Sebarkan Hoaks Kebocoran Data Indodax, DarkTracer Dilaporkan ke Polisi

Adiwijaya Kusumajati Supama . September 20, 2022

Foto: DuniaFintech.com

Teknologi.id - Platform penelitian peretasan DarkTracer telah dituduh menyebarkan laporan palsu tentang dugaan kebocoran data dari platform cryptocurrency Indodax. CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan langkah tersebut dilakukan lantaran postingan yang diunggah oleh DarkTracer yang mencoreng citra perusahaan.

"Langkah ini akhirnya kami lakukan setelah kami berkonsultasi dengan pihak hukum. Kami selaku manajemen Indodax menilai bahwa Dark Tracer menyebarkan isu yang tidak benar tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada kami," ujar beliau lewat keterangan tertulis pada hari Selasa (20/9). Dengan unggahan isu hoax di akun sosial media dari Dark Tracer dan dilihat oleh banyak orang, tentu sangat menyerang brand yang sudah kami bangun selama ini sebagai perusahaan kripto terpercaya di Indonesia," lanjut beliau.

Baca juga: Data Bocor Lagi! Kali Ini 50 Ribu Password Pengguna Indodax yang Kena

Rabu (14/9), Dark Tracer mengatakan melalui akun Twitter @darktracer_int bahwa Indodax mengalami kebocoran data karena malware. Dark Tracer menambahkan, sebagian besar bocoran data dari pengguna Indodax berasal dari Indonesia. "Sekitar 50.000 kredensial pengguna pertukaran cryptocurrency terbesar di Indonesia "INDODAX" bocor ke web gelap oleh malware pencuri, dari jumlah tersebut, 82,7 persen adalah kredensial pengguna Indonesia," cuit Dark Tracer.

Oscar melanjutkan, pihaknya akan mengkriminalisasi akun Dark Tracer dengan pasal pencemaran nama baik dan manipulasi informasi elektronik. Selain itu, Indodax mengklaim bahwa bisnis yang dijalankannya menjamin kerahasiaan dan keamanan data anggota. Jaminan keamanan ini datang dalam bentuk tiga sertifikasi ISO: ISO 9001, ISO 27001 dan ISO 27017.

Indodax kemudian disebut juga telah menggunakan sistem MFA (Multi-Factor Authentication), teknik MPC (Multi-Party Computation) dan TAP (Transaction Authorization Policy) untuk melindungi aset anggota dan mencegahnya dipertukarkan serta disebarluaskan tanpa izin. "Dengan sistem tersebut kami lakukan demi proteksi penuh member. Berhubungan dengan kasus isu hoaks twitter kemarin, saya membantah hal tersebut karena kami sudah pastikan bahwa server Indodax aman dan tidak ada data leaked sebesar 50.000 dari server Indodax seperti yang diberitakan. Saya bisa pastikan server kami aman," ujar Oscar.

CEO DarkTracer Louis Hur mengatakan pihaknya akan dengan senang hati memberikan data gratis terkait pelanggaran data tersebut sebagai tanggapan atas tuduhan hoax yang digelontorkan oleh pihak Indodax. Louis Hur juga menegaskan bahwa DarkTracer bukanlah pembohong dan akan berusaha untuk membantu para kustomer Indodax.

(aks)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar