
Foto: Apple
Teknologi.id – Perusahaan teknologi Apple bersiap meluncurkan platform manajemen korporasi, Apple Business, di Indonesia pada 14 April 2026. Kehadiran platform all-in-one ini sekaligus membuka jalan bagi masuknya fitur pembayaran nirkontak Tap to Pay melalui perangkat iPhone.
Apple Business dirancang sebagai ekosistem tunggal untuk membantu pelaku usaha mengelola operasional digital. Layanan ini mencakup pengelolaan perangkat kerja karyawan, distribusi aplikasi internal, komunikasi, hingga manajemen profil merek di seluruh layanan Apple.
Salah satu daya tarik utama dari platform ini adalah integrasi fitur Tap to Pay. Melalui laman dukungannya, Apple mengonfirmasi bahwa ekosistem ini memungkinkan toko atau merchant menerima pembayaran secara langsung melalui iPhone.
iPhone Jadi Pengganti Mesin EDC

Foto: Apple
Sistem Tap to Pay berpotensi mengubah iPhone menjadi mesin Electronic Data Capture (EDC). Pelanggan hanya perlu menempelkan kartu debit/kredit dengan cip contactless atau gawai berfitur dompet digital (seperti Apple Pay) ke iPhone milik kasir.
Melalui fitur manajemen merek di Apple Business, pelaku usaha bahkan bisa menampilkan logo dan nama toko mereka di layar iPhone saat proses pembayaran berlangsung.
Kendati alat (tools) Tap to Pay terintegrasi di dalam Apple Business yang rilis April mendatang, ketersediaan fungsionalnya di lapangan masih bergantung pada regulasi lokal. Di Indonesia, implementasi pembayaran nirkontak semacam ini umumnya memerlukan integrasi lebih lanjut dengan pihak perbankan atau penyedia payment gateway yang diawasi oleh Bank Indonesia.
Baca juga: Bocoran Desain iPhone Lipat Muncul, Apple Siapkan Foldable Pertama
Manajemen Perusahaan Skala Besar
Di luar fungsi pembayaran, Apple Business membawa fitur pengelolaan karyawan berskala besar. Perusahaan dapat membuat "Akun Apple Terkelola" bagi karyawannya. Sistem ini memisahkan data pekerjaan dan data pribadi di dalam satu perangkat yang sama menggunakan enkripsi kriptografis.
Pendaftaran akun karyawan baru juga bisa diotomatisasi. Apple membuka integrasi dengan penyedia layanan identitas pihak ketiga seperti Google Workspace dan Microsoft Entra ID.
Selain itu, perusahaan dapat mengelompokkan pengguna berdasarkan divisi kerja. Admin IT perusahaan kemudian bisa mendistribusikan aplikasi kerja spesifik secara massal melalui App Store langsung ke gawai tim yang bersangkutan.
Baca juga: Apple Perkenalkan MacBook Pro M5 Series, Dukungan AI Super Cepat dan SSD 14,5 Gbps
"Kami memadukan tawaran bisnis Apple ke dalam platform yang aman dan sederhana. Ini menghadirkan fitur utama untuk organisasi di berbagai tahapan, termasuk manajemen perangkat bawaan dan alat kolaborasi," ujar Susan Prescott, Vice President of Education and Enterprise Marketing Apple.
Ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi Apple di sektor korporasi (enterprise). Langkah ini juga menjadi sinyal kesiapan ekosistem Apple untuk merambah sektor pembayaran digital langsung di Indonesia, bersaing dengan penyedia layanan kasir (Point of Sales) konvensional.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)

Tinggalkan Komentar