Ngaku Jadi "CEO Interim Twitter", Akun Founder Aave Kena Suspend

Teknologi.id . April 28, 2022

Akun Founder Aave Kena Suspend. Foto: Teknologi.id

Teknologi.id - Akun pribadi pendiri token crypto dan platform DeFi Aave (AAVE), Stani Kulechov secara tiba-tiba dikenai sanksi suspend atau ditangguhkan oleh pihak Twitter hari ini, Kamis (28/4/2022).

Tindakan suspend yang diberikan platform microblogging tersebut diduga buntut dari cuitan viral Kulechov yang mengaku sebagai "CEO Interim Twitter" pada Rabu (27/4/2022) lalu.

“BREAKING: Bergabung dengan Twitter sebagai CEO Interim," tulis Kulechov dalam cuitan di akun pribadinya @StaniKulechov.

Meskipun cuitan tersebut mungkin dianggap menyesatkan bagi masyarakat umum, namun banyak pihak menyesalkan kebijakan yang telah diambil oleh pihak Twitter.

Mereka menilai bahwa tindakan Twitter yang memberikan sanksi suspend terhadap Kulechov tersebut terlalu keras, karena jelas bahwa postingan tersebut bernada gurauan semata.

Baca juga: Usai Twitter, Kini Elon Musk Ingin Beli Coca-Cola dan McDonald's?

Setelah cuitannya viral, Kulechov sempat membuat tweet lanjutan yang menyatakan dirinya berterima kasih kepada Elon Musk, sebagai pemilik baru Twitter, yang berbunyi:

“Terima kasih @elonmusk atas kesempatan bekerja di Twitter. Agenda pertama saya adalah roadmap selama 90 hari : Menghadirkan tombol edit minggu depan, -Buka sumber algoritma Twitter, -Tambahkan dukungan untuk Ethereum & ENS, -Integrasikan dengan @LensProtocol," cuit Kulechov.

Aave founder misplaced his Twitter account immediately after claiming to be  “interim CEO” – CoinLive

Cuitan itu pun menyebabkan kebingungan di antara netizen, apakah dia benar-benar serius atau hanya bercanda.

Tak lama setelah kedua postingan tweet tersebut, akun Stani Kulechov pun sudah tak bisa diakses alias kena suspend oleh Twitter.

Banyak pihak yang kemudian menghubungkan tindakan suspend terhadap akun Kulechov tersebut berkaitan dengan rencana Elon Musk untuk mengurangi missinformasi atau hoax di Twitter.

Sebagaimana diketahui, Elon Musk memang gencar mengkampanyekan kebebasan berbicara di Twitter, namun itu tak berlaku untuk cuitan-cuitan missinformasi atau hoax.

Baca juga: Heboh Elon Musk Beli Twitter, Netizen: Di Play Store Gratis!

Sementara itu, terkait status suspend akun Founder Aave tersebut yang bersifat permanen, berdasarkan aturan Twitter ia tidak akan diizinkan untuk membuat akun baru.

"Ketika kami menangguhkan akun secara permanen, kami memberi tahu orang-orang bahwa mereka telah ditangguhkan karena pelanggaran penyalahgunaan, dan menjelaskan kebijakan atau kebijakan mana yang telah mereka langgar dan konten mana yang dilanggar," kata aturan tersebut.

Twitter Suspends Aave's Founder Account For Allegedly Spreading FUD
Stani Kulechov. Foto: Coinscreed

Meski begitu, pengguna yang terkena suspend dapat mengajukan banding atas suspend permanen tersebut jika mereka yakin Twitter telah melakukan kesalahan.

Ketika mengajukan banding, jika Twitter menemukan bahwa tindakan suspend tersebut valid, Twitter akan menanggapi banding tersebut dengan informasi tentang kebijakan yang telah dilanggar oleh akun tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah Kulechov nantinya berencana untuk mengajukan banding atau tidak terhadap status suspend akun Twitter pribadinya tersebut.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar