persen.

Sebuah perusahaan keamanan juga menyebutkan bahwa peretas (hacker) mencoba menggunakan platform ini untuk mencuri data dari pengguna.

Dalam blognya, Twitter menyebut bahwa mereka menemukan lalu lintas yang mencurigakan dari forum dukungan pelanggan. Melihat hal tersebut, Twitter menyatakan mereka kini tengah menyelidiki adanya bug yang menyebabkan terbukanya data pengguna berupa kode telepon dan detail mengenai akun yang terkunci. Menurut Twitter, sebenarnya bug ini telah diperbaiki pada 16 November lalu.

Twitter menemukan bahwa membanjirnya lalu lintas terjadi pada situs layanan pelanggan yang menggunakan alamat IP pribadi dari China dan Arab Saudi.

“Untuk sementara kami tidak dapat mengonfirmasi tujuan atau atribusi untuk hal ini, kemungkinan sebagian dari alamat IP ini terkait dengan pelaku yang disponsori oleh negara,” tulis Twitter, seperti dikutip dari Japan Today.

Baca juga: Twitter Bocorkan Tiga Fitur Baru untuk Pengguna

Penurunan Saham

Juru bicara perusahaan menolak untuk mengomentari soal saham Twitter yang jatuh hingga titik terburuk mereka pada dua bulan belakangan ini.

Analis Wedbush, Michael Pachter, menuduh bahwa pengumuman soal adanya peretasan ini dapat meningkatkan kekhawatiran bagi pengguna dan melukai pertumbuhan pada perusahaan.

“Jelas, peretasan ini merusak kepercayaan pengguna pada Twitter,” jelasnya.

Secara terpisah, pembuat software keamanan Trend Micro mengeluarkan sebuah laporan mengenai kejadian saham Twitter jatuh ini. Laporan ini menyebutkan bahwa penyerang membuat dua cuitan pada Oktober lalu untuk bertaruh mencuri data dari mesin yang terinfeksi sebelumnya.

Peretas menyembunyikan instruksi di cuitan meme yang diam-diam memerintahkan perangkat untuk mengirimkan informasi, termasuk nama pengguna, gambar, dan konten lainnya. Namun sayangnya, Twitter menolak memberikan komentar atas laporan dari Trend Micro ini.

(DWK)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *