Mahasiswa Dipenjara Karena Jadi Admin Grup WhatsApp

Seorang mahasiswa di India harus mendekam dipenjara selama lima bulan karena menjadi admin grup WhatsApp. Sebuah pesan tidak pantas diteruskan ke sebuah grup WhatsApp. Hal tersebut kemudian membuat mahasiswa bernama Junaid Khan harus menjalani kurungan. Nasib sial yang terjadi pada pria berumur 21 tahun itu, akibat dari menjadi admin ‘dadakan’.

Kepada pihak berwajib, Junaid mengaku tidak mengirim pesan yang dimaksud. Pihak keluarga pun bersikeras jika Junaid hanya korban sistem “admin by default” di WhatsApp. Sistem tersebut memungkinkan jika admin asli atau akun yang membuat grup, keluar dari grup dan tidak ada admin lainnya, maka jabatan admin dilimpahkan ke anggota grup secara acak.

Menurut keluarga, Junaid hanya anggota dari grup tersebut sebelum admin aslinya bernama Irfan, keluar dari grup setelah meneruskan pesan tidak pantas.

Sepupu Junaid, Farukh Khan mengatakan “Junaid memang anggota grup tapi dia bukan admin. Ketika masalah tersebut diberitakan, dia sedang berada di Kota Ratlam untuk urusan keluarga.”

”Ketika pesan yang dipermasalahkan tersebut dikirim ke grup, Junaid belum menjadi admin” ujar Farukh.

“Kami mendatangi anggota polisi senior dan mengadukan masalah ini ke nomor pengaduan kementrian tapi tidak berhasil. Tidak ada yang mau mendengarkan kami jika dia (Junaid) bukanlah admin saat postingan tersebut dikirim” jelas Farukh.

Polisi berdalih jika tindakan yang diambil berdasarkan bukti yang telah mereka miliki. Kepolisian Kota Talen, Distrik Rajgarh, negara bagian Madhya Pradesh, mengaku menerima aduan dari warga soal postingan grup WhatsApp dengan admin bernama Irfan serta admin lainnya.

Junaid telah menjadi admin grup WhatsApp yang diadukan tersebut, ketika kasus ini diusut. Salah satu anggota polisi yang menangani kasus tersebut, Yuvraj Singh Chouhan mengaku jika saat investigasi berlangsung, tidak ada pihak keluarga yang mengatakan bahwa Junaid adalah admin pengganti.

“Setelah kasus ini dibawa ke meja hijau, barulah mereka mengatakan hal tersebut,” ujar Chouhan. Menurutnya, jika pihak keluarga memiliki bukti, maka mereka harus membuat dan membawanya ke pengadilan. Ia menambahkan jika Irfan, yang disebut sebagai admin asli juga telah ditangkap.

“Tidak ada bukti atau cara lain untuk memastikan siapa admin grup ketika pesan itu dibagikan oleh Irfan saat itu. Kami mengajukan kasus ini berdasarkan bukti yang ada,” jelas Chouhan.

Selama lima bulan per tanggal 14 Februari 2018 Junaid harus mendekam, berdasarkan undang-undang teknologi informasi dan hukum pidana pasal 124 A tentang penghasutan. Berdasarkan hukum pidana di India dan undang-indang teknologi informasi, admin grup media sosial bisa dipenjarakan jika membagikan pesan yang bertendensi agama dan berbau politis.

Artikel ini telah tayang di https://www.kompas.com/ dengan judul “ Mahasiswa Dipenjara karena Mendadak Jadi Admin Grup WhatsApp”, https://tekno.kompas.com/read/2018/07/24/15160047/mahasiswa-dipenjara-karena-mendadak-jadi-admin-grup-whatsapp

Baca juga: Penggunaan WhatsApp Kian Meningkat dari Tahun ke Tahun

 

 

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending