Ponsel Redmi Pertama Setelah Pisah dari Xiaomi Rilis 10 Januari

Ponsel Redmi Pertama Setelah Pisah dari Xiaomi Rilis 10 Januari
Bocoran ponsel Redmi terbaru. Credit: Jun Lei.

Teknologi.id – Setelah berpisah dari Xiaomi, kabarnya Redmi akan segera meluncurkan ponsel terbarunya pada 10 Januari nanti.

Meski elum diketahui secara pasti ponsel tersebut akan dinamai apa, beberapa rumor telah menyebutkan bahwa ponsel Redmi itu akan dinamai Redmi Pro 2, Redmi Note 7, Redmi 7, dan terakhir dirumorkan sebagai Redmi X. Mana yang benar? Sejauh ini, itu semua masih dalam tahap spekulasi sampai pengumuman resminya nanti.

Bocoran berupa poster memperlihatkan bahwa ponsel tersebut akan datang dalam beberapa pilihan warna, yakni hitam, biru, dan merah. Khusus warna biru dan merah merupakan laburan dengan gradasi ke warna ungu.

Baca juga: Pisah dari Xiaomi, Redmi Akan “Berdiri Sendiri”

Ponsel Redmi Pertama Setelah Pisah dari Xiaomi Rilis 10 Januari
Poster bocoran ponsel Redmi terbaru. Credit: 91mobiles

Di posternya turut tertera tanggal 10 Januari 2019 yang mungkin akan menjadi tanggal kemunculan dari ponsel Redmi tersebut secara resmi.

Tampak ponsel Redmi ini mengusung kaca 2,5D dengan pilihan warna hitam serta dua varian warna gradasi.

Ada dua kamera utama vertikal, salah satunya diyakini mengusung resolusi 48 megapixel. Ada juga pemindai sidik jari di bagian belakang tengah dan tulisan di bawahnya yang bertajuk ‘Redmi by Xiaomi’.

Tampak pula terdapat port USB Type C yang diapit oleh dua speaker. Adapun layarnya diperkirakan berukuran 6,3 inch.

Baca juga: Samsung Seri M Segera Dirilis, Saingi Xiaomi Redmi di Kelas Menengah

Spekulasi sebelumnya menyebutkan handset ini akan mengusung baterai 4.000 mAh, prosesor Qualcomm Snapdragon 660, dan RAM 6 atau 8 GB. Kita nantikan saja kebenarannya, termasuk nama sesungguhnya dari handset Redmi tersebut.

Diberitakan sebelumnya lewat laman resminya, Xiaomi mengumumkan kalau Redmi kini akan dijadikan sub-brand. Artinya, merek Redmi akan jalan secara mandiri.

Sub-brand Redmi akan fokus mebuat ponsel dengan harga yang lebih ramah dikantong. Strategi bisnis ini sejatinya sudah lebih dulu dilakukan oleh Huawei dan Oppo. Huawei mendirikan Honor sebagai sub-brand, sementara Oppo mengusung nama Realme untuk menyasar kelas menengah dan bawah.

(DWK)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *