Kominfo Ungkap Siaran TV Analog dan Digital Jalan Bersama

Josephine Cahyadi . April 18, 2022

Kominfo Ungkap Siaran TV Analog Dan Digital Jalan Bersama



Foto : unsplash


Teknologi.id - Setelah munculnya siaran televisi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan siaran televisi analog dan digital masih berjalan bersamaan hingga saat ini. 


Pemerintah berencana untuk melakukan 'suntik mati' siaran analog pada 2 November. Dalam pelaksanaanya, proses migrasi dibagi menjadi tiga tahap; tahap pertama pada 30 April, tahap kedua 25 Agustus, dan tahap terakhir 2 November 2022.


Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kominfo Ismail mengungkapkan pihaknya bertekad pelaksanaan migrasi siaran analog ke digital bisa berjalan sebaik mungkin "tanpa menimbulkan kegaduhan" di masyarakat.


Ia pun berharap masyarakat dapat menikmati siaran televisi digital dengan kualitas gambar yang lebih bagus, suara yang lebih jernih dan teknologi yang lebih canggih.


"Pelaksanaan [migrasi dari analog ke digital] akan dilakukan secara hati-hati sehingga masyarakat tetap dapat menikmati siaran sampai diselesaikannya siaran analog nanti. Jadi saat ini masih berjalan secara simulcast analog dan digital," kata Ismail dalam konferensi pers, Selasa (12/4).


Kominfo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar untuk mulai mempersiapkan Set Top Box (STB) sejak sekarang. Masyarakat juga diminta untuk mengecek perangkat televisinya untuk mengetahui apakah bisa menangkap siaran digital.


“Sebab hampir di seluruh Indonesia siaran digital saat ini sudah bersiaran. Jadi tidak perlu menunggu sampai pelaksanaan analog dimatikan. Saat ini juga silakan, bisa dicoba karena siarannya jauh lebih berkualitas," ujar Ismail.


"Siapkan perangkat TV-nya. Kalau perangkat TV-nya belum bisa menangkap siaran digital silakan dilengkapi dengan perangkat STB. Persediaan ini makin hari, makin dekat kami takut tidak ada barangnya. Makanya kami imbau masyarakat beli STB sekarang," imbuhnya.


Meski begitu,Ismail juga memastikan ketersediaan STB dengan jumlah yang banyak yang diproduksi cukup besar oleh 18 produsen STB nasional bersertifikat.


"Tentu karena jumlahnya sudah tersedia banyak, kami harap tidak ada kelangkaan seperti minyak goreng. Insya Allah mencukupi. Yang penting jangan menuju pada titik yang bersmaan. Dari sekarang dibeli perangkat itu," pungkasnya.


Kominfo sendiri menyediakan maksimal 6,7 unit STV untuk warga miskin, dari total 40 juta unit pesawat televisi yang diprediksi membutuhkan tambahan perangkat itu untuk bisa menikmati siaran digital.


(JC)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar