Batas Waktu Daftar PSE Akan Berakhir, Kominfo Bisa Blokir WA, Instagram dkk

Teknologi.id . July 18, 2022

Batas Waktu Daftar PSE Akan Berakhir, Kominfo Bisa Blokir WA, Instagram dkk. Foto: Newsweek


Teknologi.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan bahwa Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat asing maupun domestik yang tidak mendaftarkan diri sampai batas waktu 20 Juli 2022, akan dianggap ilegal dan mendapatkan sanksi di Indonesia.

"Kealpaan pendaftaran baik lokal dan asing akan dilakukan pemblokiran, peringatan keras sampai pemblokiran," kata Direktur Jenderal Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dikutip Minggu (18/7/2022).

Berdasarkan pantauan Teknologi.id di https://pse.kominfo.go.id/home, hingga Senin (18/7/2022), sejauh ini sudah terdaftar 5.654 PSE domestik dan 86 PSE asing yang terdaftar. Meski begitu, nama-nama besar seperti Google, WhatsApp, Instagram, Facebook, Netflix, dan lainnya belum juga masuk di dalam daftar.

Dari PSE domestik yang sudah terdaftar ada nama Gojek, Ovo, serta Traveloka. Sementara itu, untuk PSE asing beberapa di antaranya seperti Tiktok, Spotify, dan Linktree.

Baca juga: Cara Membuat NGL Link pada Instagram dengan Mudah!

Sehingga, Kominfo meminta PSE lain seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, dan Netflix, dkk segera mendaftar ke sistem yang disediakan. Nantinya Kominfo akan mengidentifikasi PSE mana yang belum mendaftar. Setelah itu akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait yang jadi pengampu sektor tersebut.

Jika tidak ada penjelasan yang cukup bisa diterima oleh Kominfo, sesuai dengan PM nomor 5 tahun 2020 dan revisinya akan langsung dilakukan pemutusan akses.

Kenapa harus daftar PSE? 

Samuel menjelaskan alasan platform digital melakukan pendaftaran yakni demi keamanan konsumen. Adanya pendaftaran melindungi konsumen dan akan memudahkan jika terjadi masalah dengan masyarakat pada masa depan.

"Ingat kasus pinjol, banyak yang tidak terdaftar. Apabila ada masalah bagaimana kita menghubunginya. Bagi pelaku industri di tanah air ada juga level playing field. Persyaratannya sama, di dalam negeri dikenakan persyaratan yang sama. Bagaimana memberikan keuntungan bagi masyarakat yang meniru branding-nya, bisa melakukan klarifikasi," terangnya

Baca juga: Tips Cerdas Agar Memori HP Tidak Dipenuhi oleh Chat WhatsApp

"Kan mereka berbisnis di Indonesia. Jangankan ini, bertamu 2x24 jam harus melapor. Dia berbisnis masa melapor saja enggak mau," pungkasnya.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar