Latih 110.000 Developer Indonesia, Google Tepati Janji ke Jokowi

 

Teknologi.id – Google Indonesia melatih 110 ribu developer Indonesia mengenai program Android dan Web, sebagai penepatan janji kepada Presiden Joko Widodo. Angka ini melebihi dari yang dijanjikan oleh CEO Google Sundar Pichai saat Jokowi berkunjung ke kantor pusat Google di California pada 2016 lalu.

Saat itu, Pichai berkomitmen untuk melatih 100 ribu developer Indonesia dalam empat tahun ke depan, yakni 2020. Keberadaan developer lokal ini dianggap mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjelang revolusi industri 4.0.

“Tahun 2016 Jokowi ke California dan kami komitmen latih 100 ribu developer lokal dalam empat tahun. Kami capai target hanya dalam dua tahun dan kami latih 110 ribu,” kata Public Policy & Government Relations Manager Google, Danny Ardianto saat acara Google Developer Showcase, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/12).

Dalam kesempatan yang sama, Head of University Programs-Developer Training William Florance juga mengatakan target ini bisa diraih dengan melalui empat program.

Baca juga: Google Terancam Kena Denda Rusia
Developer Student Clubs (DSC)

Program pertama adalah Developer Student Clubs (DSC). DSC adalah program Google yang menargetkan mahasiswa untuk mempelajari pengembangan Android. DSC sudah merambah ke 24 kota dengan 20 ribu siswa.

William menyebut dari 20 ribu orang tersebut, 89 persen mempercayai bahwa kemampuan Android penting untuk meningkatkan prospek karir mereka. Selain itu, 84 persen juga percaya bahwa skill mereka meningkat setelah mengikuti kursus ini.

“Mentor mentor yang dibina Google jadi mentor bagi mahasiswa untuk membahas Android developer. Bisa buat seminar, kelompok belajar, seperti ekstrakurikuler,” ujar William.

Faculty Training Program

Kedua, Faculty Training Program. William mengatakan melalui program ini ada 500 lebih fakultas dan 472 universitas yang ikut serta dalam program ini. Program ini dikhususkan untuk dosen-dosen di universitas untuk diberi pelatihan terkait pemrogaman android dan web.

Diharapkan dosen-dosen ini bisa menyalurkan pendidikan pemrogaman dengan tepat kepada para anak didiknya.

“Terkadang ada dosen yang tidak bisa mengajar, progam ini dosen diberi pendidikan terkait android agar bisa disalurkan kurikulum dari kami ke mahasiswanya juga,” kata William.

Baca juga: Kursus Online Pengembangan AR dari Google

Program Kejar (Kelompok belajar)

Ketiga, yaitu Program Kejar (Kelompok belajar). William mengatakan 17 ribu orang telah menyelesaikan pendidikan Google melalui progam ini. Dua ribu di antara mereka menyelesaikan kursus di level intermediate dan advanced.

“Ini kelompok belajar. Kami menarik beberapa fasilitator dan mereka buat work group sendiri. Ini terbuka bagi seluruh masyarakat,” kata William.

William mengatakan Google juga telah memberikan beasiswa bagi developer Indonesia yang ingin mengikut sertifikasi pemrogaman android dan web. Sertifikat yang diakui secara global ini nantinya bisa digunakan untuk memudahkan individu untuk mendapat pekerjaan atau menjadi fasilitator dalam program Google.

“Sertifikasi ini masih berhubungan dengan program-program sebelumnya. Jadi orang oranng juga mudah untuk mencari para ahli pemrogaman melalui melalui sertifikasi ini,” tutur William.

(DWK)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *